Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 17 Juni 2011

Lilin-lilin- menjadi bagian dalam kenangan


Alkisah, tadi malam gara-gara lampu mati saya jadi teringat masa kecil saya. Masa kecil jika lampu mati. Meski kejadian ini jarang-jarang terjadi tapi selalu terasa menyenangkan. Kenapa menyenangkan ? Karena biasanya kami yang sekeluarga ada 6 orang pasti berkumpul di salah satu ruang paling besar dan berbincang-bincang sambil mendengarkan radio (satu-satunya hiburan yang bisa kami nikmati kalau lampu mati pada masa itu).

Barangkali kesempatan ini jarang terjadi karena kakak-kakak saya yang sudah lebih gede selalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sehingga kesempatan ini selalu kami pergunakan untuk berkumpul bersama-sama. Melakukan pembicaraan dengan tema-tema yang tidak umum dan menarik, sampai membagi canda yang tidak akan ada habisnya. Wah masih terasa keseruannya berkumpul bersama 4 orang anak-anak yang kala itu masih lucu-lucunya (hahay...^^)

Yang seru jika lampu sudah menyala, kami berempat berebut mematikan lilin dengan meniup kuat-kuat seakan-akan kami berulang tahun hari itu...


Dan yang kebiasaan kami ini terus berlangsung hingga kami mulai dewasa meski kadang minus 1 atau 2 orang anak. Masa-masa kami berkumpul lengkap tentu saja tidak dapat terulang, dan kenangan itu menjadi tidak tergantikan. Saat ini, melewati malam dengan mati lampu membuat saya memandang lilin-lilin itu dengan senyum yang tersunging di bibir saya. Lilin-lilin yang menjadi bagian dari hidup saya....


Akhirnya, saya hanya bisa bersyukur pernah melewati masa-masa bahagia itu...Alhamdulillah.

Rabu, 15 Juni 2011

Terima kasih-setelah angka 10.000 ^^


"Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun...Semakin banyak rahmat kecil yang kita ingat akan membuat kita merasa bersyukur."

Waah....seneng banget akhirnya pengunjung blog saya sudah  10.000 lebih... Meskipun saya tahu blogger lain bisa mencapai jutaan pengunjung per hari tapi yang penting saya bahagia. Pencapaian ini tidak mengandung arti apa-apa selain bahwa saya masih dan tetap mencintai dunia menulis.

Saya akan berterima kasih Allah Tuhan saya yang masih memberi saya kesempatan untuk tersenyum dan pada siapa saja yang telah mengunjungi blog saya, baik sengaja maupun tidak sengaja...Ha..ha...ha... karena Anda saya ada.

Saya yakin pengunjung saya akan terus bertambah dari 10.000 hingga 1.000.000 dan seterusnya, Amin meski mungkin akan bertahun-tahun lagi ^^.



Saya akan terus berapresiasi dan berkarya...sampai saya tak sanggup lagi menulis.... Semangat !!!

Dan hari ini saya tersenyum... dan insya Allah akan selalu tersenyum...untuk Anda dan untuk siapa saja.

If I am Missing or Dead (a Sister Story of Love, Murder, and Liberation)


Satu lagi buku murah yang membuat saya terkejut, karena isinya yang mencengangkan. Buku ini saya beli dengan harga sepuluh ribu rupiah di bagian obral murah meriah di gramedia (ha..ha.. lagi-lagi karena saya pencinta buku murah). Mungkin masuk bagian obral karena buku ini buku terbitan lama (tahun 2002). Tapi isinya banyak memberikan saya pelajaran hidup.



Mungkin sekilas seperti ini ceritanya :

Pada bulan April 2002, adik bungsu Janine Latus, Amy, menulis catatan dan menempelkannya ke bagian dalam laci meja.  “Saat ini Ron Ball dan aku terlibat hubungan romantistapi aku takut aku telah menempatkan diri pada risiko dalam berbagai cara. Berdasarkan tindakan kriminal, saya rasa ini tampak seperti hal yang cerdas untuk dilakukan. Jika saya hilang atau mati (If I am Missing or Dead) surat ini jelas tidak melindungi saya.”

Itu musim semi yang sama Janine Latus berjuang untuk meninggalkan pernikahannya - perkawinan seorang pria tampan dan sukses. Sebuah lain perkawinan dicontoh. Sebuah perkawinan di mana dia merasa dia bisa berbuat baik dan semuanya salah. Sebuah perkawinan di mana dia merasa takut, dikendalikan, dan terjebak. 

