Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 29 November 2010

Ketika Ingin menjadi "Pangeran Kecil"

Ketika masih kecil, saya suka sekali membaca sebuah buku yang sebenarnya tidak saya pahami benar isinya. Buku itu berjudul “Pangeran Kecil” yang sempat saya pinjam di perpustakaan sekolah SD saya. Ketika itu, saya anggap buku ini hanya salah satu bacaan menarik yang saya baca berulang-ulang (mungkin karena saya tidak terlalu paham artinya).



Namun ketika saya mulai dewasa dan kembali menemukan buku ini (masih dalam cetakan lama versi Pustaka Jaya bukan Gramedia) saya kembali mengulang membacanya. Dan saya mulai memaknai isinya. Dan bagi saya versi dewasa, buku itu masih luar biasa. . .

Bacaan anak-anak yang sarat makna. . .

Buku yang berjudul asli Le Petit Prince (Pangeran Kecil) adalah novel karya Antoine de Saint Exupéry yang diterbitkan pada tahun 1943 dan sudah di terjemahkan dalam 180 bahasa (waw...saya sungguh beruntung menjadi salah satu pembacanya).  Dan yang paling menarik buat saya adalah novel ini digambar sendiri oleh pengarangnya tentu saja dengan gaya anak-anak yang mengagumkan.

Kisah seorang pangeran dari sebuah asteroid kecil yang jatuh ke Bumi (gurun sahara) dan bertemu dengan seorang pilot yang pesawatnya sedang rusak di gurun yang sama. Dalam buku itu pangeran kecil memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan dan cinta pada si pilot. . .

Ketika saya masih remaja, ibu saya banyak sekali memberi saya petuah-petuah tentang cinta yang saat itu buat saya seperti rambu-rambu. Memberi tahu jalan mana yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui... Dan bagi saya, ibu seperti “pangeran kecil” dan saya “pilot” itu. . .Dengan bahasanya ibu memberi  tahu saya semua yang ingin saya tahu...

Bertahun-tahun kemudian, saya berfikir bahwa akan tiba saatnya saya menjadi “pangeran kecil” bagi “pilot-pilot” yang saya kenal. . . . Ketika saya katakan hal itu pada ayah saya, beliau berkata, “Kau sudah menjadi pangeran kecil itu nduk...tanpa kau sadari.” Dan saya percaya. . .

Ternyata ayah salah. . . .saya masih menjadi pilot itu. . . .
Apalagi ketika saya menemukannya...
“Can’t  you see that when i find you, I’ll find me...”

Heem....dan benar-benar menjadi sadar ketika saya kembali membaca buku ini bebrapa hari ini, masih ingat betul apa yang dikatakan rubah kepada pangeran kecil, "Manusia kadang sering lupa, bahwa mereka bertanggung jawab, selamanya, atas apa yang telah mereka jinakkan". Dan ternyata benar, saya masih pilot itu...

Namun ungkapan yang paling saya suka adalah ketika rubah berkata kepada Pangeran Kecil:
 "On ne voit bien qu'avec le cœur, l'essentiel est invisible pour les yeux."
“Seseorang hanya dapat melihat dengan sebaik-baiknya melalui hatinya, karena yang terpenting (dalam kehidupan) tidak terlihat oleh mata.”


Akhirnya saya semakin sadar . . . tidak akan mudah menjadi pangeran kecil itu...




Selasa, 19 Oktober 2010

Wajah-wajah ini...

Sepertinya  saya tidak pernah berhenti untuk mengagumi wajah-wajah ini. Entah kenapa, buat  saya mereka memang berharga. Sedikit banyak, mereka pernah hadir dalam hidup saya dan mengisi sebagian hati saya dan mungkin masih mengisi bagian itu. Entah benar atau tidak, mereka sudah sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir saya, mempengaruhi setiap langkah yang saya buat. Saya jadi tahu bagaimana cara menerima kekurangan orang lain, atau membuat hidup saya selalu be possitive thingking dan memahami bahwa hitam adalah tetap sebuah warna . Mungkin terdengar biasa, tapi tidak buat saya yang merasakannya.


Masih dengan memandang  wajah-wajah ini saya tahu apa itu bahagia dan apa  arti bersyukur. Saya masih sangat bersyukur mengenal mereka dan semakin bersyukur setelah menyayangi mereka. Bagi saya ini aneh, karena saya begitu bisa bersyukur hanya karena mengenal dan menyayangi wajah-wajah ini.

