Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 22 Maret 2010

Jika...


JIKA(If)
Sajak E.E. Cummings

Jika muka berbintik adalah keindahan, dan siang adalah malam,
Dan campak adalah hal baik dan sebuah kebohongan bukanlah kebohongan,
Hidup akanlah terasa menyenangkan, --
Tapi segala sesuatunya tidaklah akan berjalan dengan benar
Untuk hal-hal yang seperti dalam keadaan yang menyedihkan
Aku tidaklah dapat menjadi aku
Jika bumi adalah sorga dan akibat adalah sebab,
Dan masa lalu adalah kekinian, dan kesalahan adalah kebenaran,
Itu mungkinlah suatu pengertian
Tapi aku berada dalam ketegangan
Untuk berada dalam sebuah kepura-puraan
Kamu tidaklah akan menjadi kamu.
Jika ketakutan adalah keberanian, dan bundar adalah persegi,
Dan kotor adalah bersih dan tangis adalah gembira
Segala sesuatu akan terlihat terang,
Akan tetapi mereka semua akanlah putus asa,
Untuk jika di sini adalah di sana
Kita tidaklah akan menjadi kita.

Untuk kehidupan lebih baik...
Sabtu, 20 Maret 2010

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun
Minggu, 07 Maret 2010

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???

Jika...


JIKA(If)
Sajak E.E. Cummings

Jika muka berbintik adalah keindahan, dan siang adalah malam,
Dan campak adalah hal baik dan sebuah kebohongan bukanlah kebohongan,
Hidup akanlah terasa menyenangkan, --
Tapi segala sesuatunya tidaklah akan berjalan dengan benar
Untuk hal-hal yang seperti dalam keadaan yang menyedihkan
Aku tidaklah dapat menjadi aku
Jika bumi adalah sorga dan akibat adalah sebab,
Dan masa lalu adalah kekinian, dan kesalahan adalah kebenaran,
Itu mungkinlah suatu pengertian
Tapi aku berada dalam ketegangan
Untuk berada dalam sebuah kepura-puraan
Kamu tidaklah akan menjadi kamu.
Jika ketakutan adalah keberanian, dan bundar adalah persegi,
Dan kotor adalah bersih dan tangis adalah gembira
Segala sesuatu akan terlihat terang,
Akan tetapi mereka semua akanlah putus asa,
Untuk jika di sini adalah di sana
Kita tidaklah akan menjadi kita.

Untuk kehidupan lebih baik...

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???

Senin, 22 Maret 2010

Jika...


JIKA(If)
Sajak E.E. Cummings

Jika muka berbintik adalah keindahan, dan siang adalah malam,
Dan campak adalah hal baik dan sebuah kebohongan bukanlah kebohongan,
Hidup akanlah terasa menyenangkan, --
Tapi segala sesuatunya tidaklah akan berjalan dengan benar
Untuk hal-hal yang seperti dalam keadaan yang menyedihkan
Aku tidaklah dapat menjadi aku
Jika bumi adalah sorga dan akibat adalah sebab,
Dan masa lalu adalah kekinian, dan kesalahan adalah kebenaran,
Itu mungkinlah suatu pengertian
Tapi aku berada dalam ketegangan
Untuk berada dalam sebuah kepura-puraan
Kamu tidaklah akan menjadi kamu.
Jika ketakutan adalah keberanian, dan bundar adalah persegi,
Dan kotor adalah bersih dan tangis adalah gembira
Segala sesuatu akan terlihat terang,
Akan tetapi mereka semua akanlah putus asa,
Untuk jika di sini adalah di sana
Kita tidaklah akan menjadi kita.

Untuk kehidupan lebih baik...

Sabtu, 20 Maret 2010

Kesenangan dan Kesedihan


Kesenangan dan kesedihan
(Kahlil Gibran)

Kesenanganmu adalah kesedihan yang tersembunyi
Dan dalam diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri
yang seringkali kaupenuhi dengan air mata
Bagaimana tidak ?
Semakin dalam kesedihan menggali lubang dalam wujudmu, semakin
banyak kesenangan yang akan dapat kau tampung
Bukankah gelas yang menyimpan anggurmu adalah gelas yang dibakar
bersama tembikar ?
Dan tidakkah seruling yang melambungkan jiwamu adalah bambu
yang dikerat dengan pisau ?
Ketika engkau gembira, lihatlah di kedalaman hatimu, dan engkau akan
melihat bahwa sebenarnya engkau sedang meratapi sesuatu yang
pernah menjadi kebahagiaanmu

Diantaramu ada yang berkata, “Kesenangan lebih besar dari kesedihan,” dan
yang lain berkata, “Bukan, kesedihanlah yang lebih besar.”
Tapi kukatakan kepadamu, keduanya tak terpisahkan
Bersama mereka datang, dan ketika salah satu duduk bercengkerama
bersamamu di beranda, maka yang lain sedang berbaring menunggumu
di tempat tidur.
Sesungguhnyalah engkau bergerak seperti skala yang berayun antara kesedihan
dan kesenanganmu
Hanya jika engkau kosong, maka engkau dapat berada pada keadaan tetap
dan seimbang
Ketika sang penjaga harta mengangkatmu untuk mengukur emas dan peraknya,
maka ia memerlukan kesenangan atau kesedihanmu dan menjadikannya
bergerak naik dan turun

Minggu, 07 Maret 2010

Time to say goodbye ???


Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Guruku, ceritakan padaku tentang perpisahan.” Mendengar pertanyaan itu sang guru tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana ia mulai bercerita.

“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain. Itulah proses, itulah roda, itulah waktu.

Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya. Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya – lalu memeluk erat putik bunga – untuk menjadi buah?”

Time to say goodbye ???