Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 30 Mei 2011

Don't Forget to Smile !!! ^^


Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak perubahan.
Dia memperkaya meraka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.
Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.
Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya daripada manfaatnya.
Dia menciptakan kebahagian di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.



Dia memberi istirahat untuk rasa lelah, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesediahan dan penangkal alam bagi kesulitan.
Namun dia tidak bisa di beli, dimohon dipinjam atau dicuri karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum di berikan pada orang lain.
Dan apabila pada menit terakhir kesibukan … di mana sebagian pelayan penjual kami menjadi terlalu lelah untuk memberi Anda senyuman, bolehkah kami meminta Anda meninggalkan seulas senyuman Anda?
Karena tak seorangpun yang begitu yang lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan!




Jumat, 27 Mei 2011

Thank you Oprah-Ah, Oprah. You will be surely hugely missed


Bila saya ditanya tentang acara televisi apa yang pertama memberi banyak inspirasi pada saya? jawabannya adalah The Oprah Winfrey. Saya mungkin tidak menonton setiap episode. Tapi saya salah satu penggemar acara ini dan tentu saja saya sangat terkagum-kagum dengan seorang Oprah Winfrey yang luar biasa itu.

Sampai-sampai ketika saya masih kuliah, acara ini yang menemani saya setiap minggu siang. Menonton bersama sahabat hingga acara tidur siang. Wah, masa-masa itu tentu saja tidak akan pernah saya lupakan. ^^



Dan ketika kemarin tanpa sengaja membaca koran yang mengatakan bahwa acara The Oprah Winfrey  samapai pada episode terakhirnya setelah tanyang selama 25 tahun. Saya kembali mengingat semua itu. Entah berapa banyak inspirasi yang diberikan oleh Oprah kepada penonton setianya di dunia ini, dan berapa banyak kebaikan yang juga telah dia berikan kepada banyak orang lainnya.  

Saya yakin banyak orang yang telah  menyampaikan terima kasihnya pada Oprah, dan cerita ini sekaligus ucapan terima kasih saya padanya. Meskipun saya yakin, tak akan pernah sampai padanya he..he..



Ah, Oprah. You will be surely hugely missed. 

Berikut, kisah acara perpisahan yang saya baca kemarin di Jawa Pos :
CHICAGO - Perpisahan itu datang juga. The Oprah Winfrey Show, acara bincang-bincang asuhan Oprah Winfrey yang mengudara selama 25 tahun terakhir, memasuki episode final. Pengambilan gambar tuntas dilakukan pada Selasa malam waktu setempat (24/5).



Winfrey membuat acara perpisahan dengan mengesankan. Dikemas dalam dua bagian, dia mengundang sejumlah bintang papan atas yang pernah tampil di acaranya. Di antaranya, Tom Hanks, Tom Cruise, Will Smith, dan Madonna. Ada pula Stevie Wonder dan Aretha Franklin. Ditampilkan pula highlight perjalanan talk show-nya selama seperempat abad. Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas kesetiaan pemirsa dalam mengikuti acaranya.

Meski mengundang banyak A-lister Hollywood, bintang sesungguhnya dari finale tersebut tetaplah Winfrey. "Ketika keluar, cara dia melangkah ke panggung, dia sudah membawa pesan bagaimana kita harus menemukan diri kita sendiri dan tujuan kita," jelas Wanda Nash, salah seorang audience Winrey. "Semuanya tentang Oprah," imbuhnya.

Pengambilan gambar menjadi momen yang sangat emosional. Winfrey mencium dan memeluk kekasihnya, Stedman Graham, lalu masuk ke studio dan menyalami semua stafnya. Setelah itu, dia mengucapkan selamat tinggal kepada 13 ribu fans yang menyemut di depan United Center, tempat syuting episode finale.