Sungguh besar harapan saya melihat mereka berada di tempat yang tinggi, dalam martabat baik jasmani ataupun rohani. Sungguh ingin rasanya melihat, wajah-wajah ini akan memenuhi setiap warna indah dari dunia. Mereka boleh berjalan, berlari  bahkan terbang menjauh asalkan saya dapat melihat mereka menuju tempat yang  penuh bintang. Karena, wajah-wajah ini akan semakin cemerlang ketika berada di bawah cahaya yang indah.


Karena kuingin mereka mencapai bintang, sedikit  saya berpesan :
”Adik-adikku, aku  tahu cinta memang mendebarkan...ada sensasi asing yang  meggelitik...mungkin yang di sebut orang, romantisme ?  tapi ingatlah  kamu tetap butuh teman sejati. Yang setia dan dapat diandalkan tak terbatas waktu dan tempat. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian selain kenyataan bahwa, ketidakpastian adalah hal yang pasti selama kita masih berpijak berputar bersama sang bumi. Aku hanya tidak cukup kuat jika harus melihatmu sakit hati. Jatuh karena ditinggalkan sang pecinta. Aku pun tidak cukup bisa diandalkan untuk sepenuhnya dapat melegakan haus hatimu akan sentuhan cinta. Pelukan dariku hanya bisa membantumu menumpahkan kebingunganmu akan realita yang terasa kejam. Apa lagi? Aku bisa mengusap air matamu. Dan kemudian menggenggam jari-jarimu. Memelukmu kembali. Itu saja. Aku tak bisa dan tak pernah bisa menyentuh luka hatimu yang terlalu dalam.
Sayangku, teman sejatimu akan melindungimu. Membantumu menghindari coretan merah tua tak karuan yang akan merusak hasil karya masa depanmu yang damai. Juga menghindari dirimu menyerahkan mimpi-mimpi besarmu di gudang berdebu dan menguburkannya dalam kesepian. Jadi kumohon, carilah teman sejati.”
“Adik-adikku, penuhilah hidup dengan mimpi...kau boleh jadikan dirimu sang pemimpi tapi jangan pula lelah mengejarnya. Karena dibalik dunia yang luas ini kau punya tempat untuk  tumbuh, dan mekarlah menjadi bunga yang paling harum baunya.
Adikku, warnailah mimpimu dengan doa, karena kuyakin hanya doa yang akan menemanimu dengan sempurna. Hanya doa yang akan menghantarmu menjadi pribadi yang indah. Dengan doa aku akan ikut membimbing langkahmu...Percayalah bahwa kamu diciptakan untuk memberi manfaat bagi sesama,  karenanya keberadaanmu tidak mungkin sia-sia. Dan bagiku kau adalah indah !”
“ Adik-adikku, aku tahu hidup ini dipenuhi persoalan yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin suatu hari kau akan bangun dengan benang kusut di kepalamu yang akhirnya akan menyiksa harimu yang indah. Suatu waktu mungkin kau akan terjatuh dan rasanya memang menyakitkan. Mungkin kau akan menghabiskan waktumu bersama tetesan air mata di bantal tidurmu. Sungguh itu mungkin terjadi, dan akan sangat menyakitkan, hingga kau berkata bahwa hidup ini tak adil. Tapi adik-adikku, percayalah bahwa sesungguhnya itu semua tak sebanding dengan kekuatan yang diberikan Tuhan terhadapmu. Maka bersemangatlah, hadapi tanggungjawabmu dan songsong masa depanmu.”


Dengan penuh cinta..kembali, hari ini saya ingin berterima kasih pada wajah-wajah ini... setelah saya berterima kasih pada Allah telah menjadikan mereka bagian dari hidup saya. Dan kupersembahkan ini (klik here )untuk wajah-wajah ini.. Love u all....






Senin, 27 September 2010

Cuma ingin bicara--Tentang Kesetiaan..

Pernah dengar kisah-kisah kesetiaan?
Sampai saat ini saya selalu kagum dengan orang-orang yang memiliki kesetiaan terhadap apapun juga...kekasih, sahabat, suami/istri, negara, agama atau apapun juga.

Bagi saya orang-orang yang setia selalu nampak luar biasa (meskipun beberapa orang menganggapnya bodoh).
Bahkan ketika saya membaca kisah ini...
Bahwa ternyata kesetiaan bisa menjadi milik siapa saja...

