Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 26 Februari 2011

I love - Eat Pray Love



Pride for Indonesia, especially Bali, because some time ago there was a superstar Hollywood filming a movie in Bali. In this extraordinary film, titled Eat, Pray, Love was filmed in the area of Ubud. The film is adapted from a novel by a true story the main characternamed Elizabeth Gilbert, played by Julia Roberts. Once completedpredictable, Elizabeth returned to California. These predictionsturned out right. All things in life Elizabeth according to what people say Bali. Then Elizabeth came back to Bali to meet the Astrologer.


Movie Review :


For most people, Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) is a person who has been fortunate to have everything in life. She had a husband, a house, and especially of that, he had a good career. Unfortunately, what is visible from the outside is not necessarily the same as what is felt within.

Failed to build dream home and had to be divorced from her husband to make Elizabeth feel disoriented. Slowly but surely he began to feel that so far he has strayed. He no longer knew what he wanted in life. At the nadir point is Elizabeth and then make a big decision. He wanted to travel around the world to seek his identity is lost.

In this journey, Elizabeth finds the true meaning of pleasure with eating in Italy. He also discovered the power of prayer during a visit to India and finally, unwittingly, he found peace in the true love she has received while he was in Bali. From this trip Elizabeth also realizes that there are actually many ways to free yourself and see the world.

When Elizabeth Gilbert posted a long trip to three countries, once the book was finished a book that sold well. Even books that are also reportedly called EAT, PRAY, LOVE this was perched in the ranks of the New York Times Best Sellers for 150 weeks. You can imagine how successful this book and of course, as usual, this success entice Hollywood to make adaptations.

Translating a novel into a visual form is always having problems. There must be a spirit that can not be transferred to other media and the same case is also likely experienced by this book. Ryan Murphy, the director, seems also not succeeded in capturing the soul of the book is as thick as 352 pages. At the very least, Elizabeth Gilbert's journey in this film was nothing more than just the usual tourist trip, when they should be on this journey is a quest.

As a result, EAT, PRAY, LOVE it so a record of travel along the nearly two and a half hours. Problem visually there was no problem. The three countries beginning with the letter 'I' this alone is promising a view that would liberate the eye of the monopoly view of the United States that always we watch the film. Italy, India, and of course Bali, Indonesia, represented by both visually captured. Unfortunately, the performers in this film that seemed to be drowned by it.

Actress Julia Roberts is not new. He was poor across the world of film for a long time but it seems the problem has appeared since I was in the form of the manuscript. As a result, no matter how good the game Julia, who feels it is not the figure of Elizabeth Gilbert who is in the 'search'. Chemistry between Julia Roberts and Javier Bardem was not formed properly as they should. But at least, EAT, PRAY, LOVE this has helped in promoting Indonesian tourism, especially on the island of Bali.





Minggu, 20 Februari 2011

My Father-My Hero


Setelah beberapa hari yang lalu saya mengutip  42 hal yang tidak diketahui anak tentang ayahnya, hari ini saya masih ingin menuliskan tentang ayah. Bukan karena saya mau menceritakan kalau ayah saya masih keturunan superman atau spiderman. Tapi buat saya, ayah saya adalah pahlawan untuk kehidupan saya (dan keluarga saya) tanpa perlu memakai kostum sekalipun. 



Hari ini, ketika saya iseng melihat-lihat youtube tiba-tiba (eng...ing...eng...) saya menemukan lagu yang langsung membuat saya terpaku beberapa saat, mulai sedikit meresapi meskipun gak semua liriknya saya mengerti...Tapi sampai pada kesimpulan.....SAYA SUKA lagu ini dan saya SANGAT SUKA LIRIK lagu ini (lihat disini).

Ini lagunya : YOU'RE MY HERO




Sambil dengerin lagu miliknya Teresa James ada baiknya sambil baca ini. Tulisan yang saya copy (dari sini) dan sedikit telah saya edit (Tulisan ini bisa buat saya nangis, tapi nggak tahu dengan Anda).


