Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 18 April 2011

Saya Pengajar Maka Saya Belajar




Orang kadang beranggapan kalau sudah jadi pengajar seperti guru atau dosen maka ia berhenti belajar.
Seorang belajar adalah kewajiban murid bukan untuk guru.
Padahal guru dan murid sama-sama manusia yang memiliki kewajiban belajar
sehingga praktek mengajar bukan final dari tahapan seseorang yang sedang belajar.
Belajar adalah sikap hidup, sementara mengajar adalah pengabdian.

Di Universitas Kehidupan, belajar tidak mengenal ruang dan waktu,
beberapa situasi dapat saja kita petik pelajaran dan hikmahnya.
Dibawah ini adalah beberapa situasi yang memungkinkan kita bisa mengambil pelajaran yang saya rangkum dari berbagai sumber.



Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar,
Walaupun saya selalu memberikan kepedulian yang besar kepada setiap orang,
tapi tidak semua orang akan memberikan kepedulian yang sama kepada Saya.

Saya belajar,
Bahwa butuh waktu bertahun - tahun untuk membangun kepercayaan.
Dan beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar,
Bahwa bukan apa yang saya punya
tetapi Siapa yang saya punya adalah yang terpenting dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa orang yang saya kira jahat,
adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya serta begitu perhatian..

Saya belajar,
Bahwa seharusnya tidak selalu membandingkan diri saya
dengan yang yang terbaik dalam bidangnya.

Saya belajar,
Bahwa sahabat terbaik saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu yang terbaik.

Saya belajar,
Bahwa Saya dapat melakukan jauh lebih baik
setelah saya tidak bisa melakukannya.

Saya belajar,
Bahwa Saya mengendalikan sikap saya
atau sebaliknya ia yang mengendalikan saya.

Saya belajar,
Bahwa pahlawan adalah orang yang melakukan apa yang harus dilakukan
ketika hal itu dibutuhkan, apapun konsekuensinya

Saya belajar,
Bahwa uang adalah cara terburuk untuk mempertahankan sesuatu

Saya belajar,
Bahwa kedewasaan lebih banyak kaitannya dengan jenis pengalaman yang kita punya
dan apa yang sudah kita pelajari darinya
dan bukan dengan berapa kali kita merayakan ulang tahun.

Saya belajar,
Bahwa tak peduli seberapa baik seorang teman berlaku kepada kita,
dia akan sesekali menyaiti kita, dan kita harus memaafkannya.

Saya belajar,
Bahwa terkadang tidak cukup untuk dimaafkan oleh orang lain.
Terkadang kita harus belajar untuk memaafkan diri sendiri.

Saya belajar,
Bahwa walapun keadaan hati saya sangat parah,
dunia tidak akan berhenti karena kesedihan saya itu.

Saya belajar,
Bahwa latar belakang dan keadaan kita bisa jadi yang telah menjadikan kita siapa kita,
tetapi kitalah yang harus bertanggungjawab atas diri kita.

Saya belajar,
Bahwa hanya karena dua orang bertengkar, bukan berarti mereka tidak saling mencintai;
sebaliknya, hanya karena mereka tidak bertengkar bukan berarti mereka saling mencintai.

Saya belajar,
Bahwa Kita tidak harus berganti teman
jika kita paham bahwa teman akan selalu berubah.

Saya belajar,
Bahwa kita tidak seharusnya terlalu bernafsu menemukan suatu rahasia
karena ia dapat mengubah hidup kita selamanya.

Saya belajar,
Bahwa dua orang dapat melihat sesuatu dengan penglihatan yang sama persis;
demikian pula sebaliknya, dua orang mungkin melihat sesuatu dengan penglihatan yang benar-benar beda.

Saya belajar,
Bahwa sahabat sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan jarak dan waktu.
Dan beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar,
Bahwa saya dapat melakukan banyak hal secara instan (tanpa banyak pertimbangan)
tetapi itu akan mendatangkan kesedihan dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan,
bukan berarti dia tidak mencintai saya.

Saya belajar,
Bahwa sebaik baik pasangan mereka pasti pernah melukai perasaannya.
Dan untuk itu kita harus mema'afkan....

Saya belajar,
Bahwa saya harus mengampuni diri sendiri dan orang lain
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.

Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat merubah seorang yang saya sayangi,
melainkan bergantung pada diri mereka sendiri.
Dan saya hanya bisa merubah diri saya sendiri.

