Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 12 Desember 2010

My Sister's Keeper

Jika anda suka film drama, menyukai film "notebook"...
Saya rasa anda harus menonton film ini...



My Sister's Keeper

Sebuah film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama...


Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) lahir dari proses pembuahan dalam tabung. Kelahirannya hanya untuk menjadi donor bagi Kate (Sofia Vassilieva), kakaknya yang menderita leukimia. Seumur hidupnya, Anna tak punya kesempatan untuk hidup sebagai dirinya sendiri.
Suatu ketika, Kate didiagnosa gagal ginjal dan karenanya Anna harus bersiap-siap merelakan satu ginjalnya untuk Kate. Di saat yang menentukan ini, Anna membuat sebuah keputusan besar dengan menyewa pengacara bernama Campbell Alexander (Alec Baldwin) untuk menuntut kedua orang tuanya karena telah memanfaatkan hidupnya untuk keperluan donor.

Kenyataannya, inti kisah ini bukan terletak di sana. Tapi lebih dari itu...
Bukan hanya tentang satu cinta...tapi banyak cinta...
Bukan tentang sulitnya mencari cinta...tapi tentang sulitnya dicintai...
Bukan tentang sulitnya bertahan...tapi tentang sulitnya melepas...
Bukan tentang sulitnya berkorban...tapi tentang sulitnya berhenti berkorban...
Yes...the movie makes you cry...


Awalnya, saya menonton film ini karena saya suka Cameron Diaz...
Tapi akhirnya, saya suka film ini mungkin karena ada Cameron Diaz atau mungkin juga tidak...tapi yang jelas, saya suka film ini....itu saja ^_^




Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...

Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...: "Saya selalu bilang, ini buku favorit saya... Karena saya belajar banyak dari buku ini... Randy Pausch, seorang prosesor dalam bida..."
Kamis, 09 Desember 2010

Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life"


Saya selalu bilang, ini buku favorit saya...

Karena saya belajar banyak dari buku ini... 


Randy Pausch, seorang prosesor dalam bidang ilmu komputer di Carnegie Mellon University, Pennsylvania. Amerika Serikat yang terkenal karena kuliah terakhirnya yang ia berikan di kampus tersebut berjudul “Really Achieving Your Childhood Dreams” sebelum akhirnya meninggal dunia pada usia 47 tahun karena kanker pankreas.

Randy Pausch yang berusia 47 tahun kembali ke Carnegie Mellon University untuk memberikan kuliah terakhir kepada para kolega, mahasiswa, dan temannya. Profesor ilmu komputer ini berpikir bahwa mungkin sekitar 150 orang yang hadir, tetapi auditorium dengan 400 kursi itu penuh sesak. Selama 1 jam, Randy menyatakan isi hatinya sebagai bentuk perpisahan yang menyentuh, berwawasan, dan humoris, serta lebih berfokus pada kehidupan daripada kematian. Beberapa minggu kemudian, rekaman video dari kuliah tersebut telah dilihat jutaan orang di Internet dan menjadi topik dari buku terlaris. Mereka yang menghadapi kematian seringkali memiliki pandangan yang jelas dan luar biasa tentang apa yang terpenting dalam kehidupan (klik disini untuk melihat video).


Randy Pausch menggambarkan kanker sebagai "masalah teknis" Bagaimana cara ini berguna untuk melihat pada penyakitnya?
Dia berbicara tentang kuliah sebagai sarana ekspresi, dan cara untuk menjangkau anak-anaknya: "Jika saya adalah pelukis, aku akan melukis untuk mereka. Jika saya seorang musisi, saya akan menggubah musik. Tapi aku adalah seorang dosen, jadi saya mengajar kuliah " Ada banyak cara untuk berkomunikasi.


Kenyataannya, rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.



“It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life”
Dan bagi saya, buku ini mengajarkan saya  untuk terus berjuang dan mensyukuri hidup... apapun yang saya rasakan.