Winfrey memutuskan menyetop bincang-bincang terkenal tersebut untuk fokus pada stasiun televisi bikinannya sendiri, OWN. Selama 25 tahun, The Oprah Winfrey Show menjadi bagian dari kultur Amerika Serikat. Buku yang diulas di sana bakal jadi best seller. Demikian juga album atau penyanyi muda. Variety show, seperti penyembuhan gratis, bedah rumah, dan kunjungan ke komunitas, menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya sangat takjub karena bisa berada di samping perempuan yang mengubah hidup orang lain setiap hari dan perempuan yang membawa makan siang sendiri ke tempat kerja," ujar Stedman, seperti dikutip Daily Mail. "Saya juga tidak percaya bahwa perempuan berkulit gelap dari pedalaman Mississippi bisa melakukan apa saja," imbuh pria 60 tahun yang menjadi kekasih Winfrey sejak 1986 tersebut.

Acara finale itu juga didatangi seorang tamu istimewa. Dia adalah Maria Shriver, mantan istri Arnold Schwarzenegger yang memutuskan mengakhiri pernikahan karena suaminya memiliki affair. Shriver berkata sesuatu yang seolah ditujukan kepada Schwarzenegger. "Kau memberi aku cinta, dukungan, kebijaksanaan, dan di atas semua itu, kebenaran," ungkapnya. Winfrey meraih tangan Shriver, lalu berseru, "Ini untuk kebenaran!"

 
Selasa, 24 Mei 2011

Pesanku untuk adik-adikku...


"Persahabatan seperti Bunga yang cantik - ada dekat di hati, tidak pernah layu karena umur tetapi lebih cantik karena waktu."



Untuk Adik-adikku...
Waktu akan terus berputar dan hari-hari dalam hidupmu akan bergerak. Setiap kali kau melangkah, pastilah akan menemui kerikil hingga batu yang menghalangimu. Dan tak jarang kau akan tersandung atau bahkan terjatuh, rasanya pasti akan sakit. Tapi adikku, janganlah ragu untuk segera bangkit, dan teruslah melangkah. 
Karena kau tak boleh berhenti...



Ketika kau mendapat masalah, ingatlah kisah ini... Kisah wortel, telur dan kopi :
Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru. 

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih. 

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata: ”Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab: “Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. 

Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda. 

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Seperti seseorang yang gigih, kuat dan tahan banting tiba-tiba bisa menjadi lemah ketika ditimpa cobaan atau kemalangan. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Seperti seseorang yang sebelumnya sangat berperasaan menjadi kaku dan berjiwa keras ketika tertimpa cobaan. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi menghitamkan sekitarnya dan mengharumkan lingkungannya. Seperti seseorang yang ketika tertimpa masalah justru mampu mewarnai dan memberi keharuman untuk sekitarnya.

"Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya. "Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi?” 

Adik-adikku...ketika itu semua terjadi, ku harap kau dapat menjadi kopi.




Adik-adikku, ketika semua rintangan di hadapanmu. Ketika tanganmu tak lagi mampu menopang, saat itu hanya Tuhan yang akan menopangmu dengan kesempurnaannya, ketika kau butuh seseorang meringankanmu saat itu orang tua adalah penopang terbaikmu. Namun kadang ketika kau butuh seseorang yang dapat meringankan beban di bahumu. Carilah sahabat.



Karena jika hati adalah istana,
cinta adalah singgasana,
ketulusan adalah mahkota,
kesetiaan adalah piala terindah,
maka persahabatan adalah tahta keabadian sepanjang masa...

Sungguh, kepemilikan atas sahabat adalah harta terindah.




Don't Forget to Smile !!! ^^


Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak perubahan.
Dia memperkaya meraka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.
Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.
Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya daripada manfaatnya.
Dia menciptakan kebahagian di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.



Dia memberi istirahat untuk rasa lelah, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesediahan dan penangkal alam bagi kesulitan.
Namun dia tidak bisa di beli, dimohon dipinjam atau dicuri karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum di berikan pada orang lain.
Dan apabila pada menit terakhir kesibukan … di mana sebagian pelayan penjual kami menjadi terlalu lelah untuk memberi Anda senyuman, bolehkah kami meminta Anda meninggalkan seulas senyuman Anda?
Karena tak seorangpun yang begitu yang lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan!




