Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 01 April 2012

Hati-hati bicara tentang Hati



Sejak dulu ketika saya akan melakukan sesuatu, saya selalu berusahanya melakukannya dari hati... Ya terlepas dari betapa beratnya pekerjaan itu, jika kita melakukannya dari hati semuanya akan terasa menyenangkan. Bahkan saya selalu meyakini bahwa sesuatu yang dari hati akan sampai pula di hati orang lain. Hay...hay...buat saya itu sangat berarti...

Masih berurusan dengan hati, di balik semua itu saya bukan tipe orang yang suka berurusan dengan hati orang lain dan melibatkan hati saya untuk orang lain. Artinya, saya tipe orang yang sangat cuek, tidak mudah pula membagi hati saya untuk orang lain. Karena itu saya sangat berhati-hati dengan hati saya.



Saya selalu berhenti pada satu titik, apabila tidak ingin di sakiti maka jangan pernah menyakiti. Karena saya juga percaya mengobati sesuatu tidaklah mudah... Dan kalaupun telah sembuh bekas dari rasa sakit itulah yang selalu menghadirkan trauma yang mendalam....

Kalau bicara soal sakit hati, saya jadi benci sekali dengan yang namanya kata maaf. Saya benci mendengar kata maaf dari seseorang yang telah melukai hati orang lain dan kemudian dia berharap, seperti sulap atau sihir dengan satu mantra maka semuanya akan kembali seperti semula. Hay..hay... dunia tidak akan bergerak  seperti apa yang anda mau !!!!



Ya...ya mungkin saya bukan tipe pemaaf, tapi buat saya memaafkan itu lebih mudah tapi melupakan itu yang sulit.

Rabu, 14 Maret 2012

Puisi ini, puisi jadul...


Kutunjuk satu Bintang jingga
Tertutup nebula kasat mata
Kutahu ia jauh namun nyata
Ku pasti menggapainya
Hingga ku menjadi Aurora
tercantik walau di ujung dunia
Karena telah kupertaruhkan CINTA
Yang telah menunggu dengan SETIA

Puisi ini saya temukan ditumpukan arsip lama saya, tertanggal 8 Agustus 2003
Entah untuk siapa saya menuliskannya dulu... ya puisi jadul saya

Senin, 05 Maret 2012

My storiette - Seseorang yang Kusebut Malaikatku




Saya sudah pernah melewati masa kehilangan yang menyakitkan, meskipun saya sadar akan ada kehilangan-kehilangan lain di masa depan. Saya selalu percaya pada perjalanan kehidupan yang tidak mudah. 

Berbicara soal kehilangan, saya tahu bahwa tidak ada batas waktu untuk merasa kehilangan. Tidak satu hari, 40 hari, ataupun 1 tahun, bahkan 1000 hari seperti yang bayak orang bilang. Ya.. terkadang bayangan kehilangan itu akan selalu ada... Saya tidak berniat berlarut-larut dalam kesedihan akan kehilangan. Mungkin saya saya sudah tidak sesedih dulu, tapi kenyataannya saya masih merasa kehilangan...

Saya pernah dan masih merasa kehilangan seseorang... seorang yang sanggup menjadi saudara, sahabat dan bahkan malaikat pelindung saya (tentu saja menurut versi saya). Sesungguhnya kadang saya berfikir dia adalah malaikat bagi banyak orang. Karena setelah kepergiannya kami baru mengetahui ribuan kebaikan yang telah ia tebarkan bagi dunianya...


Tapi saya selalu merasa, dia adalah malaikat saya...

Tapi saya sadar, menjadi malaikat saya tidaklah mudah, terlalu menyebalkan mungkin.... tapi dia telah bekerja keras untuk itu...

Dia malaikat saya yang dulu bersama saya walau tanpa sayapnya...

Bukan menjadi masalah kita bersama atau terpisah, aku selalu tahu hatimu akan tetap bersamaku... sesungguhnya hidupku masih dipenuhi dengan senyumanmu...

To : malaikatku... yang sedang mengambil sayapnya...