My Sister's Keeper

Jika anda suka film drama, menyukai film "notebook"...
Saya rasa anda harus menonton film ini...



My Sister's Keeper

Sebuah film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama...


Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) lahir dari proses pembuahan dalam tabung. Kelahirannya hanya untuk menjadi donor bagi Kate (Sofia Vassilieva), kakaknya yang menderita leukimia. Seumur hidupnya, Anna tak punya kesempatan untuk hidup sebagai dirinya sendiri.
Suatu ketika, Kate didiagnosa gagal ginjal dan karenanya Anna harus bersiap-siap merelakan satu ginjalnya untuk Kate. Di saat yang menentukan ini, Anna membuat sebuah keputusan besar dengan menyewa pengacara bernama Campbell Alexander (Alec Baldwin) untuk menuntut kedua orang tuanya karena telah memanfaatkan hidupnya untuk keperluan donor.

Kenyataannya, inti kisah ini bukan terletak di sana. Tapi lebih dari itu...
Bukan hanya tentang satu cinta...tapi banyak cinta...
Bukan tentang sulitnya mencari cinta...tapi tentang sulitnya dicintai...
Bukan tentang sulitnya bertahan...tapi tentang sulitnya melepas...
Bukan tentang sulitnya berkorban...tapi tentang sulitnya berhenti berkorban...
Yes...the movie makes you cry...


Awalnya, saya menonton film ini karena saya suka Cameron Diaz...
Tapi akhirnya, saya suka film ini mungkin karena ada Cameron Diaz atau mungkin juga tidak...tapi yang jelas, saya suka film ini....itu saja ^_^




Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...

Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...: "Saya selalu bilang, ini buku favorit saya... Karena saya belajar banyak dari buku ini... Randy Pausch, seorang prosesor dalam bida..."

Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life"


Saya selalu bilang, ini buku favorit saya...

Karena saya belajar banyak dari buku ini... 


Randy Pausch, seorang prosesor dalam bidang ilmu komputer di Carnegie Mellon University, Pennsylvania. Amerika Serikat yang terkenal karena kuliah terakhirnya yang ia berikan di kampus tersebut berjudul “Really Achieving Your Childhood Dreams” sebelum akhirnya meninggal dunia pada usia 47 tahun karena kanker pankreas.

Randy Pausch yang berusia 47 tahun kembali ke Carnegie Mellon University untuk memberikan kuliah terakhir kepada para kolega, mahasiswa, dan temannya. Profesor ilmu komputer ini berpikir bahwa mungkin sekitar 150 orang yang hadir, tetapi auditorium dengan 400 kursi itu penuh sesak. Selama 1 jam, Randy menyatakan isi hatinya sebagai bentuk perpisahan yang menyentuh, berwawasan, dan humoris, serta lebih berfokus pada kehidupan daripada kematian. Beberapa minggu kemudian, rekaman video dari kuliah tersebut telah dilihat jutaan orang di Internet dan menjadi topik dari buku terlaris. Mereka yang menghadapi kematian seringkali memiliki pandangan yang jelas dan luar biasa tentang apa yang terpenting dalam kehidupan (klik disini untuk melihat video).


Randy Pausch menggambarkan kanker sebagai "masalah teknis" Bagaimana cara ini berguna untuk melihat pada penyakitnya?
Dia berbicara tentang kuliah sebagai sarana ekspresi, dan cara untuk menjangkau anak-anaknya: "Jika saya adalah pelukis, aku akan melukis untuk mereka. Jika saya seorang musisi, saya akan menggubah musik. Tapi aku adalah seorang dosen, jadi saya mengajar kuliah " Ada banyak cara untuk berkomunikasi.


Kenyataannya, rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.



“It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life”
Dan bagi saya, buku ini mengajarkan saya  untuk terus berjuang dan mensyukuri hidup... apapun yang saya rasakan.

Minggu, 12 Desember 2010

My Sister's Keeper

Jika anda suka film drama, menyukai film "notebook"...
Saya rasa anda harus menonton film ini...