Thank you Oprah-Ah, Oprah. You will be surely hugely missed


Bila saya ditanya tentang acara televisi apa yang pertama memberi banyak inspirasi pada saya? jawabannya adalah The Oprah Winfrey. Saya mungkin tidak menonton setiap episode. Tapi saya salah satu penggemar acara ini dan tentu saja saya sangat terkagum-kagum dengan seorang Oprah Winfrey yang luar biasa itu.

Sampai-sampai ketika saya masih kuliah, acara ini yang menemani saya setiap minggu siang. Menonton bersama sahabat hingga acara tidur siang. Wah, masa-masa itu tentu saja tidak akan pernah saya lupakan. ^^



Dan ketika kemarin tanpa sengaja membaca koran yang mengatakan bahwa acara The Oprah Winfrey  samapai pada episode terakhirnya setelah tanyang selama 25 tahun. Saya kembali mengingat semua itu. Entah berapa banyak inspirasi yang diberikan oleh Oprah kepada penonton setianya di dunia ini, dan berapa banyak kebaikan yang juga telah dia berikan kepada banyak orang lainnya.  

Saya yakin banyak orang yang telah  menyampaikan terima kasihnya pada Oprah, dan cerita ini sekaligus ucapan terima kasih saya padanya. Meskipun saya yakin, tak akan pernah sampai padanya he..he..



Ah, Oprah. You will be surely hugely missed. 

Berikut, kisah acara perpisahan yang saya baca kemarin di Jawa Pos :
CHICAGO - Perpisahan itu datang juga. The Oprah Winfrey Show, acara bincang-bincang asuhan Oprah Winfrey yang mengudara selama 25 tahun terakhir, memasuki episode final. Pengambilan gambar tuntas dilakukan pada Selasa malam waktu setempat (24/5).



Winfrey membuat acara perpisahan dengan mengesankan. Dikemas dalam dua bagian, dia mengundang sejumlah bintang papan atas yang pernah tampil di acaranya. Di antaranya, Tom Hanks, Tom Cruise, Will Smith, dan Madonna. Ada pula Stevie Wonder dan Aretha Franklin. Ditampilkan pula highlight perjalanan talk show-nya selama seperempat abad. Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas kesetiaan pemirsa dalam mengikuti acaranya.

Meski mengundang banyak A-lister Hollywood, bintang sesungguhnya dari finale tersebut tetaplah Winfrey. "Ketika keluar, cara dia melangkah ke panggung, dia sudah membawa pesan bagaimana kita harus menemukan diri kita sendiri dan tujuan kita," jelas Wanda Nash, salah seorang audience Winrey. "Semuanya tentang Oprah," imbuhnya.

Pengambilan gambar menjadi momen yang sangat emosional. Winfrey mencium dan memeluk kekasihnya, Stedman Graham, lalu masuk ke studio dan menyalami semua stafnya. Setelah itu, dia mengucapkan selamat tinggal kepada 13 ribu fans yang menyemut di depan United Center, tempat syuting episode finale.

Winfrey memutuskan menyetop bincang-bincang terkenal tersebut untuk fokus pada stasiun televisi bikinannya sendiri, OWN. Selama 25 tahun, The Oprah Winfrey Show menjadi bagian dari kultur Amerika Serikat. Buku yang diulas di sana bakal jadi best seller. Demikian juga album atau penyanyi muda. Variety show, seperti penyembuhan gratis, bedah rumah, dan kunjungan ke komunitas, menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya sangat takjub karena bisa berada di samping perempuan yang mengubah hidup orang lain setiap hari dan perempuan yang membawa makan siang sendiri ke tempat kerja," ujar Stedman, seperti dikutip Daily Mail. "Saya juga tidak percaya bahwa perempuan berkulit gelap dari pedalaman Mississippi bisa melakukan apa saja," imbuh pria 60 tahun yang menjadi kekasih Winfrey sejak 1986 tersebut.

