Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 Maret 2016

Campaign - Diet Kantong Plastik


pinterest

Setelah ditetapkan mulai tanggal 21 Februari 2016 kemarin kita harus mulai belajar mengurangi penggunaan kantong kresek/plastik, kebijakan pemerintah ini ditetapkan bertepatan dengan hari perduli sampah nasional. Saya sendiri sangat setuju dengan kebijakan ini, meskipun saya sadar bahwa kantong kresek/plastik masih sangat sering kita gunakan, dan sepertinya kita masih banyak bergantung dengan kantong-kantong ini namun alangkah baiknya ketika mau tidak mau kita dipaksa untuk secara sadar tidak menggunakannya secara berlebihan.

Aturan ini saya ketahui awal Februari lalu saat saya berbelanja di salah satu supermarket, karena saya cukup sering ke sana dengan hampir selalu membawa bayi lucu yang tentu saja membeli keperluan bayi jadi setidaknya satu bulan sekali saya pasti kesana. Si mbak kasir yang cukup mengenal saya langsung memberitahu aturan kantong plastik  pada saya. Penggunaan plastik di supermarket tersebut bisa diganti dengan kerdus bekas, atau harus membayar Rp. 200,- jika tetap memakai kantong plastik. Ternyata hampir semua minimarket di sekitar lingkungan saya pun sudah menerapkan kebijakan tersebut. Malah yang saya baca di Ambon kantong plastik berharga Rp.5000, Banjarmasin Rp. 1.500,- dan Aceh Rp 500,- semakin mahal pastinya kita semakin berfikir panjang untuk membeli kantong plastik.

Saya termasuk orang yang sedia kantong bekas di tas saya, baik itu kantong kresek atau kantong kain. Kebiasaan itu sudah saya terapkan sejak dulu, selalu ada kantong kresek bekas untuk keadaan darurat dan tas kain yang biasanya saya gunakan untuk membawa pekerjaan kantor yang harus dibawa pulang ke rumah.

Sekarang mungkin saat yang baik untuk memulai mengurangi penggunaan kantong plastik ini, mengingat Indonesia adalah negara ke-2 pembuang sampah plastik ke laut terbesar di dunia setelah Cina. Jadi mulai dari sekarang pasti akan sangat baik. Membantu mengatasi masalah pencemaran, mulai perduli pada lingkungan berarti perduli pada masa depan kita dan anak cucu kita.


Sabtu, 28 Februari 2015

Kembali dengan Sepucuk Surat (Save Mail)

pinterest

Beberapa minggu ini saya sedang mulai kembali mengirim surat, iya surat...yang ditulis tangan dan bukan diketik, yang dibungkus amplop dan dikirim melalui kantor pos. Iya...yang itu ^^. Mungkin saya menjadi bagian dari orang-orang sedikit yang masih melakukannya. Sebulan yang lalu saya juga masih menjadi bagian dari orang-orang yang berfikir untuk apa mengirim surat jika telepon pintar ada digenggaman kita. Jika hanya sekedar mengucapkan kalimat pendek kita bisa kita lakukan hanya beberapa menit, cerita panjangpun dan kita kirim dengan email yang super praktis. Dan dengan cepat akan segera diterima tepat waktu.

Sampai kemudian saya berjanji kepada seorang sahabat untuk mengirimkan sepucuk surat jika saya merindukannya, dan ternyata itu menyenangkan..yeayyy ! Saya menyukainya, bahkan sebelum saya mulai menuliskan kata pertama saya. Sejak saya mulai mencari kertas mana yang akan saya gunakan untuk menulis, menyiapkan pena, dan kemudian memikirkan kalimat pembuka yang sempurna. Tulisan saya tidak bagus, kata-kata yang saya tuliskan pun tidak indah...hanya sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan perasaan saya hari itu, tapi rasanya berbeda dengan kita pertukar kabar dengan SMS, BBM, atau email. 

Kemudian perasaan berdebar saat menunggu apakah surat itu tiba dengan selamat di tangan yang tepat dan sangat membahagiakan ketika surat kita tiba pada orang yang kita tuju. Rasanya indah...dan tentu saja tidak biasa.

Sesekali, luangkan waktu Anda untuk menulis surat untuk sesorang...teman, sahabat, orang terkasih atau siapa saja. Bukan sekedar memberi kabar yang dibatasi kata, atau tulisan dengan font yang itu-itu saja dan membosankan. Sesekali, bagilah kabar Anda dengan goresan tangan Anda, itu lebih berarti karena datangnya pasti dari hati...^^