My Sister's Keeper

Sebuah film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama...


Anna Fitzgerald (Abigail Breslin) lahir dari proses pembuahan dalam tabung. Kelahirannya hanya untuk menjadi donor bagi Kate (Sofia Vassilieva), kakaknya yang menderita leukimia. Seumur hidupnya, Anna tak punya kesempatan untuk hidup sebagai dirinya sendiri.
Suatu ketika, Kate didiagnosa gagal ginjal dan karenanya Anna harus bersiap-siap merelakan satu ginjalnya untuk Kate. Di saat yang menentukan ini, Anna membuat sebuah keputusan besar dengan menyewa pengacara bernama Campbell Alexander (Alec Baldwin) untuk menuntut kedua orang tuanya karena telah memanfaatkan hidupnya untuk keperluan donor.

Kenyataannya, inti kisah ini bukan terletak di sana. Tapi lebih dari itu...
Bukan hanya tentang satu cinta...tapi banyak cinta...
Bukan tentang sulitnya mencari cinta...tapi tentang sulitnya dicintai...
Bukan tentang sulitnya bertahan...tapi tentang sulitnya melepas...
Bukan tentang sulitnya berkorban...tapi tentang sulitnya berhenti berkorban...
Yes...the movie makes you cry...


Awalnya, saya menonton film ini karena saya suka Cameron Diaz...
Tapi akhirnya, saya suka film ini mungkin karena ada Cameron Diaz atau mungkin juga tidak...tapi yang jelas, saya suka film ini....itu saja ^_^




Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...

Arina for Life...: Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your ...: "Saya selalu bilang, ini buku favorit saya... Karena saya belajar banyak dari buku ini... Randy Pausch, seorang prosesor dalam bida..."

Kamis, 09 Desember 2010

Randy Pausch- "It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life"


Saya selalu bilang, ini buku favorit saya...

Karena saya belajar banyak dari buku ini... 


Randy Pausch, seorang prosesor dalam bidang ilmu komputer di Carnegie Mellon University, Pennsylvania. Amerika Serikat yang terkenal karena kuliah terakhirnya yang ia berikan di kampus tersebut berjudul “Really Achieving Your Childhood Dreams” sebelum akhirnya meninggal dunia pada usia 47 tahun karena kanker pankreas.

Randy Pausch yang berusia 47 tahun kembali ke Carnegie Mellon University untuk memberikan kuliah terakhir kepada para kolega, mahasiswa, dan temannya. Profesor ilmu komputer ini berpikir bahwa mungkin sekitar 150 orang yang hadir, tetapi auditorium dengan 400 kursi itu penuh sesak. Selama 1 jam, Randy menyatakan isi hatinya sebagai bentuk perpisahan yang menyentuh, berwawasan, dan humoris, serta lebih berfokus pada kehidupan daripada kematian. Beberapa minggu kemudian, rekaman video dari kuliah tersebut telah dilihat jutaan orang di Internet dan menjadi topik dari buku terlaris. Mereka yang menghadapi kematian seringkali memiliki pandangan yang jelas dan luar biasa tentang apa yang terpenting dalam kehidupan (klik disini untuk melihat video).


Randy Pausch menggambarkan kanker sebagai "masalah teknis" Bagaimana cara ini berguna untuk melihat pada penyakitnya?
Dia berbicara tentang kuliah sebagai sarana ekspresi, dan cara untuk menjangkau anak-anaknya: "Jika saya adalah pelukis, aku akan melukis untuk mereka. Jika saya seorang musisi, saya akan menggubah musik. Tapi aku adalah seorang dosen, jadi saya mengajar kuliah " Ada banyak cara untuk berkomunikasi.


Kenyataannya, rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.



“It’s not about how to achieve your dream, but about how to live your life”
Dan bagi saya, buku ini mengajarkan saya  untuk terus berjuang dan mensyukuri hidup... apapun yang saya rasakan.