Kisah I


Burung betina ini terkapar tak berdaya karena tertabrak mobil di salah satu jalan raya di Perancis karena terbang menukik terlalu rendah.  Dia meminta pertolongan dan berharap sang jantan bisa menolongnya.

Sang jantan berusaha menolong, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Pertolongan yang bisa diberikan hanyalah memberikan makanan dan minuman. Beberapa kali dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dan minuman dari mulutnya.



Lagi, ia membawakan makanan tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Jantan itu mencoba mengerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi.... dan ”Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.


Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat banyak menolong sang kekasih.



Setelah sang kekasih meninggal dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal. Sang jantan dengan penuh KESETIAAN hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama.



Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar  yang dibidik seorang wartawan ini. Sang wartawan menjual foto-foto ini ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Saya bilang "LUAR BIASA !"

Kisah II

Kisah KESETIAAN yang lain adalah kisah anjing Hachiko yang sangat setia.
Ia menanti tuannya selama 10 tahun di stasiun KA Shibuya, Tokyo.
Dan Hachiko tidak tahu tuannya Profesor Ueno telah meninggal di kampusnya.
Tetapi ia tetap setia menjemput ’tuannya yang telah hilang’ hingga ajalnya sendiri tiba.


Patung tembaga Hachiko menjadi monumen ”KESETIAAN” di stasiun tersebut.


Kisahnya sudah melegenda di Tokyo dan difilmkan.

Kembali saya bilang, "LUAR BIASA !"

Ketika Ingin menjadi "Pangeran Kecil"

Ketika masih kecil, saya suka sekali membaca sebuah buku yang sebenarnya tidak saya pahami benar isinya. Buku itu berjudul “Pangeran Kecil” yang sempat saya pinjam di perpustakaan sekolah SD saya. Ketika itu, saya anggap buku ini hanya salah satu bacaan menarik yang saya baca berulang-ulang (mungkin karena saya tidak terlalu paham artinya).



Namun ketika saya mulai dewasa dan kembali menemukan buku ini (masih dalam cetakan lama versi Pustaka Jaya bukan Gramedia) saya kembali mengulang membacanya. Dan saya mulai memaknai isinya. Dan bagi saya versi dewasa, buku itu masih luar biasa. . .

Bacaan anak-anak yang sarat makna. . .

Buku yang berjudul asli Le Petit Prince (Pangeran Kecil) adalah novel karya Antoine de Saint Exupéry yang diterbitkan pada tahun 1943 dan sudah di terjemahkan dalam 180 bahasa (waw...saya sungguh beruntung menjadi salah satu pembacanya).  Dan yang paling menarik buat saya adalah novel ini digambar sendiri oleh pengarangnya tentu saja dengan gaya anak-anak yang mengagumkan.

Kisah seorang pangeran dari sebuah asteroid kecil yang jatuh ke Bumi (gurun sahara) dan bertemu dengan seorang pilot yang pesawatnya sedang rusak di gurun yang sama. Dalam buku itu pangeran kecil memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan dan cinta pada si pilot. . .

Ketika saya masih remaja, ibu saya banyak sekali memberi saya petuah-petuah tentang cinta yang saat itu buat saya seperti rambu-rambu. Memberi tahu jalan mana yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui... Dan bagi saya, ibu seperti “pangeran kecil” dan saya “pilot” itu. . .Dengan bahasanya ibu memberi  tahu saya semua yang ingin saya tahu...

Bertahun-tahun kemudian, saya berfikir bahwa akan tiba saatnya saya menjadi “pangeran kecil” bagi “pilot-pilot” yang saya kenal. . . . Ketika saya katakan hal itu pada ayah saya, beliau berkata, “Kau sudah menjadi pangeran kecil itu nduk...tanpa kau sadari.” Dan saya percaya. . .

Ternyata ayah salah. . . .saya masih menjadi pilot itu. . . .
Apalagi ketika saya menemukannya...
“Can’t  you see that when i find you, I’ll find me...”

Heem....dan benar-benar menjadi sadar ketika saya kembali membaca buku ini bebrapa hari ini, masih ingat betul apa yang dikatakan rubah kepada pangeran kecil, "Manusia kadang sering lupa, bahwa mereka bertanggung jawab, selamanya, atas apa yang telah mereka jinakkan". Dan ternyata benar, saya masih pilot itu...

Namun ungkapan yang paling saya suka adalah ketika rubah berkata kepada Pangeran Kecil:
 "On ne voit bien qu'avec le cœur, l'essentiel est invisible pour les yeux."
“Seseorang hanya dapat melihat dengan sebaik-baiknya melalui hatinya, karena yang terpenting (dalam kehidupan) tidak terlihat oleh mata.”


Akhirnya saya semakin sadar . . . tidak akan mudah menjadi pangeran kecil itu...




Wajah-wajah ini...

Sepertinya  saya tidak pernah berhenti untuk mengagumi wajah-wajah ini. Entah kenapa, buat  saya mereka memang berharga. Sedikit banyak, mereka pernah hadir dalam hidup saya dan mengisi sebagian hati saya dan mungkin masih mengisi bagian itu. Entah benar atau tidak, mereka sudah sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir saya, mempengaruhi setiap langkah yang saya buat. Saya jadi tahu bagaimana cara menerima kekurangan orang lain, atau membuat hidup saya selalu be possitive thingking dan memahami bahwa hitam adalah tetap sebuah warna . Mungkin terdengar biasa, tapi tidak buat saya yang merasakannya.


Masih dengan memandang  wajah-wajah ini saya tahu apa itu bahagia dan apa  arti bersyukur. Saya masih sangat bersyukur mengenal mereka dan semakin bersyukur setelah menyayangi mereka. Bagi saya ini aneh, karena saya begitu bisa bersyukur hanya karena mengenal dan menyayangi wajah-wajah ini.

Sungguh besar harapan saya melihat mereka berada di tempat yang tinggi, dalam martabat baik jasmani ataupun rohani. Sungguh ingin rasanya melihat, wajah-wajah ini akan memenuhi setiap warna indah dari dunia. Mereka boleh berjalan, berlari  bahkan terbang menjauh asalkan saya dapat melihat mereka menuju tempat yang  penuh bintang. Karena, wajah-wajah ini akan semakin cemerlang ketika berada di bawah cahaya yang indah.


Karena kuingin mereka mencapai bintang, sedikit  saya berpesan :
”Adik-adikku, aku  tahu cinta memang mendebarkan...ada sensasi asing yang  meggelitik...mungkin yang di sebut orang, romantisme ?  tapi ingatlah  kamu tetap butuh teman sejati. Yang setia dan dapat diandalkan tak terbatas waktu dan tempat. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian selain kenyataan bahwa, ketidakpastian adalah hal yang pasti selama kita masih berpijak berputar bersama sang bumi. Aku hanya tidak cukup kuat jika harus melihatmu sakit hati. Jatuh karena ditinggalkan sang pecinta. Aku pun tidak cukup bisa diandalkan untuk sepenuhnya dapat melegakan haus hatimu akan sentuhan cinta. Pelukan dariku hanya bisa membantumu menumpahkan kebingunganmu akan realita yang terasa kejam. Apa lagi? Aku bisa mengusap air matamu. Dan kemudian menggenggam jari-jarimu. Memelukmu kembali. Itu saja. Aku tak bisa dan tak pernah bisa menyentuh luka hatimu yang terlalu dalam.
Sayangku, teman sejatimu akan melindungimu. Membantumu menghindari coretan merah tua tak karuan yang akan merusak hasil karya masa depanmu yang damai. Juga menghindari dirimu menyerahkan mimpi-mimpi besarmu di gudang berdebu dan menguburkannya dalam kesepian. Jadi kumohon, carilah teman sejati.”
“Adik-adikku, penuhilah hidup dengan mimpi...kau boleh jadikan dirimu sang pemimpi tapi jangan pula lelah mengejarnya. Karena dibalik dunia yang luas ini kau punya tempat untuk  tumbuh, dan mekarlah menjadi bunga yang paling harum baunya.
Adikku, warnailah mimpimu dengan doa, karena kuyakin hanya doa yang akan menemanimu dengan sempurna. Hanya doa yang akan menghantarmu menjadi pribadi yang indah. Dengan doa aku akan ikut membimbing langkahmu...Percayalah bahwa kamu diciptakan untuk memberi manfaat bagi sesama,  karenanya keberadaanmu tidak mungkin sia-sia. Dan bagiku kau adalah indah !”
“ Adik-adikku, aku tahu hidup ini dipenuhi persoalan yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin suatu hari kau akan bangun dengan benang kusut di kepalamu yang akhirnya akan menyiksa harimu yang indah. Suatu waktu mungkin kau akan terjatuh dan rasanya memang menyakitkan. Mungkin kau akan menghabiskan waktumu bersama tetesan air mata di bantal tidurmu. Sungguh itu mungkin terjadi, dan akan sangat menyakitkan, hingga kau berkata bahwa hidup ini tak adil. Tapi adik-adikku, percayalah bahwa sesungguhnya itu semua tak sebanding dengan kekuatan yang diberikan Tuhan terhadapmu. Maka bersemangatlah, hadapi tanggungjawabmu dan songsong masa depanmu.”


Dengan penuh cinta..kembali, hari ini saya ingin berterima kasih pada wajah-wajah ini... setelah saya berterima kasih pada Allah telah menjadikan mereka bagian dari hidup saya. Dan kupersembahkan ini (klik here )untuk wajah-wajah ini.. Love u all....






Cuma ingin bicara--Tentang Kesetiaan..

Pernah dengar kisah-kisah kesetiaan?
Sampai saat ini saya selalu kagum dengan orang-orang yang memiliki kesetiaan terhadap apapun juga...kekasih, sahabat, suami/istri, negara, agama atau apapun juga.

Bagi saya orang-orang yang setia selalu nampak luar biasa (meskipun beberapa orang menganggapnya bodoh).
Bahkan ketika saya membaca kisah ini...
Bahwa ternyata kesetiaan bisa menjadi milik siapa saja...

Kisah I


Burung betina ini terkapar tak berdaya karena tertabrak mobil di salah satu jalan raya di Perancis karena terbang menukik terlalu rendah.  Dia meminta pertolongan dan berharap sang jantan bisa menolongnya.

Sang jantan berusaha menolong, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Pertolongan yang bisa diberikan hanyalah memberikan makanan dan minuman. Beberapa kali dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dan minuman dari mulutnya.



Lagi, ia membawakan makanan tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Jantan itu mencoba mengerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi.... dan ”Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.


Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat banyak menolong sang kekasih.



Setelah sang kekasih meninggal dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal. Sang jantan dengan penuh KESETIAAN hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama.



Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar  yang dibidik seorang wartawan ini. Sang wartawan menjual foto-foto ini ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Saya bilang "LUAR BIASA !"

Kisah II

Kisah KESETIAAN yang lain adalah kisah anjing Hachiko yang sangat setia.
Ia menanti tuannya selama 10 tahun di stasiun KA Shibuya, Tokyo.
Dan Hachiko tidak tahu tuannya Profesor Ueno telah meninggal di kampusnya.
Tetapi ia tetap setia menjemput ’tuannya yang telah hilang’ hingga ajalnya sendiri tiba.


Patung tembaga Hachiko menjadi monumen ”KESETIAAN” di stasiun tersebut.


Kisahnya sudah melegenda di Tokyo dan difilmkan.

Kembali saya bilang, "LUAR BIASA !"

Senin, 29 November 2010

Ketika Ingin menjadi "Pangeran Kecil"

Ketika masih kecil, saya suka sekali membaca sebuah buku yang sebenarnya tidak saya pahami benar isinya. Buku itu berjudul “Pangeran Kecil” yang sempat saya pinjam di perpustakaan sekolah SD saya. Ketika itu, saya anggap buku ini hanya salah satu bacaan menarik yang saya baca berulang-ulang (mungkin karena saya tidak terlalu paham artinya).



Namun ketika saya mulai dewasa dan kembali menemukan buku ini (masih dalam cetakan lama versi Pustaka Jaya bukan Gramedia) saya kembali mengulang membacanya. Dan saya mulai memaknai isinya. Dan bagi saya versi dewasa, buku itu masih luar biasa. . .

Bacaan anak-anak yang sarat makna. . .

Buku yang berjudul asli Le Petit Prince (Pangeran Kecil) adalah novel karya Antoine de Saint Exupéry yang diterbitkan pada tahun 1943 dan sudah di terjemahkan dalam 180 bahasa (waw...saya sungguh beruntung menjadi salah satu pembacanya).  Dan yang paling menarik buat saya adalah novel ini digambar sendiri oleh pengarangnya tentu saja dengan gaya anak-anak yang mengagumkan.

Kisah seorang pangeran dari sebuah asteroid kecil yang jatuh ke Bumi (gurun sahara) dan bertemu dengan seorang pilot yang pesawatnya sedang rusak di gurun yang sama. Dalam buku itu pangeran kecil memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan dan cinta pada si pilot. . .