Kisah berikut ini dipersembahkan untuk seorang yang dipanggil ayah/bapak/abah/papa/papi  apapun itu. Namun wajib di baca baik-baik oleh anak perempuannya (dan laki-laki sebagai calon menantu atau anak laki-lakinya agar mengerti)

Renungkan dan resapi. Apa yang kamu dapat dari cerita ini?..tanyakan pada dirimu.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti..
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal….

Yah...PAPA KAMU ADALAH PAHLAWANKU....




to be continue...
Recomended video:


YOU'RE MY HERO lyric


You're My Hero

by Teresa James



I would ride on your shoulders
And look out on the world
Pretending I was big and tall like you
When you were there to hold me
I never was afraid
You made me feel there's nothing I can't do

If I'd spread my wings to fly
When I was very small
I knew that you'd be standing by
To catch me if I fall

Chorus
You're my hero
Chasing the monsters from my room
Going on trips around the moon
The one who's always been there faithfully
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

As I kept on growing
We often disagreed
But you let me find myself in my own way
And it's funny, how just lately
I've come to recognize
How wise you are becoming every day
There's so much you've given me
I hope I've made you proud
You're everything a Dad should be
And it's time to tell you now

You're my hero
You didn't have to say a word
Your love was the message that I heard
Inspiring me to be all I can be
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

Special for my dad.


I love - Eat Pray Love



Pride for Indonesia, especially Bali, because some time ago there was a superstar Hollywood filming a movie in Bali. In this extraordinary film, titled Eat, Pray, Love was filmed in the area of Ubud. The film is adapted from a novel by a true story the main characternamed Elizabeth Gilbert, played by Julia Roberts. Once completedpredictable, Elizabeth returned to California. These predictionsturned out right. All things in life Elizabeth according to what people say Bali. Then Elizabeth came back to Bali to meet the Astrologer.


Movie Review :


For most people, Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) is a person who has been fortunate to have everything in life. She had a husband, a house, and especially of that, he had a good career. Unfortunately, what is visible from the outside is not necessarily the same as what is felt within.

Failed to build dream home and had to be divorced from her husband to make Elizabeth feel disoriented. Slowly but surely he began to feel that so far he has strayed. He no longer knew what he wanted in life. At the nadir point is Elizabeth and then make a big decision. He wanted to travel around the world to seek his identity is lost.

In this journey, Elizabeth finds the true meaning of pleasure with eating in Italy. He also discovered the power of prayer during a visit to India and finally, unwittingly, he found peace in the true love she has received while he was in Bali. From this trip Elizabeth also realizes that there are actually many ways to free yourself and see the world.

When Elizabeth Gilbert posted a long trip to three countries, once the book was finished a book that sold well. Even books that are also reportedly called EAT, PRAY, LOVE this was perched in the ranks of the New York Times Best Sellers for 150 weeks. You can imagine how successful this book and of course, as usual, this success entice Hollywood to make adaptations.

Translating a novel into a visual form is always having problems. There must be a spirit that can not be transferred to other media and the same case is also likely experienced by this book. Ryan Murphy, the director, seems also not succeeded in capturing the soul of the book is as thick as 352 pages. At the very least, Elizabeth Gilbert's journey in this film was nothing more than just the usual tourist trip, when they should be on this journey is a quest.

As a result, EAT, PRAY, LOVE it so a record of travel along the nearly two and a half hours. Problem visually there was no problem. The three countries beginning with the letter 'I' this alone is promising a view that would liberate the eye of the monopoly view of the United States that always we watch the film. Italy, India, and of course Bali, Indonesia, represented by both visually captured. Unfortunately, the performers in this film that seemed to be drowned by it.

Actress Julia Roberts is not new. He was poor across the world of film for a long time but it seems the problem has appeared since I was in the form of the manuscript. As a result, no matter how good the game Julia, who feels it is not the figure of Elizabeth Gilbert who is in the 'search'. Chemistry between Julia Roberts and Javier Bardem was not formed properly as they should. But at least, EAT, PRAY, LOVE this has helped in promoting Indonesian tourism, especially on the island of Bali.