Jangan percaya tulisan saya ini sebelum Anda mencobanya ^^
Minggu, 06 Juli 2014

Jelang Pilpres - Pempimpinku

pinterest

Jelang pilpres kali ini saya agak terganggu dengan berbagai macam jenis kampanye yang penuh 'kehitaman' yang bikin geleng-geleng kepala. Mungkin pilpres kali ini memang yang paling 'kejam' menurut sejarah pilpres di Indonesia. Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari tenang sebelum tanggal 9 Juli nanti waktu pemungutan suara. Tapi kenyataannya tidak sepenuhnya saya bisa tenang, mungkin poster, gambar dan umbul-umbul sudah dibersihkan di jalanan tapi kalo di media sosial bisa nggak dibersihkan ? Sepertinya sich tidak. Medsos justru menjadi salah satu media penyebar berita paling mudah dan tak terawasi. Mungkin awalnya memang dukungan tapi lama-lama merembet jadi menjelek-jelekan nomer sebelahnya. Trus gara-gara itu juga yang tadinya kawan jadi musuhan ^^. Ah, itu yang bikin saya jadi malas membuka medsos lama-lama.

Saya sendiri sebenarnya sudah menetapkan pilihan ke salah satu calon yang saya anggap pantas menjadi pempimpin negeri ini. Dia tidak harus yang terbaik, tapi mampu berbuat kebaikan untuk bangsanya. Dia tidak harus paling pintar, tapi dia mampu memintarkan negerinya. Dia tidak harus kaya, tapi harus seorang yang dermawan sehingga mampu menjadikan rakyatnya lebih sejahtera. Saya harapkan pempimpin yang penuh cinta, cinta negerinya, cinta rakyatnya, dan yang paling utama cinta Tuhan-Nya. Satu yang sangat saya harapkan adalah pempimpin yang tidak takut pada apapun kecuali hanya pada Tuhan-Nya. Karena dengan begitu dia akan selalu ingat ketika pengadilan Allah nanti harus berhadapan dengan seperempat milyar jiwa manusia Indonesia yang mungkin akan menuntutnya bila ia tidak amanah. Dia yang saya pilih mungkin hanya yang saya pilih dari pengelihatan, dan pendengaran lahiriyah, saya tidak tahu isi hati seseorang, istikarah saya juga mungkin tidak bermutu, tapi saya berharap saya benar memilih pempimpin yang mampu menekan hawa nafsunya.

Terlepas dari semua itu sesungguhnya saya memiliki harapan besar untuk kelangsungan Indonesia dikemudian hari. Tidak hanya hari ini, tidak hanya masalah tentang siapa yang menang dan kalah, atau siapa yang akan menjadi presiden nantinya. Tapi siapapun dia nantinya saya harap merupakan pilihan terbaik untuk bangsa ini. Aamiin.

"Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain sengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain." Ali ibn Abi Thalib

Tanggal 9 Juli nanti yuk kita nyobos !

Sabtu, 01 Desember 2012

Persembahan - Akan baik-baik saja




Kamu, mungkin capek menoleh 
Malas berfikir asal mulanya hari ini
Sudahlah kawan,
Berhenti memikirkan hari itu

Kami tak perduli waktu lalumu
Sekarang, yang kami ingin
Kau baik-baik saja 
dan akan terus baik-baik saja

Kawan, kami mungkin tak cukup daya membantumu
mungkin kami tak ada di sampingmu
tak mungkin menghapus dukamu
tapi kau hadir dalam doa kami
karena kami ingin, kau, mereka dan siapapun...
akan baik-baik saja
agar kita, bangsa ini, dunia ini dan anak cucu kita
akan baik-baik saja

Persembahan   untuk hari Aids sedunia 2012, untuk dunia dan kehidupan yang lebih baik
Kamis, 31 Mei 2012

World No Tobacco Day - Start form today!


Kehidupan kadang tidak langsung memberi alasan pada suatu kejadian, namun terkadang dia memberikan jawaban melalui kehidupan orang lain. Sahabat saya selalu mengingatkan, bahwa pelajaran terbaik dapat kita peroleh dari pengalaman orang  lain. Karena hidup terlalu singkat untuk merasakan semua pengalaman yang mungkin dapat terjadi di dunia ini.

Kita hidup dengan para perokok di sekeliling kita, kita mungkin menyayangi satu atau lebih dari mereka, dan kita masih menyayangi mereka seperti apa adanya diri mereka. Tapi terkadang mereka lupa, bahwa kita ingin mereka menyayangi diri mereka sendiri selain kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kita...
Pagi telah turun, saya pintal melalui sebuah benang penghubung untuk siapa saja yang menyayangi dirinya sendiri, menyayangi keluarga, sahabat dan kerabat, dan menyayangi orang di sekitarnya, yang tentu saja mencintai kehidupannya untuk bersama-sama merajut sebuah ikatan penuh kasih tanpa saling menyakiti, tanpa rokok di kehidupan kita. 

Hari ini, saya bersedia membagi pengalaman saya dengan Anda, atau siapa saja. Bahwa Anda tidak harus menjadi saya untuk kehilangan orang yang Anda kasihi karena rokok. Biarlah pengalaman saya, dapat menjadi pelajaran bagi Anda. 