Saya belajar,
Bahwa kata - kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai....

Saya belajar,
Bahwa Saya membutuhkan waktu
untuk menjadi orang yang saya inginkan

Diambil dari  Deden Wahyudin dengan penyesuaian.

dengan cinta,
Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Jumat, 15 April 2011

ketika saya kangen nulis...


Lama juga nggak ngeblog, rasanya kangen juga. Tapi kemudian bingung mau nulis apa ? ^^
Jadinya beberapa hari ini terbayang-bayang buat nulis tapi nggak sempet-sempet juga. Kemudian saya jadi sadar bahwa saya suka banget sama kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis ini. Bahkan dulu saya pernah bermimpi dapat menjadi seorang penulis yang dapat memberi manfaat buat orang lain. Dan sepertinya itu masih menjadi mimpi saya hingga sekarang.

Buat saya, menulis sama menyenangkannya dengan membaca. Keduanya memang saling berhubungan seperti sebuah sinergi yang berkelanjutan. Melakukan salah satunya saja membuat saya merasakan keberadaan diri saya sendiri (ha..hay... mungkin ini kata-kata saya harapkan dapat mengungkapkan betapa berharganya keduanya bagi saya).
Dan beberapa hari ini saya sempat sedikit berkhayal untuk dapat menjadi seorang penulis.
Jadi ketika saya lama tidak membaca atau menulis selalu ada perasaan merindukan kegiatan ini.



Iseng-iseng cari tahu kenapa sich di dunia ini ada yang namanya tulisan? Akhirnya saya temukan kisah tentang tulisan pertama di dunia (diambil dari sini)...

Begini ceritanya :

Bangsa Sumeria dikenal sebagai bangsa pertama yang melakukan kegiatan tulis menulis di dunia.

Sekitar 3000 tahun sebelum masehi, mereka terbukti telah membuat ukiran diatas tanah liat, yang dipercaya berisikan simbol simbol yang merepresentasikan angka angka.
Selanjutnya bangsa kedua yang juga turut mengembangkan kegiatan tulis menulis ini adalah bangsa Mesir Kuno yang membuat tulisan hieroglyph, atau tulisan paku, tepatnya sekitar 2100 sebelum masehi.

Bangsa Mesir Kuno ini pula yang akhirnya berhasil menemukan cikal bakal papyrus, bahan dasar kertas yang sekarang dipergunakan oleh seluruh penduduk dunia untuk kegiatan tulis menulis.

Sepertinya, saya harus  berterima kasih pada bangsa Sumeria yang mengenalkan saya pada kegiatan yang menyenangkan ini.


Tulisan ini saya buat sekaligus mengenang Bapak Rosihan Anwar yang kemarin telah berpulang. Mengetahui betapa luar biasanya sosok beliau dan saya rasa beliau akan setuju dengan pendapat saya... (Bahagialah di sana Pak !)

Salam hormat saya


Saya Pengajar Maka Saya Belajar




Orang kadang beranggapan kalau sudah jadi pengajar seperti guru atau dosen maka ia berhenti belajar.
Seorang belajar adalah kewajiban murid bukan untuk guru.
Padahal guru dan murid sama-sama manusia yang memiliki kewajiban belajar
sehingga praktek mengajar bukan final dari tahapan seseorang yang sedang belajar.
Belajar adalah sikap hidup, sementara mengajar adalah pengabdian.

Di Universitas Kehidupan, belajar tidak mengenal ruang dan waktu,
beberapa situasi dapat saja kita petik pelajaran dan hikmahnya.
Dibawah ini adalah beberapa situasi yang memungkinkan kita bisa mengambil pelajaran yang saya rangkum dari berbagai sumber.



Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar,
Walaupun saya selalu memberikan kepedulian yang besar kepada setiap orang,
tapi tidak semua orang akan memberikan kepedulian yang sama kepada Saya.

Saya belajar,
Bahwa butuh waktu bertahun - tahun untuk membangun kepercayaan.
Dan beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar,
Bahwa bukan apa yang saya punya
tetapi Siapa yang saya punya adalah yang terpenting dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa orang yang saya kira jahat,
adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya serta begitu perhatian..

Saya belajar,
Bahwa seharusnya tidak selalu membandingkan diri saya
dengan yang yang terbaik dalam bidangnya.

Saya belajar,
Bahwa sahabat terbaik saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu yang terbaik.

