Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 20 Maret 2010

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun
Minggu, 07 Maret 2010

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???
Senin, 01 Februari 2010

Cinta


Cinta
sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???

Cinta


Cinta
sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Sabtu, 20 Maret 2010

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun

Minggu, 07 Maret 2010

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???

Senin, 01 Februari 2010

Cinta


Cinta
sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari