Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tales - Touchdown (Malaysia) !

pemandangan dari tempat duduk saya

Dear you (you@justyou.com)

Hello Malaysia ...

Setelah penantian panjang di bandara Juanda dan penerbangan yang istimewa (dari jendela pesawat saya bisa melihat birunya langit sampai kerlap-kerlip keemasan lampu di malam hari plus bonus matahari terbenam) akhirnya kami tiba di Kuala Lumpur Malaysia.

Setelah pesawat kami mendarat (masih di dalam pesawat) teman di sebelah saya berkata "Akhirnya kita sampai ke luar negeri !" saya tersenyum sambil menjawab "Iya ! Akhirnya". He...he...kampungan ya ?

Masih di Bandara, setelah membeli kartu dari salah satu layanan komunikasi setempat. Kami makan di Marrybrown (fast food dengan rasa lokal). Nasi lemak dan ayam plus kacang dan ikan kecil-kecil - rasanya khas. Mulut saya mulai saya ajari beradaptasi, lumayan enak.

makanan pertama saya di Malaysia

Sampai di Malaysia malam sudah beranjak naik, begitu sampai bus kami semua segera mencari posisi untuk tidur. Ah...gak seru banget ya, baru nyampe malah pindah tidur. Tapi nyatanya, sepanjang jalan saya tidak bisa memejamkan mata saya. Saya seperti tersihir, saya enggak nyangka kalau akhirnya bisa menginjakkan kaki  di luar negeri (akh, lagi-lagi kelihatan kampungannya ^^).

Kunjungan pertama kami adalah Putra Jaya, seorang guide ceria menyapa kami dengan semangat. Guide paruh baya yang akhirnya kami panggil Kak Fatimah.

Buat saya, Putra Jaya seperti kumpulan gedung cantik yang di buat dengan seni tinggi. Bahkan saat malam, lampu-lampunya luar biasa indah. Masih dengan rasa kantuk yang sangat, saya seperti berada di jaman Romawi modern. Kesan pertama yang tidak terlupakan. Bus kami berhenti untuk "sesi pemotretan" 15 menit.

pemandangan Putra Jaya - foto di ambil dari dalam bus

Selanjutnya bus kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Kak Fatimah masih bersemangat menjelaskan tentang Malaysia. Dan saya tertidur dengan sukses.....

Hoam... pukul 12 malam waktu Malaysia
Saya masih berharap kamu bersama saya, menikmati perjalanan yang luar biasa menyenangkan ini.

Nighty-night, Baby
the sleepy traveler
Sabtu, 02 Februari 2013

Travelers Tales - Adieu Indonesia !


Dear you (you@justyou.com)

Hari ini saya bersiap jadi travelers. Satu hal yang paling saya suka dari sebuah perjalanan adalah berkemas. Bagi saya, memastikan semuanya berjalan seperti yang kita rencanakan adalah salah satu seni yang mengasyikkan. Berkemas dan memasukkan barang-barang ke koper, mengukur setiap inci agar semua barang yang kita inginkan dapat masuk, kemudian dapat menutupnya adalah satu tantangan tersendiri.

Buat saya berkemas adalah menyiapkan tempat kosong untuk pengalaman baru saya.

Seperti biasa saya memilih memberikan banyak tempat kosong di koper saya, dan mengisinya sebagian dengan barang-barang ringan atau sekali pakai. Saya tidak mau direpotkan dengan barang bawaan, perjalanan saya akan melelahkan dan akan semakin melelahkan jika masih harus mengurusi barang bawaan. Saya juga tidak akan belanja banyak, selain budget belanja yang ngepres (kenyataan bahwa saya hanya menukar sedikit rupiah saya untuk ditukar ke mata uang tetangga ), saya juga merasa membutuhkan membeli pengalaman dibandingkan membeli banyak barang.

Akhirnya, roll on cabin bag dan tas tangan saya siap... siap meluncur...

A thousand mile journey begins with the first step - Lao Tzu

Wish me luck. miss you already 
Jumat, 01 Februari 2013

Travelers Tale - One Step to Becoming Travelers

gambat dari google

Saya sudah lama punya cita-cita traveling ke luar negeri, jadinya excited banget waktu impian itu di depan mata. Biarlah dibilang katrok karena ini memang jadi pengalaman pertama saya. Tapi ini juga pengalaman pertama harus pergi sendiri tanpa si kecil Adiva yang baru 5 bulan. Jadilah saya harus perang batin untuk memutuskan di antara keduanya.

Setelah menimang-nimang cukup lama akhirnya dengan kerelaan hati saya bersedia berangkat dan benar-benar berharap kalau sampai di sana saya enggak akan gila karena kangen.

 So...jadi harus mempersiapkan perbekalan saya untuk berangkat sekaligus perbekalan untuk yang di tinggal dan memastikan semuanya akan baik-baik saja.

foto koleksi pribadi

Ah, saya jadi sadar kalau sekarang hati saya telah tertambat pada seorang gadis kecil. Langkah dan gerak saya jadi terpusat padanya.

Semoga perjalanan ini menyenangkan meski saya tinggalkan hati saya selama 5 hari di rumah.

One step to becoming travelers

Travelers Tales - Touchdown (Malaysia) !

pemandangan dari tempat duduk saya

Dear you (you@justyou.com)

Hello Malaysia ...

Setelah penantian panjang di bandara Juanda dan penerbangan yang istimewa (dari jendela pesawat saya bisa melihat birunya langit sampai kerlap-kerlip keemasan lampu di malam hari plus bonus matahari terbenam) akhirnya kami tiba di Kuala Lumpur Malaysia.

Setelah pesawat kami mendarat (masih di dalam pesawat) teman di sebelah saya berkata "Akhirnya kita sampai ke luar negeri !" saya tersenyum sambil menjawab "Iya ! Akhirnya". He...he...kampungan ya ?

Masih di Bandara, setelah membeli kartu dari salah satu layanan komunikasi setempat. Kami makan di Marrybrown (fast food dengan rasa lokal). Nasi lemak dan ayam plus kacang dan ikan kecil-kecil - rasanya khas. Mulut saya mulai saya ajari beradaptasi, lumayan enak.

makanan pertama saya di Malaysia

Sampai di Malaysia malam sudah beranjak naik, begitu sampai bus kami semua segera mencari posisi untuk tidur. Ah...gak seru banget ya, baru nyampe malah pindah tidur. Tapi nyatanya, sepanjang jalan saya tidak bisa memejamkan mata saya. Saya seperti tersihir, saya enggak nyangka kalau akhirnya bisa menginjakkan kaki  di luar negeri (akh, lagi-lagi kelihatan kampungannya ^^).

Kunjungan pertama kami adalah Putra Jaya, seorang guide ceria menyapa kami dengan semangat. Guide paruh baya yang akhirnya kami panggil Kak Fatimah.

Buat saya, Putra Jaya seperti kumpulan gedung cantik yang di buat dengan seni tinggi. Bahkan saat malam, lampu-lampunya luar biasa indah. Masih dengan rasa kantuk yang sangat, saya seperti berada di jaman Romawi modern. Kesan pertama yang tidak terlupakan. Bus kami berhenti untuk "sesi pemotretan" 15 menit.

pemandangan Putra Jaya - foto di ambil dari dalam bus

Selanjutnya bus kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Kak Fatimah masih bersemangat menjelaskan tentang Malaysia. Dan saya tertidur dengan sukses.....

Hoam... pukul 12 malam waktu Malaysia
Saya masih berharap kamu bersama saya, menikmati perjalanan yang luar biasa menyenangkan ini.

Nighty-night, Baby
the sleepy traveler

Travelers Tales - Adieu Indonesia !


Dear you (you@justyou.com)

Hari ini saya bersiap jadi travelers. Satu hal yang paling saya suka dari sebuah perjalanan adalah berkemas. Bagi saya, memastikan semuanya berjalan seperti yang kita rencanakan adalah salah satu seni yang mengasyikkan. Berkemas dan memasukkan barang-barang ke koper, mengukur setiap inci agar semua barang yang kita inginkan dapat masuk, kemudian dapat menutupnya adalah satu tantangan tersendiri.

Buat saya berkemas adalah menyiapkan tempat kosong untuk pengalaman baru saya.

Seperti biasa saya memilih memberikan banyak tempat kosong di koper saya, dan mengisinya sebagian dengan barang-barang ringan atau sekali pakai. Saya tidak mau direpotkan dengan barang bawaan, perjalanan saya akan melelahkan dan akan semakin melelahkan jika masih harus mengurusi barang bawaan. Saya juga tidak akan belanja banyak, selain budget belanja yang ngepres (kenyataan bahwa saya hanya menukar sedikit rupiah saya untuk ditukar ke mata uang tetangga ), saya juga merasa membutuhkan membeli pengalaman dibandingkan membeli banyak barang.

Akhirnya, roll on cabin bag dan tas tangan saya siap... siap meluncur...

A thousand mile journey begins with the first step - Lao Tzu

Wish me luck. miss you already 

Travelers Tale - One Step to Becoming Travelers

gambat dari google

Saya sudah lama punya cita-cita traveling ke luar negeri, jadinya excited banget waktu impian itu di depan mata. Biarlah dibilang katrok karena ini memang jadi pengalaman pertama saya. Tapi ini juga pengalaman pertama harus pergi sendiri tanpa si kecil Adiva yang baru 5 bulan. Jadilah saya harus perang batin untuk memutuskan di antara keduanya.

Setelah menimang-nimang cukup lama akhirnya dengan kerelaan hati saya bersedia berangkat dan benar-benar berharap kalau sampai di sana saya enggak akan gila karena kangen.

 So...jadi harus mempersiapkan perbekalan saya untuk berangkat sekaligus perbekalan untuk yang di tinggal dan memastikan semuanya akan baik-baik saja.

foto koleksi pribadi

Ah, saya jadi sadar kalau sekarang hati saya telah tertambat pada seorang gadis kecil. Langkah dan gerak saya jadi terpusat padanya.

Semoga perjalanan ini menyenangkan meski saya tinggalkan hati saya selama 5 hari di rumah.

One step to becoming travelers

Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tales - Touchdown (Malaysia) !

pemandangan dari tempat duduk saya

Dear you (you@justyou.com)

Hello Malaysia ...

Setelah penantian panjang di bandara Juanda dan penerbangan yang istimewa (dari jendela pesawat saya bisa melihat birunya langit sampai kerlap-kerlip keemasan lampu di malam hari plus bonus matahari terbenam) akhirnya kami tiba di Kuala Lumpur Malaysia.

Setelah pesawat kami mendarat (masih di dalam pesawat) teman di sebelah saya berkata "Akhirnya kita sampai ke luar negeri !" saya tersenyum sambil menjawab "Iya ! Akhirnya". He...he...kampungan ya ?

Masih di Bandara, setelah membeli kartu dari salah satu layanan komunikasi setempat. Kami makan di Marrybrown (fast food dengan rasa lokal). Nasi lemak dan ayam plus kacang dan ikan kecil-kecil - rasanya khas. Mulut saya mulai saya ajari beradaptasi, lumayan enak.

makanan pertama saya di Malaysia

Sampai di Malaysia malam sudah beranjak naik, begitu sampai bus kami semua segera mencari posisi untuk tidur. Ah...gak seru banget ya, baru nyampe malah pindah tidur. Tapi nyatanya, sepanjang jalan saya tidak bisa memejamkan mata saya. Saya seperti tersihir, saya enggak nyangka kalau akhirnya bisa menginjakkan kaki  di luar negeri (akh, lagi-lagi kelihatan kampungannya ^^).

Kunjungan pertama kami adalah Putra Jaya, seorang guide ceria menyapa kami dengan semangat. Guide paruh baya yang akhirnya kami panggil Kak Fatimah.

Buat saya, Putra Jaya seperti kumpulan gedung cantik yang di buat dengan seni tinggi. Bahkan saat malam, lampu-lampunya luar biasa indah. Masih dengan rasa kantuk yang sangat, saya seperti berada di jaman Romawi modern. Kesan pertama yang tidak terlupakan. Bus kami berhenti untuk "sesi pemotretan" 15 menit.

pemandangan Putra Jaya - foto di ambil dari dalam bus

Selanjutnya bus kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Kak Fatimah masih bersemangat menjelaskan tentang Malaysia. Dan saya tertidur dengan sukses.....

Hoam... pukul 12 malam waktu Malaysia
Saya masih berharap kamu bersama saya, menikmati perjalanan yang luar biasa menyenangkan ini.

Nighty-night, Baby
the sleepy traveler

Sabtu, 02 Februari 2013

Travelers Tales - Adieu Indonesia !


Dear you (you@justyou.com)

Hari ini saya bersiap jadi travelers. Satu hal yang paling saya suka dari sebuah perjalanan adalah berkemas. Bagi saya, memastikan semuanya berjalan seperti yang kita rencanakan adalah salah satu seni yang mengasyikkan. Berkemas dan memasukkan barang-barang ke koper, mengukur setiap inci agar semua barang yang kita inginkan dapat masuk, kemudian dapat menutupnya adalah satu tantangan tersendiri.

Buat saya berkemas adalah menyiapkan tempat kosong untuk pengalaman baru saya.

Seperti biasa saya memilih memberikan banyak tempat kosong di koper saya, dan mengisinya sebagian dengan barang-barang ringan atau sekali pakai. Saya tidak mau direpotkan dengan barang bawaan, perjalanan saya akan melelahkan dan akan semakin melelahkan jika masih harus mengurusi barang bawaan. Saya juga tidak akan belanja banyak, selain budget belanja yang ngepres (kenyataan bahwa saya hanya menukar sedikit rupiah saya untuk ditukar ke mata uang tetangga ), saya juga merasa membutuhkan membeli pengalaman dibandingkan membeli banyak barang.

Akhirnya, roll on cabin bag dan tas tangan saya siap... siap meluncur...

A thousand mile journey begins with the first step - Lao Tzu

Wish me luck. miss you already 

Jumat, 01 Februari 2013

Travelers Tale - One Step to Becoming Travelers

gambat dari google

Saya sudah lama punya cita-cita traveling ke luar negeri, jadinya excited banget waktu impian itu di depan mata. Biarlah dibilang katrok karena ini memang jadi pengalaman pertama saya. Tapi ini juga pengalaman pertama harus pergi sendiri tanpa si kecil Adiva yang baru 5 bulan. Jadilah saya harus perang batin untuk memutuskan di antara keduanya.

Setelah menimang-nimang cukup lama akhirnya dengan kerelaan hati saya bersedia berangkat dan benar-benar berharap kalau sampai di sana saya enggak akan gila karena kangen.

 So...jadi harus mempersiapkan perbekalan saya untuk berangkat sekaligus perbekalan untuk yang di tinggal dan memastikan semuanya akan baik-baik saja.

foto koleksi pribadi

Ah, saya jadi sadar kalau sekarang hati saya telah tertambat pada seorang gadis kecil. Langkah dan gerak saya jadi terpusat padanya.

Semoga perjalanan ini menyenangkan meski saya tinggalkan hati saya selama 5 hari di rumah.

One step to becoming travelers