Saya belajar,
Bahwa Saya dapat melakukan jauh lebih baik
setelah saya tidak bisa melakukannya.

Saya belajar,
Bahwa Saya mengendalikan sikap saya
atau sebaliknya ia yang mengendalikan saya.

Saya belajar,
Bahwa pahlawan adalah orang yang melakukan apa yang harus dilakukan
ketika hal itu dibutuhkan, apapun konsekuensinya

Saya belajar,
Bahwa uang adalah cara terburuk untuk mempertahankan sesuatu

Saya belajar,
Bahwa kedewasaan lebih banyak kaitannya dengan jenis pengalaman yang kita punya
dan apa yang sudah kita pelajari darinya
dan bukan dengan berapa kali kita merayakan ulang tahun.

Saya belajar,
Bahwa tak peduli seberapa baik seorang teman berlaku kepada kita,
dia akan sesekali menyaiti kita, dan kita harus memaafkannya.

Saya belajar,
Bahwa terkadang tidak cukup untuk dimaafkan oleh orang lain.
Terkadang kita harus belajar untuk memaafkan diri sendiri.

Saya belajar,
Bahwa walapun keadaan hati saya sangat parah,
dunia tidak akan berhenti karena kesedihan saya itu.

Saya belajar,
Bahwa latar belakang dan keadaan kita bisa jadi yang telah menjadikan kita siapa kita,
tetapi kitalah yang harus bertanggungjawab atas diri kita.

Saya belajar,
Bahwa hanya karena dua orang bertengkar, bukan berarti mereka tidak saling mencintai;
sebaliknya, hanya karena mereka tidak bertengkar bukan berarti mereka saling mencintai.

Saya belajar,
Bahwa Kita tidak harus berganti teman
jika kita paham bahwa teman akan selalu berubah.

Saya belajar,
Bahwa kita tidak seharusnya terlalu bernafsu menemukan suatu rahasia
karena ia dapat mengubah hidup kita selamanya.

Saya belajar,
Bahwa dua orang dapat melihat sesuatu dengan penglihatan yang sama persis;
demikian pula sebaliknya, dua orang mungkin melihat sesuatu dengan penglihatan yang benar-benar beda.

Saya belajar,
Bahwa sahabat sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan jarak dan waktu.
Dan beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar,
Bahwa saya dapat melakukan banyak hal secara instan (tanpa banyak pertimbangan)
tetapi itu akan mendatangkan kesedihan dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan,
bukan berarti dia tidak mencintai saya.

Saya belajar,
Bahwa sebaik baik pasangan mereka pasti pernah melukai perasaannya.
Dan untuk itu kita harus mema'afkan....

Saya belajar,
Bahwa saya harus mengampuni diri sendiri dan orang lain
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.

Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat merubah seorang yang saya sayangi,
melainkan bergantung pada diri mereka sendiri.
Dan saya hanya bisa merubah diri saya sendiri.

Saya belajar,
Bahwa kata - kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai....

Saya belajar,
Bahwa Saya membutuhkan waktu
untuk menjadi orang yang saya inginkan

Diambil dari  Deden Wahyudin dengan penyesuaian.

dengan cinta,

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

ketika saya kangen nulis...


Lama juga nggak ngeblog, rasanya kangen juga. Tapi kemudian bingung mau nulis apa ? ^^
Jadinya beberapa hari ini terbayang-bayang buat nulis tapi nggak sempet-sempet juga. Kemudian saya jadi sadar bahwa saya suka banget sama kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis ini. Bahkan dulu saya pernah bermimpi dapat menjadi seorang penulis yang dapat memberi manfaat buat orang lain. Dan sepertinya itu masih menjadi mimpi saya hingga sekarang.

Buat saya, menulis sama menyenangkannya dengan membaca. Keduanya memang saling berhubungan seperti sebuah sinergi yang berkelanjutan. Melakukan salah satunya saja membuat saya merasakan keberadaan diri saya sendiri (ha..hay... mungkin ini kata-kata saya harapkan dapat mengungkapkan betapa berharganya keduanya bagi saya).
Dan beberapa hari ini saya sempat sedikit berkhayal untuk dapat menjadi seorang penulis.
Jadi ketika saya lama tidak membaca atau menulis selalu ada perasaan merindukan kegiatan ini.