Sepuluh minggu kemudian, Janine Latus telah meninggalkan pernikahannya. Dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Pantai Timur, menikmati kebebasannya, menghadiri sebuah konferensi kerja, ketika ia menerima telepon dari adiknya Jane menanyakan apakah ia mendengar dari Amy. Segera, darah Janine's berlari dingin. Amy hilang. 

Amy meninggal dalam ketakutan diam dan sakit.  Bagaimana, dia bertanya-tanya, apakah dua hubungan, perempuan sukses berakhir di balik tekanan secara fisik atau emosional hubungan yang kasar dengan laki-laki? Jika If I am Missing or Dead adalah sebuah perjalanan yang menyayat hati penemuan sebagai jejak Janine Latus kakaknya korban dengan gigih terus terang.  Butuh waktu hampir dua tahun sebelum pembunuhnya, mantan pacarnya Ron Ball, dijatuhi hukuman untuk pembunuhannya. 

 

Memoar ini ditulis dengan indah akan bergerak pembaca dari pertama sampai halaman terakhir. Pengakuan, ajakan dan bacaan yang membuka mata tentang banyaknya kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, kisah ini dipersembahkan untuk adik bayinya, Amy Lynne Latus, If I am Missing or Dead adalah bacaan yang tak terlupakan.

 

Sekali lagi, saya telah mendapatkan bacaan yang murah dan penuh inspirasi...

Mungkin saya harus sering-sering mencari buku murah lagi... ^^

 

 

Lilin-lilin- menjadi bagian dalam kenangan


Alkisah, tadi malam gara-gara lampu mati saya jadi teringat masa kecil saya. Masa kecil jika lampu mati. Meski kejadian ini jarang-jarang terjadi tapi selalu terasa menyenangkan. Kenapa menyenangkan ? Karena biasanya kami yang sekeluarga ada 6 orang pasti berkumpul di salah satu ruang paling besar dan berbincang-bincang sambil mendengarkan radio (satu-satunya hiburan yang bisa kami nikmati kalau lampu mati pada masa itu).

Barangkali kesempatan ini jarang terjadi karena kakak-kakak saya yang sudah lebih gede selalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sehingga kesempatan ini selalu kami pergunakan untuk berkumpul bersama-sama. Melakukan pembicaraan dengan tema-tema yang tidak umum dan menarik, sampai membagi canda yang tidak akan ada habisnya. Wah masih terasa keseruannya berkumpul bersama 4 orang anak-anak yang kala itu masih lucu-lucunya (hahay...^^)

Yang seru jika lampu sudah menyala, kami berempat berebut mematikan lilin dengan meniup kuat-kuat seakan-akan kami berulang tahun hari itu...


Dan yang kebiasaan kami ini terus berlangsung hingga kami mulai dewasa meski kadang minus 1 atau 2 orang anak. Masa-masa kami berkumpul lengkap tentu saja tidak dapat terulang, dan kenangan itu menjadi tidak tergantikan. Saat ini, melewati malam dengan mati lampu membuat saya memandang lilin-lilin itu dengan senyum yang tersunging di bibir saya. Lilin-lilin yang menjadi bagian dari hidup saya....


Akhirnya, saya hanya bisa bersyukur pernah melewati masa-masa bahagia itu...Alhamdulillah.

Terima kasih-setelah angka 10.000 ^^


"Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun...Semakin banyak rahmat kecil yang kita ingat akan membuat kita merasa bersyukur."

Waah....seneng banget akhirnya pengunjung blog saya sudah  10.000 lebih... Meskipun saya tahu blogger lain bisa mencapai jutaan pengunjung per hari tapi yang penting saya bahagia. Pencapaian ini tidak mengandung arti apa-apa selain bahwa saya masih dan tetap mencintai dunia menulis.

Saya akan berterima kasih Allah Tuhan saya yang masih memberi saya kesempatan untuk tersenyum dan pada siapa saja yang telah mengunjungi blog saya, baik sengaja maupun tidak sengaja...Ha..ha...ha... karena Anda saya ada.

Saya yakin pengunjung saya akan terus bertambah dari 10.000 hingga 1.000.000 dan seterusnya, Amin meski mungkin akan bertahun-tahun lagi ^^.



Saya akan terus berapresiasi dan berkarya...sampai saya tak sanggup lagi menulis.... Semangat !!!

Dan hari ini saya tersenyum... dan insya Allah akan selalu tersenyum...untuk Anda dan untuk siapa saja.