Hari ini tanggal 31 Mei biasa diperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), mari kita mulai membantu orang-orang yang kita sayangi untuk mulai menjauh dari rokok. "Saya menyayangi Anda seperti apa adanya diri Anda, tapi saya akan lebih menyayangi Anda jika Anda hidup tanpa rokok !" 

Salam hangat,
Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Kamis, 19 November 2009

Stop Teen Dating Violence Campaign !!


Stop Teen Dating Violence Campaign !!
(Hentikan kekerasan dalam berpacaran !!)


In faith, I do not love you with my eyes
For they in you a thousand errors will note;
But this is my heart that loves what they despise
Who, in despite of view, is pleased to dote
Nor are my ears with your tongue’s tune delighted
Nor tender feeling to base prone touches
Nor taste nor smell desire to be invited
To any sensual feast with you alone
But my five wits nor my five senses can
Dissuade one foolish heart from serving you
Who leaves unswayed the likeness of man
Your proud heart’s slave and vassal-wretch to be
Only my plague thus far I count my gain
That she that makes me sin awards me pain

From Sonnets and ‘A lover’s complaint’, Shakespeare

Beberapa orang mungkin tidak pernah menyadari bahwa kejadiaan ini dekat dengan kita, teman-teman kita, saudara kita, bahkan anak-anak kita…
Semua itu tidak terdengar karena kebanyakan saat sedang jatuh cinta, kita menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya dan membuat kita rela diperlakukan atau melakukan apapun demi si dia. Padahal, cemburu berlebihan, membentak, memaki, memukul, menampar, itu semua bukan bentuk rasa cinta, tapi kekerasan. Kalau bingung membedakan antara kekerasan dengan cinta, berarti kita sudah dibutakan oleh cinta. Untuk membedakannya, ingatlah bahwa cinta itu lemah lembut, sabar, rendah hati, penuh kasih, dan tidak ada kekerasan dalam cinta.
Kekerasan yang bisa terjadi adalah kekerasan fisik, emosional bahkan seksual…
Teen Dating Violence sudah mendapat perhatian serius di USA, namun Indonesia, istilah ini bahkan belum familiar terdengar di masyarakat.
Beberapa penelitian di USA disebutkan tingginya angka kejadian…yaitu 1 diantara 5 pelajar wanita telah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh pasangan mereka 1. Di Indonesia ???
Fakta lain menyebutkan 81% orang tua yang disurvey, tidak mengetahui dan tidak perduli dengan Teen Dating Violence2.
Pertanyaannya adalah kepada siapa remaja-remaja kita akan mengadu ???
Saatnya kita ikut menghentikan ini semua, Stop Teen Dating Violence !!
Jadilah orang pertama yang membenci kekerasan…apalagi kekerasan atas nama CINTA !

1. (Jay G. Silverman, PhD; Anita Raj, PhD; Lorelei A. Mucci, MPH; and Jeanne E. Hathaway, MD, MPH, “Dating Violence Against Adolescent Girls and Associated Substance Use, Unhealthy Weight Control, Sexual Risk Behavior, Pregnancy, and Suicidality,” Journal of the American Medical Association, Vol. 286, (No. 5, 2001).)

2. “Women’s Health,” June/July 2004, Family Violence Prevention Fund and Advocates for Youth,
http://www.med.umich.edu/whp/newsletters/summer04/p03-dating.html, (Last visited 9/23/04).
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan

Campaign - Diet Kantong Plastik


pinterest

Setelah ditetapkan mulai tanggal 21 Februari 2016 kemarin kita harus mulai belajar mengurangi penggunaan kantong kresek/plastik, kebijakan pemerintah ini ditetapkan bertepatan dengan hari perduli sampah nasional. Saya sendiri sangat setuju dengan kebijakan ini, meskipun saya sadar bahwa kantong kresek/plastik masih sangat sering kita gunakan, dan sepertinya kita masih banyak bergantung dengan kantong-kantong ini namun alangkah baiknya ketika mau tidak mau kita dipaksa untuk secara sadar tidak menggunakannya secara berlebihan.

Aturan ini saya ketahui awal Februari lalu saat saya berbelanja di salah satu supermarket, karena saya cukup sering ke sana dengan hampir selalu membawa bayi lucu yang tentu saja membeli keperluan bayi jadi setidaknya satu bulan sekali saya pasti kesana. Si mbak kasir yang cukup mengenal saya langsung memberitahu aturan kantong plastik  pada saya. Penggunaan plastik di supermarket tersebut bisa diganti dengan kerdus bekas, atau harus membayar Rp. 200,- jika tetap memakai kantong plastik. Ternyata hampir semua minimarket di sekitar lingkungan saya pun sudah menerapkan kebijakan tersebut. Malah yang saya baca di Ambon kantong plastik berharga Rp.5000, Banjarmasin Rp. 1.500,- dan Aceh Rp 500,- semakin mahal pastinya kita semakin berfikir panjang untuk membeli kantong plastik.