My Father-My Hero


Setelah beberapa hari yang lalu saya mengutip  42 hal yang tidak diketahui anak tentang ayahnya, hari ini saya masih ingin menuliskan tentang ayah. Bukan karena saya mau menceritakan kalau ayah saya masih keturunan superman atau spiderman. Tapi buat saya, ayah saya adalah pahlawan untuk kehidupan saya (dan keluarga saya) tanpa perlu memakai kostum sekalipun. 



Hari ini, ketika saya iseng melihat-lihat youtube tiba-tiba (eng...ing...eng...) saya menemukan lagu yang langsung membuat saya terpaku beberapa saat, mulai sedikit meresapi meskipun gak semua liriknya saya mengerti...Tapi sampai pada kesimpulan.....SAYA SUKA lagu ini dan saya SANGAT SUKA LIRIK lagu ini (lihat disini).

Ini lagunya : YOU'RE MY HERO




Sambil dengerin lagu miliknya Teresa James ada baiknya sambil baca ini. Tulisan yang saya copy (dari sini) dan sedikit telah saya edit (Tulisan ini bisa buat saya nangis, tapi nggak tahu dengan Anda).


Kisah berikut ini dipersembahkan untuk seorang yang dipanggil ayah/bapak/abah/papa/papi  apapun itu. Namun wajib di baca baik-baik oleh anak perempuannya (dan laki-laki sebagai calon menantu atau anak laki-lakinya agar mengerti)

Renungkan dan resapi. Apa yang kamu dapat dari cerita ini?..tanyakan pada dirimu.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti..
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal….

Yah...PAPA KAMU ADALAH PAHLAWANKU....




to be continue...
Recomended video:


YOU'RE MY HERO lyric


You're My Hero

by Teresa James



I would ride on your shoulders
And look out on the world
Pretending I was big and tall like you
When you were there to hold me
I never was afraid
You made me feel there's nothing I can't do

If I'd spread my wings to fly
When I was very small
I knew that you'd be standing by
To catch me if I fall

Chorus
You're my hero
Chasing the monsters from my room
Going on trips around the moon
The one who's always been there faithfully
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

As I kept on growing
We often disagreed
But you let me find myself in my own way
And it's funny, how just lately
I've come to recognize
How wise you are becoming every day
There's so much you've given me
I hope I've made you proud
You're everything a Dad should be
And it's time to tell you now

You're my hero
You didn't have to say a word
Your love was the message that I heard
Inspiring me to be all I can be
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

Special for my dad.


Sabtu, 26 Februari 2011

I love - Eat Pray Love



Pride for Indonesia, especially Bali, because some time ago there was a superstar Hollywood filming a movie in Bali. In this extraordinary film, titled Eat, Pray, Love was filmed in the area of Ubud. The film is adapted from a novel by a true story the main characternamed Elizabeth Gilbert, played by Julia Roberts. Once completedpredictable, Elizabeth returned to California. These predictionsturned out right. All things in life Elizabeth according to what people say Bali. Then Elizabeth came back to Bali to meet the Astrologer.


Movie Review :


For most people, Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) is a person who has been fortunate to have everything in life. She had a husband, a house, and especially of that, he had a good career. Unfortunately, what is visible from the outside is not necessarily the same as what is felt within.

Failed to build dream home and had to be divorced from her husband to make Elizabeth feel disoriented. Slowly but surely he began to feel that so far he has strayed. He no longer knew what he wanted in life. At the nadir point is Elizabeth and then make a big decision. He wanted to travel around the world to seek his identity is lost.

In this journey, Elizabeth finds the true meaning of pleasure with eating in Italy. He also discovered the power of prayer during a visit to India and finally, unwittingly, he found peace in the true love she has received while he was in Bali. From this trip Elizabeth also realizes that there are actually many ways to free yourself and see the world.