Iseng-iseng cari tahu kenapa sich di dunia ini ada yang namanya tulisan? Akhirnya saya temukan kisah tentang tulisan pertama di dunia (diambil dari sini)...

Begini ceritanya :

Bangsa Sumeria dikenal sebagai bangsa pertama yang melakukan kegiatan tulis menulis di dunia.

Sekitar 3000 tahun sebelum masehi, mereka terbukti telah membuat ukiran diatas tanah liat, yang dipercaya berisikan simbol simbol yang merepresentasikan angka angka.
Selanjutnya bangsa kedua yang juga turut mengembangkan kegiatan tulis menulis ini adalah bangsa Mesir Kuno yang membuat tulisan hieroglyph, atau tulisan paku, tepatnya sekitar 2100 sebelum masehi.

Bangsa Mesir Kuno ini pula yang akhirnya berhasil menemukan cikal bakal papyrus, bahan dasar kertas yang sekarang dipergunakan oleh seluruh penduduk dunia untuk kegiatan tulis menulis.

Sepertinya, saya harus  berterima kasih pada bangsa Sumeria yang mengenalkan saya pada kegiatan yang menyenangkan ini.


Tulisan ini saya buat sekaligus mengenang Bapak Rosihan Anwar yang kemarin telah berpulang. Mengetahui betapa luar biasanya sosok beliau dan saya rasa beliau akan setuju dengan pendapat saya... (Bahagialah di sana Pak !)

Salam hormat saya


Senin, 18 April 2011

Saya Pengajar Maka Saya Belajar




Orang kadang beranggapan kalau sudah jadi pengajar seperti guru atau dosen maka ia berhenti belajar.
Seorang belajar adalah kewajiban murid bukan untuk guru.
Padahal guru dan murid sama-sama manusia yang memiliki kewajiban belajar
sehingga praktek mengajar bukan final dari tahapan seseorang yang sedang belajar.
Belajar adalah sikap hidup, sementara mengajar adalah pengabdian.

Di Universitas Kehidupan, belajar tidak mengenal ruang dan waktu,
beberapa situasi dapat saja kita petik pelajaran dan hikmahnya.
Dibawah ini adalah beberapa situasi yang memungkinkan kita bisa mengambil pelajaran yang saya rangkum dari berbagai sumber.



Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar,
Walaupun saya selalu memberikan kepedulian yang besar kepada setiap orang,
tapi tidak semua orang akan memberikan kepedulian yang sama kepada Saya.

Saya belajar,
Bahwa butuh waktu bertahun - tahun untuk membangun kepercayaan.
Dan beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar,
Bahwa bukan apa yang saya punya
tetapi Siapa yang saya punya adalah yang terpenting dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa orang yang saya kira jahat,
adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya serta begitu perhatian..

Saya belajar,
Bahwa seharusnya tidak selalu membandingkan diri saya
dengan yang yang terbaik dalam bidangnya.

Saya belajar,
Bahwa sahabat terbaik saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu yang terbaik.

Saya belajar,
Bahwa Saya dapat melakukan jauh lebih baik
setelah saya tidak bisa melakukannya.

Saya belajar,
Bahwa Saya mengendalikan sikap saya
atau sebaliknya ia yang mengendalikan saya.

Saya belajar,
Bahwa pahlawan adalah orang yang melakukan apa yang harus dilakukan
ketika hal itu dibutuhkan, apapun konsekuensinya

Saya belajar,
Bahwa uang adalah cara terburuk untuk mempertahankan sesuatu

Saya belajar,
Bahwa kedewasaan lebih banyak kaitannya dengan jenis pengalaman yang kita punya
dan apa yang sudah kita pelajari darinya
dan bukan dengan berapa kali kita merayakan ulang tahun.

Saya belajar,
Bahwa tak peduli seberapa baik seorang teman berlaku kepada kita,
dia akan sesekali menyaiti kita, dan kita harus memaafkannya.

Saya belajar,
Bahwa terkadang tidak cukup untuk dimaafkan oleh orang lain.
Terkadang kita harus belajar untuk memaafkan diri sendiri.

Saya belajar,
Bahwa walapun keadaan hati saya sangat parah,
dunia tidak akan berhenti karena kesedihan saya itu.

Saya belajar,
Bahwa latar belakang dan keadaan kita bisa jadi yang telah menjadikan kita siapa kita,
tetapi kitalah yang harus bertanggungjawab atas diri kita.