Hati-hati bicara tentang Hati



Sejak dulu ketika saya akan melakukan sesuatu, saya selalu berusahanya melakukannya dari hati... Ya terlepas dari betapa beratnya pekerjaan itu, jika kita melakukannya dari hati semuanya akan terasa menyenangkan. Bahkan saya selalu meyakini bahwa sesuatu yang dari hati akan sampai pula di hati orang lain. Hay...hay...buat saya itu sangat berarti...

Masih berurusan dengan hati, di balik semua itu saya bukan tipe orang yang suka berurusan dengan hati orang lain dan melibatkan hati saya untuk orang lain. Artinya, saya tipe orang yang sangat cuek, tidak mudah pula membagi hati saya untuk orang lain. Karena itu saya sangat berhati-hati dengan hati saya.



Saya selalu berhenti pada satu titik, apabila tidak ingin di sakiti maka jangan pernah menyakiti. Karena saya juga percaya mengobati sesuatu tidaklah mudah... Dan kalaupun telah sembuh bekas dari rasa sakit itulah yang selalu menghadirkan trauma yang mendalam....

Kalau bicara soal sakit hati, saya jadi benci sekali dengan yang namanya kata maaf. Saya benci mendengar kata maaf dari seseorang yang telah melukai hati orang lain dan kemudian dia berharap, seperti sulap atau sihir dengan satu mantra maka semuanya akan kembali seperti semula. Hay..hay... dunia tidak akan bergerak  seperti apa yang anda mau !!!!



Ya...ya mungkin saya bukan tipe pemaaf, tapi buat saya memaafkan itu lebih mudah tapi melupakan itu yang sulit.

Puisi ini, puisi jadul...


Kutunjuk satu Bintang jingga
Tertutup nebula kasat mata
Kutahu ia jauh namun nyata
Ku pasti menggapainya
Hingga ku menjadi Aurora
tercantik walau di ujung dunia
Karena telah kupertaruhkan CINTA
Yang telah menunggu dengan SETIA

Puisi ini saya temukan ditumpukan arsip lama saya, tertanggal 8 Agustus 2003
Entah untuk siapa saya menuliskannya dulu... ya puisi jadul saya

My storiette - Seseorang yang Kusebut Malaikatku




Saya sudah pernah melewati masa kehilangan yang menyakitkan, meskipun saya sadar akan ada kehilangan-kehilangan lain di masa depan. Saya selalu percaya pada perjalanan kehidupan yang tidak mudah. 

Berbicara soal kehilangan, saya tahu bahwa tidak ada batas waktu untuk merasa kehilangan. Tidak satu hari, 40 hari, ataupun 1 tahun, bahkan 1000 hari seperti yang bayak orang bilang. Ya.. terkadang bayangan kehilangan itu akan selalu ada... Saya tidak berniat berlarut-larut dalam kesedihan akan kehilangan. Mungkin saya saya sudah tidak sesedih dulu, tapi kenyataannya saya masih merasa kehilangan...

Saya pernah dan masih merasa kehilangan seseorang... seorang yang sanggup menjadi saudara, sahabat dan bahkan malaikat pelindung saya (tentu saja menurut versi saya). Sesungguhnya kadang saya berfikir dia adalah malaikat bagi banyak orang. Karena setelah kepergiannya kami baru mengetahui ribuan kebaikan yang telah ia tebarkan bagi dunianya...


Tapi saya selalu merasa, dia adalah malaikat saya...

Tapi saya sadar, menjadi malaikat saya tidaklah mudah, terlalu menyebalkan mungkin.... tapi dia telah bekerja keras untuk itu...

Dia malaikat saya yang dulu bersama saya walau tanpa sayapnya...

Bukan menjadi masalah kita bersama atau terpisah, aku selalu tahu hatimu akan tetap bersamaku... sesungguhnya hidupku masih dipenuhi dengan senyumanmu...

To : malaikatku... yang sedang mengambil sayapnya...