When Elizabeth Gilbert posted a long trip to three countries, once the book was finished a book that sold well. Even books that are also reportedly called EAT, PRAY, LOVE this was perched in the ranks of the New York Times Best Sellers for 150 weeks. You can imagine how successful this book and of course, as usual, this success entice Hollywood to make adaptations.

Translating a novel into a visual form is always having problems. There must be a spirit that can not be transferred to other media and the same case is also likely experienced by this book. Ryan Murphy, the director, seems also not succeeded in capturing the soul of the book is as thick as 352 pages. At the very least, Elizabeth Gilbert's journey in this film was nothing more than just the usual tourist trip, when they should be on this journey is a quest.

As a result, EAT, PRAY, LOVE it so a record of travel along the nearly two and a half hours. Problem visually there was no problem. The three countries beginning with the letter 'I' this alone is promising a view that would liberate the eye of the monopoly view of the United States that always we watch the film. Italy, India, and of course Bali, Indonesia, represented by both visually captured. Unfortunately, the performers in this film that seemed to be drowned by it.

Actress Julia Roberts is not new. He was poor across the world of film for a long time but it seems the problem has appeared since I was in the form of the manuscript. As a result, no matter how good the game Julia, who feels it is not the figure of Elizabeth Gilbert who is in the 'search'. Chemistry between Julia Roberts and Javier Bardem was not formed properly as they should. But at least, EAT, PRAY, LOVE this has helped in promoting Indonesian tourism, especially on the island of Bali.





Minggu, 20 Februari 2011

My Father-My Hero


Setelah beberapa hari yang lalu saya mengutip  42 hal yang tidak diketahui anak tentang ayahnya, hari ini saya masih ingin menuliskan tentang ayah. Bukan karena saya mau menceritakan kalau ayah saya masih keturunan superman atau spiderman. Tapi buat saya, ayah saya adalah pahlawan untuk kehidupan saya (dan keluarga saya) tanpa perlu memakai kostum sekalipun. 



Hari ini, ketika saya iseng melihat-lihat youtube tiba-tiba (eng...ing...eng...) saya menemukan lagu yang langsung membuat saya terpaku beberapa saat, mulai sedikit meresapi meskipun gak semua liriknya saya mengerti...Tapi sampai pada kesimpulan.....SAYA SUKA lagu ini dan saya SANGAT SUKA LIRIK lagu ini (lihat disini).

Ini lagunya : YOU'RE MY HERO




Sambil dengerin lagu miliknya Teresa James ada baiknya sambil baca ini. Tulisan yang saya copy (dari sini) dan sedikit telah saya edit (Tulisan ini bisa buat saya nangis, tapi nggak tahu dengan Anda).


Kisah berikut ini dipersembahkan untuk seorang yang dipanggil ayah/bapak/abah/papa/papi  apapun itu. Namun wajib di baca baik-baik oleh anak perempuannya (dan laki-laki sebagai calon menantu atau anak laki-lakinya agar mengerti)

Renungkan dan resapi. Apa yang kamu dapat dari cerita ini?..tanyakan pada dirimu.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti..
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal….

Yah...PAPA KAMU ADALAH PAHLAWANKU....




to be continue...
Recomended video:


YOU'RE MY HERO lyric


You're My Hero

by Teresa James



I would ride on your shoulders
And look out on the world
Pretending I was big and tall like you
When you were there to hold me
I never was afraid
You made me feel there's nothing I can't do

If I'd spread my wings to fly
When I was very small
I knew that you'd be standing by
To catch me if I fall

Chorus
You're my hero
Chasing the monsters from my room
Going on trips around the moon
The one who's always been there faithfully
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

As I kept on growing
We often disagreed
But you let me find myself in my own way
And it's funny, how just lately
I've come to recognize
How wise you are becoming every day
There's so much you've given me
I hope I've made you proud
You're everything a Dad should be
And it's time to tell you now

You're my hero
You didn't have to say a word
Your love was the message that I heard
Inspiring me to be all I can be
You're my hero
And 'cause you're my Dad...
I'm twice as blessed and lucky to be me

Special for my dad.