Ketika saya masih remaja, ibu saya banyak sekali memberi saya petuah-petuah tentang cinta yang saat itu buat saya seperti rambu-rambu. Memberi tahu jalan mana yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui... Dan bagi saya, ibu seperti “pangeran kecil” dan saya “pilot” itu. . .Dengan bahasanya ibu memberi  tahu saya semua yang ingin saya tahu...

Bertahun-tahun kemudian, saya berfikir bahwa akan tiba saatnya saya menjadi “pangeran kecil” bagi “pilot-pilot” yang saya kenal. . . . Ketika saya katakan hal itu pada ayah saya, beliau berkata, “Kau sudah menjadi pangeran kecil itu nduk...tanpa kau sadari.” Dan saya percaya. . .

Ternyata ayah salah. . . .saya masih menjadi pilot itu. . . .
Apalagi ketika saya menemukannya...
“Can’t  you see that when i find you, I’ll find me...”

Heem....dan benar-benar menjadi sadar ketika saya kembali membaca buku ini bebrapa hari ini, masih ingat betul apa yang dikatakan rubah kepada pangeran kecil, "Manusia kadang sering lupa, bahwa mereka bertanggung jawab, selamanya, atas apa yang telah mereka jinakkan". Dan ternyata benar, saya masih pilot itu...

Namun ungkapan yang paling saya suka adalah ketika rubah berkata kepada Pangeran Kecil:
 "On ne voit bien qu'avec le cœur, l'essentiel est invisible pour les yeux."
“Seseorang hanya dapat melihat dengan sebaik-baiknya melalui hatinya, karena yang terpenting (dalam kehidupan) tidak terlihat oleh mata.”


Akhirnya saya semakin sadar . . . tidak akan mudah menjadi pangeran kecil itu...




Selasa, 19 Oktober 2010

Wajah-wajah ini...

Sepertinya  saya tidak pernah berhenti untuk mengagumi wajah-wajah ini. Entah kenapa, buat  saya mereka memang berharga. Sedikit banyak, mereka pernah hadir dalam hidup saya dan mengisi sebagian hati saya dan mungkin masih mengisi bagian itu. Entah benar atau tidak, mereka sudah sedikit banyak mempengaruhi cara berfikir saya, mempengaruhi setiap langkah yang saya buat. Saya jadi tahu bagaimana cara menerima kekurangan orang lain, atau membuat hidup saya selalu be possitive thingking dan memahami bahwa hitam adalah tetap sebuah warna . Mungkin terdengar biasa, tapi tidak buat saya yang merasakannya.


Masih dengan memandang  wajah-wajah ini saya tahu apa itu bahagia dan apa  arti bersyukur. Saya masih sangat bersyukur mengenal mereka dan semakin bersyukur setelah menyayangi mereka. Bagi saya ini aneh, karena saya begitu bisa bersyukur hanya karena mengenal dan menyayangi wajah-wajah ini.

Sungguh besar harapan saya melihat mereka berada di tempat yang tinggi, dalam martabat baik jasmani ataupun rohani. Sungguh ingin rasanya melihat, wajah-wajah ini akan memenuhi setiap warna indah dari dunia. Mereka boleh berjalan, berlari  bahkan terbang menjauh asalkan saya dapat melihat mereka menuju tempat yang  penuh bintang. Karena, wajah-wajah ini akan semakin cemerlang ketika berada di bawah cahaya yang indah.