Saya termasuk orang yang sedia kantong bekas di tas saya, baik itu kantong kresek atau kantong kain. Kebiasaan itu sudah saya terapkan sejak dulu, selalu ada kantong kresek bekas untuk keadaan darurat dan tas kain yang biasanya saya gunakan untuk membawa pekerjaan kantor yang harus dibawa pulang ke rumah.

Sekarang mungkin saat yang baik untuk memulai mengurangi penggunaan kantong plastik ini, mengingat Indonesia adalah negara ke-2 pembuang sampah plastik ke laut terbesar di dunia setelah Cina. Jadi mulai dari sekarang pasti akan sangat baik. Membantu mengatasi masalah pencemaran, mulai perduli pada lingkungan berarti perduli pada masa depan kita dan anak cucu kita.


Kembali dengan Sepucuk Surat (Save Mail)

pinterest

Beberapa minggu ini saya sedang mulai kembali mengirim surat, iya surat...yang ditulis tangan dan bukan diketik, yang dibungkus amplop dan dikirim melalui kantor pos. Iya...yang itu ^^. Mungkin saya menjadi bagian dari orang-orang sedikit yang masih melakukannya. Sebulan yang lalu saya juga masih menjadi bagian dari orang-orang yang berfikir untuk apa mengirim surat jika telepon pintar ada digenggaman kita. Jika hanya sekedar mengucapkan kalimat pendek kita bisa kita lakukan hanya beberapa menit, cerita panjangpun dan kita kirim dengan email yang super praktis. Dan dengan cepat akan segera diterima tepat waktu.

Sampai kemudian saya berjanji kepada seorang sahabat untuk mengirimkan sepucuk surat jika saya merindukannya, dan ternyata itu menyenangkan..yeayyy ! Saya menyukainya, bahkan sebelum saya mulai menuliskan kata pertama saya. Sejak saya mulai mencari kertas mana yang akan saya gunakan untuk menulis, menyiapkan pena, dan kemudian memikirkan kalimat pembuka yang sempurna. Tulisan saya tidak bagus, kata-kata yang saya tuliskan pun tidak indah...hanya sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan perasaan saya hari itu, tapi rasanya berbeda dengan kita pertukar kabar dengan SMS, BBM, atau email. 

Kemudian perasaan berdebar saat menunggu apakah surat itu tiba dengan selamat di tangan yang tepat dan sangat membahagiakan ketika surat kita tiba pada orang yang kita tuju. Rasanya indah...dan tentu saja tidak biasa.

Sesekali, luangkan waktu Anda untuk menulis surat untuk sesorang...teman, sahabat, orang terkasih atau siapa saja. Bukan sekedar memberi kabar yang dibatasi kata, atau tulisan dengan font yang itu-itu saja dan membosankan. Sesekali, bagilah kabar Anda dengan goresan tangan Anda, itu lebih berarti karena datangnya pasti dari hati...^^

Jangan percaya tulisan saya ini sebelum Anda mencobanya ^^

Jelang Pilpres - Pempimpinku

pinterest

Jelang pilpres kali ini saya agak terganggu dengan berbagai macam jenis kampanye yang penuh 'kehitaman' yang bikin geleng-geleng kepala. Mungkin pilpres kali ini memang yang paling 'kejam' menurut sejarah pilpres di Indonesia. Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari tenang sebelum tanggal 9 Juli nanti waktu pemungutan suara. Tapi kenyataannya tidak sepenuhnya saya bisa tenang, mungkin poster, gambar dan umbul-umbul sudah dibersihkan di jalanan tapi kalo di media sosial bisa nggak dibersihkan ? Sepertinya sich tidak. Medsos justru menjadi salah satu media penyebar berita paling mudah dan tak terawasi. Mungkin awalnya memang dukungan tapi lama-lama merembet jadi menjelek-jelekan nomer sebelahnya. Trus gara-gara itu juga yang tadinya kawan jadi musuhan ^^. Ah, itu yang bikin saya jadi malas membuka medsos lama-lama.

Saya sendiri sebenarnya sudah menetapkan pilihan ke salah satu calon yang saya anggap pantas menjadi pempimpin negeri ini. Dia tidak harus yang terbaik, tapi mampu berbuat kebaikan untuk bangsanya. Dia tidak harus paling pintar, tapi dia mampu memintarkan negerinya. Dia tidak harus kaya, tapi harus seorang yang dermawan sehingga mampu menjadikan rakyatnya lebih sejahtera. Saya harapkan pempimpin yang penuh cinta, cinta negerinya, cinta rakyatnya, dan yang paling utama cinta Tuhan-Nya. Satu yang sangat saya harapkan adalah pempimpin yang tidak takut pada apapun kecuali hanya pada Tuhan-Nya. Karena dengan begitu dia akan selalu ingat ketika pengadilan Allah nanti harus berhadapan dengan seperempat milyar jiwa manusia Indonesia yang mungkin akan menuntutnya bila ia tidak amanah. Dia yang saya pilih mungkin hanya yang saya pilih dari pengelihatan, dan pendengaran lahiriyah, saya tidak tahu isi hati seseorang, istikarah saya juga mungkin tidak bermutu, tapi saya berharap saya benar memilih pempimpin yang mampu menekan hawa nafsunya.