Saya belajar,
Bahwa hanya karena dua orang bertengkar, bukan berarti mereka tidak saling mencintai;
sebaliknya, hanya karena mereka tidak bertengkar bukan berarti mereka saling mencintai.

Saya belajar,
Bahwa Kita tidak harus berganti teman
jika kita paham bahwa teman akan selalu berubah.

Saya belajar,
Bahwa kita tidak seharusnya terlalu bernafsu menemukan suatu rahasia
karena ia dapat mengubah hidup kita selamanya.

Saya belajar,
Bahwa dua orang dapat melihat sesuatu dengan penglihatan yang sama persis;
demikian pula sebaliknya, dua orang mungkin melihat sesuatu dengan penglihatan yang benar-benar beda.

Saya belajar,
Bahwa sahabat sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan jarak dan waktu.
Dan beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar,
Bahwa saya dapat melakukan banyak hal secara instan (tanpa banyak pertimbangan)
tetapi itu akan mendatangkan kesedihan dalam kehidupan saya.

Saya belajar,
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan,
bukan berarti dia tidak mencintai saya.

Saya belajar,
Bahwa sebaik baik pasangan mereka pasti pernah melukai perasaannya.
Dan untuk itu kita harus mema'afkan....

Saya belajar,
Bahwa saya harus mengampuni diri sendiri dan orang lain
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.

Saya belajar,
Bahwa saya tidak dapat merubah seorang yang saya sayangi,
melainkan bergantung pada diri mereka sendiri.
Dan saya hanya bisa merubah diri saya sendiri.

Saya belajar,
Bahwa kata - kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai....

Saya belajar,
Bahwa Saya membutuhkan waktu
untuk menjadi orang yang saya inginkan

Diambil dari  Deden Wahyudin dengan penyesuaian.

dengan cinta,

Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Jumat, 15 April 2011

ketika saya kangen nulis...


Lama juga nggak ngeblog, rasanya kangen juga. Tapi kemudian bingung mau nulis apa ? ^^
Jadinya beberapa hari ini terbayang-bayang buat nulis tapi nggak sempet-sempet juga. Kemudian saya jadi sadar bahwa saya suka banget sama kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis ini. Bahkan dulu saya pernah bermimpi dapat menjadi seorang penulis yang dapat memberi manfaat buat orang lain. Dan sepertinya itu masih menjadi mimpi saya hingga sekarang.

Buat saya, menulis sama menyenangkannya dengan membaca. Keduanya memang saling berhubungan seperti sebuah sinergi yang berkelanjutan. Melakukan salah satunya saja membuat saya merasakan keberadaan diri saya sendiri (ha..hay... mungkin ini kata-kata saya harapkan dapat mengungkapkan betapa berharganya keduanya bagi saya).
Dan beberapa hari ini saya sempat sedikit berkhayal untuk dapat menjadi seorang penulis.
Jadi ketika saya lama tidak membaca atau menulis selalu ada perasaan merindukan kegiatan ini.



Iseng-iseng cari tahu kenapa sich di dunia ini ada yang namanya tulisan? Akhirnya saya temukan kisah tentang tulisan pertama di dunia (diambil dari sini)...

Begini ceritanya :

Bangsa Sumeria dikenal sebagai bangsa pertama yang melakukan kegiatan tulis menulis di dunia.

Sekitar 3000 tahun sebelum masehi, mereka terbukti telah membuat ukiran diatas tanah liat, yang dipercaya berisikan simbol simbol yang merepresentasikan angka angka.
Selanjutnya bangsa kedua yang juga turut mengembangkan kegiatan tulis menulis ini adalah bangsa Mesir Kuno yang membuat tulisan hieroglyph, atau tulisan paku, tepatnya sekitar 2100 sebelum masehi.

Bangsa Mesir Kuno ini pula yang akhirnya berhasil menemukan cikal bakal papyrus, bahan dasar kertas yang sekarang dipergunakan oleh seluruh penduduk dunia untuk kegiatan tulis menulis.

Sepertinya, saya harus  berterima kasih pada bangsa Sumeria yang mengenalkan saya pada kegiatan yang menyenangkan ini.


Tulisan ini saya buat sekaligus mengenang Bapak Rosihan Anwar yang kemarin telah berpulang. Mengetahui betapa luar biasanya sosok beliau dan saya rasa beliau akan setuju dengan pendapat saya... (Bahagialah di sana Pak !)

Salam hormat saya