Karena kuingin mereka mencapai bintang, sedikit  saya berpesan :
”Adik-adikku, aku  tahu cinta memang mendebarkan...ada sensasi asing yang  meggelitik...mungkin yang di sebut orang, romantisme ?  tapi ingatlah  kamu tetap butuh teman sejati. Yang setia dan dapat diandalkan tak terbatas waktu dan tempat. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian selain kenyataan bahwa, ketidakpastian adalah hal yang pasti selama kita masih berpijak berputar bersama sang bumi. Aku hanya tidak cukup kuat jika harus melihatmu sakit hati. Jatuh karena ditinggalkan sang pecinta. Aku pun tidak cukup bisa diandalkan untuk sepenuhnya dapat melegakan haus hatimu akan sentuhan cinta. Pelukan dariku hanya bisa membantumu menumpahkan kebingunganmu akan realita yang terasa kejam. Apa lagi? Aku bisa mengusap air matamu. Dan kemudian menggenggam jari-jarimu. Memelukmu kembali. Itu saja. Aku tak bisa dan tak pernah bisa menyentuh luka hatimu yang terlalu dalam.
Sayangku, teman sejatimu akan melindungimu. Membantumu menghindari coretan merah tua tak karuan yang akan merusak hasil karya masa depanmu yang damai. Juga menghindari dirimu menyerahkan mimpi-mimpi besarmu di gudang berdebu dan menguburkannya dalam kesepian. Jadi kumohon, carilah teman sejati.”
“Adik-adikku, penuhilah hidup dengan mimpi...kau boleh jadikan dirimu sang pemimpi tapi jangan pula lelah mengejarnya. Karena dibalik dunia yang luas ini kau punya tempat untuk  tumbuh, dan mekarlah menjadi bunga yang paling harum baunya.
Adikku, warnailah mimpimu dengan doa, karena kuyakin hanya doa yang akan menemanimu dengan sempurna. Hanya doa yang akan menghantarmu menjadi pribadi yang indah. Dengan doa aku akan ikut membimbing langkahmu...Percayalah bahwa kamu diciptakan untuk memberi manfaat bagi sesama,  karenanya keberadaanmu tidak mungkin sia-sia. Dan bagiku kau adalah indah !”
“ Adik-adikku, aku tahu hidup ini dipenuhi persoalan yang tak akan pernah ada habisnya. Mungkin suatu hari kau akan bangun dengan benang kusut di kepalamu yang akhirnya akan menyiksa harimu yang indah. Suatu waktu mungkin kau akan terjatuh dan rasanya memang menyakitkan. Mungkin kau akan menghabiskan waktumu bersama tetesan air mata di bantal tidurmu. Sungguh itu mungkin terjadi, dan akan sangat menyakitkan, hingga kau berkata bahwa hidup ini tak adil. Tapi adik-adikku, percayalah bahwa sesungguhnya itu semua tak sebanding dengan kekuatan yang diberikan Tuhan terhadapmu. Maka bersemangatlah, hadapi tanggungjawabmu dan songsong masa depanmu.”


Dengan penuh cinta..kembali, hari ini saya ingin berterima kasih pada wajah-wajah ini... setelah saya berterima kasih pada Allah telah menjadikan mereka bagian dari hidup saya. Dan kupersembahkan ini (klik here )untuk wajah-wajah ini.. Love u all....






Senin, 27 September 2010

Cuma ingin bicara--Tentang Kesetiaan..

Pernah dengar kisah-kisah kesetiaan?
Sampai saat ini saya selalu kagum dengan orang-orang yang memiliki kesetiaan terhadap apapun juga...kekasih, sahabat, suami/istri, negara, agama atau apapun juga.

Bagi saya orang-orang yang setia selalu nampak luar biasa (meskipun beberapa orang menganggapnya bodoh).
Bahkan ketika saya membaca kisah ini...
Bahwa ternyata kesetiaan bisa menjadi milik siapa saja...

Kisah I


Burung betina ini terkapar tak berdaya karena tertabrak mobil di salah satu jalan raya di Perancis karena terbang menukik terlalu rendah.  Dia meminta pertolongan dan berharap sang jantan bisa menolongnya.

Sang jantan berusaha menolong, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Pertolongan yang bisa diberikan hanyalah memberikan makanan dan minuman. Beberapa kali dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dan minuman dari mulutnya.



Lagi, ia membawakan makanan tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Jantan itu mencoba mengerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi.... dan ”Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.


Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat banyak menolong sang kekasih.



Setelah sang kekasih meninggal dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal. Sang jantan dengan penuh KESETIAAN hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama.



Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar  yang dibidik seorang wartawan ini. Sang wartawan menjual foto-foto ini ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Saya bilang "LUAR BIASA !"

Kisah II

Kisah KESETIAAN yang lain adalah kisah anjing Hachiko yang sangat setia.
Ia menanti tuannya selama 10 tahun di stasiun KA Shibuya, Tokyo.
Dan Hachiko tidak tahu tuannya Profesor Ueno telah meninggal di kampusnya.
Tetapi ia tetap setia menjemput ’tuannya yang telah hilang’ hingga ajalnya sendiri tiba.


Patung tembaga Hachiko menjadi monumen ”KESETIAAN” di stasiun tersebut.


Kisahnya sudah melegenda di Tokyo dan difilmkan.

Kembali saya bilang, "LUAR BIASA !"