Terlepas dari semua itu sesungguhnya saya memiliki harapan besar untuk kelangsungan Indonesia dikemudian hari. Tidak hanya hari ini, tidak hanya masalah tentang siapa yang menang dan kalah, atau siapa yang akan menjadi presiden nantinya. Tapi siapapun dia nantinya saya harap merupakan pilihan terbaik untuk bangsa ini. Aamiin.

"Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain sengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain." Ali ibn Abi Thalib

Tanggal 9 Juli nanti yuk kita nyobos !

Persembahan - Akan baik-baik saja




Kamu, mungkin capek menoleh 
Malas berfikir asal mulanya hari ini
Sudahlah kawan,
Berhenti memikirkan hari itu

Kami tak perduli waktu lalumu
Sekarang, yang kami ingin
Kau baik-baik saja 
dan akan terus baik-baik saja

Kawan, kami mungkin tak cukup daya membantumu
mungkin kami tak ada di sampingmu
tak mungkin menghapus dukamu
tapi kau hadir dalam doa kami
karena kami ingin, kau, mereka dan siapapun...
akan baik-baik saja
agar kita, bangsa ini, dunia ini dan anak cucu kita
akan baik-baik saja

Persembahan   untuk hari Aids sedunia 2012, untuk dunia dan kehidupan yang lebih baik

World No Tobacco Day - Start form today!


Kehidupan kadang tidak langsung memberi alasan pada suatu kejadian, namun terkadang dia memberikan jawaban melalui kehidupan orang lain. Sahabat saya selalu mengingatkan, bahwa pelajaran terbaik dapat kita peroleh dari pengalaman orang  lain. Karena hidup terlalu singkat untuk merasakan semua pengalaman yang mungkin dapat terjadi di dunia ini.

Kita hidup dengan para perokok di sekeliling kita, kita mungkin menyayangi satu atau lebih dari mereka, dan kita masih menyayangi mereka seperti apa adanya diri mereka. Tapi terkadang mereka lupa, bahwa kita ingin mereka menyayangi diri mereka sendiri selain kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kita...
Pagi telah turun, saya pintal melalui sebuah benang penghubung untuk siapa saja yang menyayangi dirinya sendiri, menyayangi keluarga, sahabat dan kerabat, dan menyayangi orang di sekitarnya, yang tentu saja mencintai kehidupannya untuk bersama-sama merajut sebuah ikatan penuh kasih tanpa saling menyakiti, tanpa rokok di kehidupan kita. 

Hari ini, saya bersedia membagi pengalaman saya dengan Anda, atau siapa saja. Bahwa Anda tidak harus menjadi saya untuk kehilangan orang yang Anda kasihi karena rokok. Biarlah pengalaman saya, dapat menjadi pelajaran bagi Anda. 

Hari ini tanggal 31 Mei biasa diperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), mari kita mulai membantu orang-orang yang kita sayangi untuk mulai menjauh dari rokok. "Saya menyayangi Anda seperti apa adanya diri Anda, tapi saya akan lebih menyayangi Anda jika Anda hidup tanpa rokok !" 

Salam hangat,

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Stop Teen Dating Violence Campaign !!


Stop Teen Dating Violence Campaign !!
(Hentikan kekerasan dalam berpacaran !!)


In faith, I do not love you with my eyes
For they in you a thousand errors will note;
But this is my heart that loves what they despise
Who, in despite of view, is pleased to dote
Nor are my ears with your tongue’s tune delighted
Nor tender feeling to base prone touches
Nor taste nor smell desire to be invited
To any sensual feast with you alone
But my five wits nor my five senses can
Dissuade one foolish heart from serving you
Who leaves unswayed the likeness of man
Your proud heart’s slave and vassal-wretch to be
Only my plague thus far I count my gain
That she that makes me sin awards me pain