Acara finale itu juga didatangi seorang tamu istimewa. Dia adalah Maria Shriver, mantan istri Arnold Schwarzenegger yang memutuskan mengakhiri pernikahan karena suaminya memiliki affair. Shriver berkata sesuatu yang seolah ditujukan kepada Schwarzenegger. "Kau memberi aku cinta, dukungan, kebijaksanaan, dan di atas semua itu, kebenaran," ungkapnya. Winfrey meraih tangan Shriver, lalu berseru, "Ini untuk kebenaran!"

 

Pesanku untuk adik-adikku...


"Persahabatan seperti Bunga yang cantik - ada dekat di hati, tidak pernah layu karena umur tetapi lebih cantik karena waktu."



Untuk Adik-adikku...
Waktu akan terus berputar dan hari-hari dalam hidupmu akan bergerak. Setiap kali kau melangkah, pastilah akan menemui kerikil hingga batu yang menghalangimu. Dan tak jarang kau akan tersandung atau bahkan terjatuh, rasanya pasti akan sakit. Tapi adikku, janganlah ragu untuk segera bangkit, dan teruslah melangkah. 
Karena kau tak boleh berhenti...



Ketika kau mendapat masalah, ingatlah kisah ini... Kisah wortel, telur dan kopi :
Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru. 

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih. 

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata: ”Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab: “Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. 

Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda. 

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Seperti seseorang yang gigih, kuat dan tahan banting tiba-tiba bisa menjadi lemah ketika ditimpa cobaan atau kemalangan. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Seperti seseorang yang sebelumnya sangat berperasaan menjadi kaku dan berjiwa keras ketika tertimpa cobaan. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi menghitamkan sekitarnya dan mengharumkan lingkungannya. Seperti seseorang yang ketika tertimpa masalah justru mampu mewarnai dan memberi keharuman untuk sekitarnya.

"Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya. "Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi?” 

Adik-adikku...ketika itu semua terjadi, ku harap kau dapat menjadi kopi.




Adik-adikku, ketika semua rintangan di hadapanmu. Ketika tanganmu tak lagi mampu menopang, saat itu hanya Tuhan yang akan menopangmu dengan kesempurnaannya, ketika kau butuh seseorang meringankanmu saat itu orang tua adalah penopang terbaikmu. Namun kadang ketika kau butuh seseorang yang dapat meringankan beban di bahumu. Carilah sahabat.



Karena jika hati adalah istana,
cinta adalah singgasana,
ketulusan adalah mahkota,
kesetiaan adalah piala terindah,
maka persahabatan adalah tahta keabadian sepanjang masa...

Sungguh, kepemilikan atas sahabat adalah harta terindah.




Senin, 30 Mei 2011

Don't Forget to Smile !!! ^^


Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak perubahan.
Dia memperkaya meraka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.
Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.
Tak seorangpun yang meskipun kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetap menjadi lebih kaya daripada manfaatnya.
Dia menciptakan kebahagian di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.



Dia memberi istirahat untuk rasa lelah, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesediahan dan penangkal alam bagi kesulitan.
Namun dia tidak bisa di beli, dimohon dipinjam atau dicuri karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum di berikan pada orang lain.
Dan apabila pada menit terakhir kesibukan … di mana sebagian pelayan penjual kami menjadi terlalu lelah untuk memberi Anda senyuman, bolehkah kami meminta Anda meninggalkan seulas senyuman Anda?
Karena tak seorangpun yang begitu yang lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan!




Jumat, 27 Mei 2011

Thank you Oprah-Ah, Oprah. You will be surely hugely missed


Bila saya ditanya tentang acara televisi apa yang pertama memberi banyak inspirasi pada saya? jawabannya adalah The Oprah Winfrey. Saya mungkin tidak menonton setiap episode. Tapi saya salah satu penggemar acara ini dan tentu saja saya sangat terkagum-kagum dengan seorang Oprah Winfrey yang luar biasa itu.