If I am Missing or Dead (a Sister Story of Love, Murder, and Liberation)


Satu lagi buku murah yang membuat saya terkejut, karena isinya yang mencengangkan. Buku ini saya beli dengan harga sepuluh ribu rupiah di bagian obral murah meriah di gramedia (ha..ha.. lagi-lagi karena saya pencinta buku murah). Mungkin masuk bagian obral karena buku ini buku terbitan lama (tahun 2002). Tapi isinya banyak memberikan saya pelajaran hidup.



Mungkin sekilas seperti ini ceritanya :

Pada bulan April 2002, adik bungsu Janine Latus, Amy, menulis catatan dan menempelkannya ke bagian dalam laci meja.  “Saat ini Ron Ball dan aku terlibat hubungan romantistapi aku takut aku telah menempatkan diri pada risiko dalam berbagai cara. Berdasarkan tindakan kriminal, saya rasa ini tampak seperti hal yang cerdas untuk dilakukan. Jika saya hilang atau mati (If I am Missing or Dead) surat ini jelas tidak melindungi saya.”

Itu musim semi yang sama Janine Latus berjuang untuk meninggalkan pernikahannya - perkawinan seorang pria tampan dan sukses. Sebuah lain perkawinan dicontoh. Sebuah perkawinan di mana dia merasa dia bisa berbuat baik dan semuanya salah. Sebuah perkawinan di mana dia merasa takut, dikendalikan, dan terjebak. 

Sepuluh minggu kemudian, Janine Latus telah meninggalkan pernikahannya. Dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Pantai Timur, menikmati kebebasannya, menghadiri sebuah konferensi kerja, ketika ia menerima telepon dari adiknya Jane menanyakan apakah ia mendengar dari Amy. Segera, darah Janine's berlari dingin. Amy hilang. 

Amy meninggal dalam ketakutan diam dan sakit.  Bagaimana, dia bertanya-tanya, apakah dua hubungan, perempuan sukses berakhir di balik tekanan secara fisik atau emosional hubungan yang kasar dengan laki-laki? Jika If I am Missing or Dead adalah sebuah perjalanan yang menyayat hati penemuan sebagai jejak Janine Latus kakaknya korban dengan gigih terus terang.  Butuh waktu hampir dua tahun sebelum pembunuhnya, mantan pacarnya Ron Ball, dijatuhi hukuman untuk pembunuhannya. 

 

Memoar ini ditulis dengan indah akan bergerak pembaca dari pertama sampai halaman terakhir. Pengakuan, ajakan dan bacaan yang membuka mata tentang banyaknya kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, kisah ini dipersembahkan untuk adik bayinya, Amy Lynne Latus, If I am Missing or Dead adalah bacaan yang tak terlupakan.

 

Sekali lagi, saya telah mendapatkan bacaan yang murah dan penuh inspirasi...

Mungkin saya harus sering-sering mencari buku murah lagi... ^^

 

 

Jumat, 17 Juni 2011

Lilin-lilin- menjadi bagian dalam kenangan


Alkisah, tadi malam gara-gara lampu mati saya jadi teringat masa kecil saya. Masa kecil jika lampu mati. Meski kejadian ini jarang-jarang terjadi tapi selalu terasa menyenangkan. Kenapa menyenangkan ? Karena biasanya kami yang sekeluarga ada 6 orang pasti berkumpul di salah satu ruang paling besar dan berbincang-bincang sambil mendengarkan radio (satu-satunya hiburan yang bisa kami nikmati kalau lampu mati pada masa itu).

Barangkali kesempatan ini jarang terjadi karena kakak-kakak saya yang sudah lebih gede selalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sehingga kesempatan ini selalu kami pergunakan untuk berkumpul bersama-sama. Melakukan pembicaraan dengan tema-tema yang tidak umum dan menarik, sampai membagi canda yang tidak akan ada habisnya. Wah masih terasa keseruannya berkumpul bersama 4 orang anak-anak yang kala itu masih lucu-lucunya (hahay...^^)

Yang seru jika lampu sudah menyala, kami berempat berebut mematikan lilin dengan meniup kuat-kuat seakan-akan kami berulang tahun hari itu...


Dan yang kebiasaan kami ini terus berlangsung hingga kami mulai dewasa meski kadang minus 1 atau 2 orang anak. Masa-masa kami berkumpul lengkap tentu saja tidak dapat terulang, dan kenangan itu menjadi tidak tergantikan. Saat ini, melewati malam dengan mati lampu membuat saya memandang lilin-lilin itu dengan senyum yang tersunging di bibir saya. Lilin-lilin yang menjadi bagian dari hidup saya....