From Sonnets and ‘A lover’s complaint’, Shakespeare

Beberapa orang mungkin tidak pernah menyadari bahwa kejadiaan ini dekat dengan kita, teman-teman kita, saudara kita, bahkan anak-anak kita…
Semua itu tidak terdengar karena kebanyakan saat sedang jatuh cinta, kita menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya dan membuat kita rela diperlakukan atau melakukan apapun demi si dia. Padahal, cemburu berlebihan, membentak, memaki, memukul, menampar, itu semua bukan bentuk rasa cinta, tapi kekerasan. Kalau bingung membedakan antara kekerasan dengan cinta, berarti kita sudah dibutakan oleh cinta. Untuk membedakannya, ingatlah bahwa cinta itu lemah lembut, sabar, rendah hati, penuh kasih, dan tidak ada kekerasan dalam cinta.
Kekerasan yang bisa terjadi adalah kekerasan fisik, emosional bahkan seksual…
Teen Dating Violence sudah mendapat perhatian serius di USA, namun Indonesia, istilah ini bahkan belum familiar terdengar di masyarakat.
Beberapa penelitian di USA disebutkan tingginya angka kejadian…yaitu 1 diantara 5 pelajar wanita telah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh pasangan mereka 1. Di Indonesia ???
Fakta lain menyebutkan 81% orang tua yang disurvey, tidak mengetahui dan tidak perduli dengan Teen Dating Violence2.
Pertanyaannya adalah kepada siapa remaja-remaja kita akan mengadu ???
Saatnya kita ikut menghentikan ini semua, Stop Teen Dating Violence !!
Jadilah orang pertama yang membenci kekerasan…apalagi kekerasan atas nama CINTA !

1. (Jay G. Silverman, PhD; Anita Raj, PhD; Lorelei A. Mucci, MPH; and Jeanne E. Hathaway, MD, MPH, “Dating Violence Against Adolescent Girls and Associated Substance Use, Unhealthy Weight Control, Sexual Risk Behavior, Pregnancy, and Suicidality,” Journal of the American Medical Association, Vol. 286, (No. 5, 2001).)

2. “Women’s Health,” June/July 2004, Family Violence Prevention Fund and Advocates for Youth,
http://www.med.umich.edu/whp/newsletters/summer04/p03-dating.html, (Last visited 9/23/04).
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label campaign. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2016

Campaign - Diet Kantong Plastik


pinterest

Setelah ditetapkan mulai tanggal 21 Februari 2016 kemarin kita harus mulai belajar mengurangi penggunaan kantong kresek/plastik, kebijakan pemerintah ini ditetapkan bertepatan dengan hari perduli sampah nasional. Saya sendiri sangat setuju dengan kebijakan ini, meskipun saya sadar bahwa kantong kresek/plastik masih sangat sering kita gunakan, dan sepertinya kita masih banyak bergantung dengan kantong-kantong ini namun alangkah baiknya ketika mau tidak mau kita dipaksa untuk secara sadar tidak menggunakannya secara berlebihan.

Aturan ini saya ketahui awal Februari lalu saat saya berbelanja di salah satu supermarket, karena saya cukup sering ke sana dengan hampir selalu membawa bayi lucu yang tentu saja membeli keperluan bayi jadi setidaknya satu bulan sekali saya pasti kesana. Si mbak kasir yang cukup mengenal saya langsung memberitahu aturan kantong plastik  pada saya. Penggunaan plastik di supermarket tersebut bisa diganti dengan kerdus bekas, atau harus membayar Rp. 200,- jika tetap memakai kantong plastik. Ternyata hampir semua minimarket di sekitar lingkungan saya pun sudah menerapkan kebijakan tersebut. Malah yang saya baca di Ambon kantong plastik berharga Rp.5000, Banjarmasin Rp. 1.500,- dan Aceh Rp 500,- semakin mahal pastinya kita semakin berfikir panjang untuk membeli kantong plastik.

Saya termasuk orang yang sedia kantong bekas di tas saya, baik itu kantong kresek atau kantong kain. Kebiasaan itu sudah saya terapkan sejak dulu, selalu ada kantong kresek bekas untuk keadaan darurat dan tas kain yang biasanya saya gunakan untuk membawa pekerjaan kantor yang harus dibawa pulang ke rumah.

Sekarang mungkin saat yang baik untuk memulai mengurangi penggunaan kantong plastik ini, mengingat Indonesia adalah negara ke-2 pembuang sampah plastik ke laut terbesar di dunia setelah Cina. Jadi mulai dari sekarang pasti akan sangat baik. Membantu mengatasi masalah pencemaran, mulai perduli pada lingkungan berarti perduli pada masa depan kita dan anak cucu kita.


Sabtu, 28 Februari 2015

Kembali dengan Sepucuk Surat (Save Mail)

pinterest

Beberapa minggu ini saya sedang mulai kembali mengirim surat, iya surat...yang ditulis tangan dan bukan diketik, yang dibungkus amplop dan dikirim melalui kantor pos. Iya...yang itu ^^. Mungkin saya menjadi bagian dari orang-orang sedikit yang masih melakukannya. Sebulan yang lalu saya juga masih menjadi bagian dari orang-orang yang berfikir untuk apa mengirim surat jika telepon pintar ada digenggaman kita. Jika hanya sekedar mengucapkan kalimat pendek kita bisa kita lakukan hanya beberapa menit, cerita panjangpun dan kita kirim dengan email yang super praktis. Dan dengan cepat akan segera diterima tepat waktu.