Minggu, 01 April 2012

Hati-hati bicara tentang Hati



Sejak dulu ketika saya akan melakukan sesuatu, saya selalu berusahanya melakukannya dari hati... Ya terlepas dari betapa beratnya pekerjaan itu, jika kita melakukannya dari hati semuanya akan terasa menyenangkan. Bahkan saya selalu meyakini bahwa sesuatu yang dari hati akan sampai pula di hati orang lain. Hay...hay...buat saya itu sangat berarti...

Masih berurusan dengan hati, di balik semua itu saya bukan tipe orang yang suka berurusan dengan hati orang lain dan melibatkan hati saya untuk orang lain. Artinya, saya tipe orang yang sangat cuek, tidak mudah pula membagi hati saya untuk orang lain. Karena itu saya sangat berhati-hati dengan hati saya.



Saya selalu berhenti pada satu titik, apabila tidak ingin di sakiti maka jangan pernah menyakiti. Karena saya juga percaya mengobati sesuatu tidaklah mudah... Dan kalaupun telah sembuh bekas dari rasa sakit itulah yang selalu menghadirkan trauma yang mendalam....

Kalau bicara soal sakit hati, saya jadi benci sekali dengan yang namanya kata maaf. Saya benci mendengar kata maaf dari seseorang yang telah melukai hati orang lain dan kemudian dia berharap, seperti sulap atau sihir dengan satu mantra maka semuanya akan kembali seperti semula. Hay..hay... dunia tidak akan bergerak  seperti apa yang anda mau !!!!



Ya...ya mungkin saya bukan tipe pemaaf, tapi buat saya memaafkan itu lebih mudah tapi melupakan itu yang sulit.

Rabu, 14 Maret 2012

Puisi ini, puisi jadul...


Kutunjuk satu Bintang jingga
Tertutup nebula kasat mata
Kutahu ia jauh namun nyata
Ku pasti menggapainya
Hingga ku menjadi Aurora
tercantik walau di ujung dunia
Karena telah kupertaruhkan CINTA
Yang telah menunggu dengan SETIA

Puisi ini saya temukan ditumpukan arsip lama saya, tertanggal 8 Agustus 2003
Entah untuk siapa saya menuliskannya dulu... ya puisi jadul saya

Senin, 05 Maret 2012

My storiette - Seseorang yang Kusebut Malaikatku




Saya sudah pernah melewati masa kehilangan yang menyakitkan, meskipun saya sadar akan ada kehilangan-kehilangan lain di masa depan. Saya selalu percaya pada perjalanan kehidupan yang tidak mudah. 

Berbicara soal kehilangan, saya tahu bahwa tidak ada batas waktu untuk merasa kehilangan. Tidak satu hari, 40 hari, ataupun 1 tahun, bahkan 1000 hari seperti yang bayak orang bilang. Ya.. terkadang bayangan kehilangan itu akan selalu ada... Saya tidak berniat berlarut-larut dalam kesedihan akan kehilangan. Mungkin saya saya sudah tidak sesedih dulu, tapi kenyataannya saya masih merasa kehilangan...

Saya pernah dan masih merasa kehilangan seseorang... seorang yang sanggup menjadi saudara, sahabat dan bahkan malaikat pelindung saya (tentu saja menurut versi saya). Sesungguhnya kadang saya berfikir dia adalah malaikat bagi banyak orang. Karena setelah kepergiannya kami baru mengetahui ribuan kebaikan yang telah ia tebarkan bagi dunianya...


Tapi saya selalu merasa, dia adalah malaikat saya...

Tapi saya sadar, menjadi malaikat saya tidaklah mudah, terlalu menyebalkan mungkin.... tapi dia telah bekerja keras untuk itu...

Dia malaikat saya yang dulu bersama saya walau tanpa sayapnya...

Bukan menjadi masalah kita bersama atau terpisah, aku selalu tahu hatimu akan tetap bersamaku... sesungguhnya hidupku masih dipenuhi dengan senyumanmu...

To : malaikatku... yang sedang mengambil sayapnya...