Akhirnya, saya hanya bisa bersyukur pernah melewati masa-masa bahagia itu...Alhamdulillah.

Rabu, 15 Juni 2011

Terima kasih-setelah angka 10.000 ^^


"Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun...Semakin banyak rahmat kecil yang kita ingat akan membuat kita merasa bersyukur."

Waah....seneng banget akhirnya pengunjung blog saya sudah  10.000 lebih... Meskipun saya tahu blogger lain bisa mencapai jutaan pengunjung per hari tapi yang penting saya bahagia. Pencapaian ini tidak mengandung arti apa-apa selain bahwa saya masih dan tetap mencintai dunia menulis.

Saya akan berterima kasih Allah Tuhan saya yang masih memberi saya kesempatan untuk tersenyum dan pada siapa saja yang telah mengunjungi blog saya, baik sengaja maupun tidak sengaja...Ha..ha...ha... karena Anda saya ada.

Saya yakin pengunjung saya akan terus bertambah dari 10.000 hingga 1.000.000 dan seterusnya, Amin meski mungkin akan bertahun-tahun lagi ^^.



Saya akan terus berapresiasi dan berkarya...sampai saya tak sanggup lagi menulis.... Semangat !!!

Dan hari ini saya tersenyum... dan insya Allah akan selalu tersenyum...untuk Anda dan untuk siapa saja.

If I am Missing or Dead (a Sister Story of Love, Murder, and Liberation)


Satu lagi buku murah yang membuat saya terkejut, karena isinya yang mencengangkan. Buku ini saya beli dengan harga sepuluh ribu rupiah di bagian obral murah meriah di gramedia (ha..ha.. lagi-lagi karena saya pencinta buku murah). Mungkin masuk bagian obral karena buku ini buku terbitan lama (tahun 2002). Tapi isinya banyak memberikan saya pelajaran hidup.



Mungkin sekilas seperti ini ceritanya :

Pada bulan April 2002, adik bungsu Janine Latus, Amy, menulis catatan dan menempelkannya ke bagian dalam laci meja.  “Saat ini Ron Ball dan aku terlibat hubungan romantistapi aku takut aku telah menempatkan diri pada risiko dalam berbagai cara. Berdasarkan tindakan kriminal, saya rasa ini tampak seperti hal yang cerdas untuk dilakukan. Jika saya hilang atau mati (If I am Missing or Dead) surat ini jelas tidak melindungi saya.”

Itu musim semi yang sama Janine Latus berjuang untuk meninggalkan pernikahannya - perkawinan seorang pria tampan dan sukses. Sebuah lain perkawinan dicontoh. Sebuah perkawinan di mana dia merasa dia bisa berbuat baik dan semuanya salah. Sebuah perkawinan di mana dia merasa takut, dikendalikan, dan terjebak. 

Sepuluh minggu kemudian, Janine Latus telah meninggalkan pernikahannya. Dia sedang dalam perjalanan bisnis ke Pantai Timur, menikmati kebebasannya, menghadiri sebuah konferensi kerja, ketika ia menerima telepon dari adiknya Jane menanyakan apakah ia mendengar dari Amy. Segera, darah Janine's berlari dingin. Amy hilang. 

Amy meninggal dalam ketakutan diam dan sakit.  Bagaimana, dia bertanya-tanya, apakah dua hubungan, perempuan sukses berakhir di balik tekanan secara fisik atau emosional hubungan yang kasar dengan laki-laki? Jika If I am Missing or Dead adalah sebuah perjalanan yang menyayat hati penemuan sebagai jejak Janine Latus kakaknya korban dengan gigih terus terang.  Butuh waktu hampir dua tahun sebelum pembunuhnya, mantan pacarnya Ron Ball, dijatuhi hukuman untuk pembunuhannya. 

 

Memoar ini ditulis dengan indah akan bergerak pembaca dari pertama sampai halaman terakhir. Pengakuan, ajakan dan bacaan yang membuka mata tentang banyaknya kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, kisah ini dipersembahkan untuk adik bayinya, Amy Lynne Latus, If I am Missing or Dead adalah bacaan yang tak terlupakan.

 

Sekali lagi, saya telah mendapatkan bacaan yang murah dan penuh inspirasi...

Mungkin saya harus sering-sering mencari buku murah lagi... ^^