Sampai kemudian saya berjanji kepada seorang sahabat untuk mengirimkan sepucuk surat jika saya merindukannya, dan ternyata itu menyenangkan..yeayyy ! Saya menyukainya, bahkan sebelum saya mulai menuliskan kata pertama saya. Sejak saya mulai mencari kertas mana yang akan saya gunakan untuk menulis, menyiapkan pena, dan kemudian memikirkan kalimat pembuka yang sempurna. Tulisan saya tidak bagus, kata-kata yang saya tuliskan pun tidak indah...hanya sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan perasaan saya hari itu, tapi rasanya berbeda dengan kita pertukar kabar dengan SMS, BBM, atau email. 

Kemudian perasaan berdebar saat menunggu apakah surat itu tiba dengan selamat di tangan yang tepat dan sangat membahagiakan ketika surat kita tiba pada orang yang kita tuju. Rasanya indah...dan tentu saja tidak biasa.

Sesekali, luangkan waktu Anda untuk menulis surat untuk sesorang...teman, sahabat, orang terkasih atau siapa saja. Bukan sekedar memberi kabar yang dibatasi kata, atau tulisan dengan font yang itu-itu saja dan membosankan. Sesekali, bagilah kabar Anda dengan goresan tangan Anda, itu lebih berarti karena datangnya pasti dari hati...^^

Jangan percaya tulisan saya ini sebelum Anda mencobanya ^^

Minggu, 06 Juli 2014

Jelang Pilpres - Pempimpinku

pinterest

Jelang pilpres kali ini saya agak terganggu dengan berbagai macam jenis kampanye yang penuh 'kehitaman' yang bikin geleng-geleng kepala. Mungkin pilpres kali ini memang yang paling 'kejam' menurut sejarah pilpres di Indonesia. Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari tenang sebelum tanggal 9 Juli nanti waktu pemungutan suara. Tapi kenyataannya tidak sepenuhnya saya bisa tenang, mungkin poster, gambar dan umbul-umbul sudah dibersihkan di jalanan tapi kalo di media sosial bisa nggak dibersihkan ? Sepertinya sich tidak. Medsos justru menjadi salah satu media penyebar berita paling mudah dan tak terawasi. Mungkin awalnya memang dukungan tapi lama-lama merembet jadi menjelek-jelekan nomer sebelahnya. Trus gara-gara itu juga yang tadinya kawan jadi musuhan ^^. Ah, itu yang bikin saya jadi malas membuka medsos lama-lama.

Saya sendiri sebenarnya sudah menetapkan pilihan ke salah satu calon yang saya anggap pantas menjadi pempimpin negeri ini. Dia tidak harus yang terbaik, tapi mampu berbuat kebaikan untuk bangsanya. Dia tidak harus paling pintar, tapi dia mampu memintarkan negerinya. Dia tidak harus kaya, tapi harus seorang yang dermawan sehingga mampu menjadikan rakyatnya lebih sejahtera. Saya harapkan pempimpin yang penuh cinta, cinta negerinya, cinta rakyatnya, dan yang paling utama cinta Tuhan-Nya. Satu yang sangat saya harapkan adalah pempimpin yang tidak takut pada apapun kecuali hanya pada Tuhan-Nya. Karena dengan begitu dia akan selalu ingat ketika pengadilan Allah nanti harus berhadapan dengan seperempat milyar jiwa manusia Indonesia yang mungkin akan menuntutnya bila ia tidak amanah. Dia yang saya pilih mungkin hanya yang saya pilih dari pengelihatan, dan pendengaran lahiriyah, saya tidak tahu isi hati seseorang, istikarah saya juga mungkin tidak bermutu, tapi saya berharap saya benar memilih pempimpin yang mampu menekan hawa nafsunya.

Terlepas dari semua itu sesungguhnya saya memiliki harapan besar untuk kelangsungan Indonesia dikemudian hari. Tidak hanya hari ini, tidak hanya masalah tentang siapa yang menang dan kalah, atau siapa yang akan menjadi presiden nantinya. Tapi siapapun dia nantinya saya harap merupakan pilihan terbaik untuk bangsa ini. Aamiin.

"Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain sengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain." Ali ibn Abi Thalib

Tanggal 9 Juli nanti yuk kita nyobos !

Sabtu, 01 Desember 2012

Persembahan - Akan baik-baik saja




Kamu, mungkin capek menoleh 
Malas berfikir asal mulanya hari ini
Sudahlah kawan,
Berhenti memikirkan hari itu

Kami tak perduli waktu lalumu
Sekarang, yang kami ingin
Kau baik-baik saja 
dan akan terus baik-baik saja

Kawan, kami mungkin tak cukup daya membantumu
mungkin kami tak ada di sampingmu
tak mungkin menghapus dukamu
tapi kau hadir dalam doa kami
karena kami ingin, kau, mereka dan siapapun...
akan baik-baik saja
agar kita, bangsa ini, dunia ini dan anak cucu kita
akan baik-baik saja

Persembahan   untuk hari Aids sedunia 2012, untuk dunia dan kehidupan yang lebih baik

Kamis, 31 Mei 2012

World No Tobacco Day - Start form today!


Kehidupan kadang tidak langsung memberi alasan pada suatu kejadian, namun terkadang dia memberikan jawaban melalui kehidupan orang lain. Sahabat saya selalu mengingatkan, bahwa pelajaran terbaik dapat kita peroleh dari pengalaman orang  lain. Karena hidup terlalu singkat untuk merasakan semua pengalaman yang mungkin dapat terjadi di dunia ini.

Kita hidup dengan para perokok di sekeliling kita, kita mungkin menyayangi satu atau lebih dari mereka, dan kita masih menyayangi mereka seperti apa adanya diri mereka. Tapi terkadang mereka lupa, bahwa kita ingin mereka menyayangi diri mereka sendiri selain kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kita...
Pagi telah turun, saya pintal melalui sebuah benang penghubung untuk siapa saja yang menyayangi dirinya sendiri, menyayangi keluarga, sahabat dan kerabat, dan menyayangi orang di sekitarnya, yang tentu saja mencintai kehidupannya untuk bersama-sama merajut sebuah ikatan penuh kasih tanpa saling menyakiti, tanpa rokok di kehidupan kita. 

Hari ini, saya bersedia membagi pengalaman saya dengan Anda, atau siapa saja. Bahwa Anda tidak harus menjadi saya untuk kehilangan orang yang Anda kasihi karena rokok. Biarlah pengalaman saya, dapat menjadi pelajaran bagi Anda. 

Hari ini tanggal 31 Mei biasa diperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), mari kita mulai membantu orang-orang yang kita sayangi untuk mulai menjauh dari rokok. "Saya menyayangi Anda seperti apa adanya diri Anda, tapi saya akan lebih menyayangi Anda jika Anda hidup tanpa rokok !" 

Salam hangat,

Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Kamis, 19 November 2009

Stop Teen Dating Violence Campaign !!


Stop Teen Dating Violence Campaign !!
(Hentikan kekerasan dalam berpacaran !!)


In faith, I do not love you with my eyes
For they in you a thousand errors will note;
But this is my heart that loves what they despise
Who, in despite of view, is pleased to dote
Nor are my ears with your tongue’s tune delighted
Nor tender feeling to base prone touches
Nor taste nor smell desire to be invited
To any sensual feast with you alone
But my five wits nor my five senses can
Dissuade one foolish heart from serving you
Who leaves unswayed the likeness of man
Your proud heart’s slave and vassal-wretch to be
Only my plague thus far I count my gain
That she that makes me sin awards me pain

From Sonnets and ‘A lover’s complaint’, Shakespeare

Beberapa orang mungkin tidak pernah menyadari bahwa kejadiaan ini dekat dengan kita, teman-teman kita, saudara kita, bahkan anak-anak kita…
Semua itu tidak terdengar karena kebanyakan saat sedang jatuh cinta, kita menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya dan membuat kita rela diperlakukan atau melakukan apapun demi si dia. Padahal, cemburu berlebihan, membentak, memaki, memukul, menampar, itu semua bukan bentuk rasa cinta, tapi kekerasan. Kalau bingung membedakan antara kekerasan dengan cinta, berarti kita sudah dibutakan oleh cinta. Untuk membedakannya, ingatlah bahwa cinta itu lemah lembut, sabar, rendah hati, penuh kasih, dan tidak ada kekerasan dalam cinta.
Kekerasan yang bisa terjadi adalah kekerasan fisik, emosional bahkan seksual…
Teen Dating Violence sudah mendapat perhatian serius di USA, namun Indonesia, istilah ini bahkan belum familiar terdengar di masyarakat.
Beberapa penelitian di USA disebutkan tingginya angka kejadian…yaitu 1 diantara 5 pelajar wanita telah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual oleh pasangan mereka 1. Di Indonesia ???
Fakta lain menyebutkan 81% orang tua yang disurvey, tidak mengetahui dan tidak perduli dengan Teen Dating Violence2.
Pertanyaannya adalah kepada siapa remaja-remaja kita akan mengadu ???
Saatnya kita ikut menghentikan ini semua, Stop Teen Dating Violence !!
Jadilah orang pertama yang membenci kekerasan…apalagi kekerasan atas nama CINTA !

1. (Jay G. Silverman, PhD; Anita Raj, PhD; Lorelei A. Mucci, MPH; and Jeanne E. Hathaway, MD, MPH, “Dating Violence Against Adolescent Girls and Associated Substance Use, Unhealthy Weight Control, Sexual Risk Behavior, Pregnancy, and Suicidality,” Journal of the American Medical Association, Vol. 286, (No. 5, 2001).)

2. “Women’s Health,” June/July 2004, Family Violence Prevention Fund and Advocates for Youth,
http://www.med.umich.edu/whp/newsletters/summer04/p03-dating.html, (Last visited 9/23/04).