Sampai-sampai ketika saya masih kuliah, acara ini yang menemani saya setiap minggu siang. Menonton bersama sahabat hingga acara tidur siang. Wah, masa-masa itu tentu saja tidak akan pernah saya lupakan. ^^



Dan ketika kemarin tanpa sengaja membaca koran yang mengatakan bahwa acara The Oprah Winfrey  samapai pada episode terakhirnya setelah tanyang selama 25 tahun. Saya kembali mengingat semua itu. Entah berapa banyak inspirasi yang diberikan oleh Oprah kepada penonton setianya di dunia ini, dan berapa banyak kebaikan yang juga telah dia berikan kepada banyak orang lainnya.  

Saya yakin banyak orang yang telah  menyampaikan terima kasihnya pada Oprah, dan cerita ini sekaligus ucapan terima kasih saya padanya. Meskipun saya yakin, tak akan pernah sampai padanya he..he..



Ah, Oprah. You will be surely hugely missed. 

Berikut, kisah acara perpisahan yang saya baca kemarin di Jawa Pos :
CHICAGO - Perpisahan itu datang juga. The Oprah Winfrey Show, acara bincang-bincang asuhan Oprah Winfrey yang mengudara selama 25 tahun terakhir, memasuki episode final. Pengambilan gambar tuntas dilakukan pada Selasa malam waktu setempat (24/5).



Winfrey membuat acara perpisahan dengan mengesankan. Dikemas dalam dua bagian, dia mengundang sejumlah bintang papan atas yang pernah tampil di acaranya. Di antaranya, Tom Hanks, Tom Cruise, Will Smith, dan Madonna. Ada pula Stevie Wonder dan Aretha Franklin. Ditampilkan pula highlight perjalanan talk show-nya selama seperempat abad. Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas kesetiaan pemirsa dalam mengikuti acaranya.

Meski mengundang banyak A-lister Hollywood, bintang sesungguhnya dari finale tersebut tetaplah Winfrey. "Ketika keluar, cara dia melangkah ke panggung, dia sudah membawa pesan bagaimana kita harus menemukan diri kita sendiri dan tujuan kita," jelas Wanda Nash, salah seorang audience Winrey. "Semuanya tentang Oprah," imbuhnya.

Pengambilan gambar menjadi momen yang sangat emosional. Winfrey mencium dan memeluk kekasihnya, Stedman Graham, lalu masuk ke studio dan menyalami semua stafnya. Setelah itu, dia mengucapkan selamat tinggal kepada 13 ribu fans yang menyemut di depan United Center, tempat syuting episode finale.

Winfrey memutuskan menyetop bincang-bincang terkenal tersebut untuk fokus pada stasiun televisi bikinannya sendiri, OWN. Selama 25 tahun, The Oprah Winfrey Show menjadi bagian dari kultur Amerika Serikat. Buku yang diulas di sana bakal jadi best seller. Demikian juga album atau penyanyi muda. Variety show, seperti penyembuhan gratis, bedah rumah, dan kunjungan ke komunitas, menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya sangat takjub karena bisa berada di samping perempuan yang mengubah hidup orang lain setiap hari dan perempuan yang membawa makan siang sendiri ke tempat kerja," ujar Stedman, seperti dikutip Daily Mail. "Saya juga tidak percaya bahwa perempuan berkulit gelap dari pedalaman Mississippi bisa melakukan apa saja," imbuh pria 60 tahun yang menjadi kekasih Winfrey sejak 1986 tersebut.

Acara finale itu juga didatangi seorang tamu istimewa. Dia adalah Maria Shriver, mantan istri Arnold Schwarzenegger yang memutuskan mengakhiri pernikahan karena suaminya memiliki affair. Shriver berkata sesuatu yang seolah ditujukan kepada Schwarzenegger. "Kau memberi aku cinta, dukungan, kebijaksanaan, dan di atas semua itu, kebenaran," ungkapnya. Winfrey meraih tangan Shriver, lalu berseru, "Ini untuk kebenaran!"

 

Selasa, 24 Mei 2011

Pesanku untuk adik-adikku...


"Persahabatan seperti Bunga yang cantik - ada dekat di hati, tidak pernah layu karena umur tetapi lebih cantik karena waktu."



Untuk Adik-adikku...
Waktu akan terus berputar dan hari-hari dalam hidupmu akan bergerak. Setiap kali kau melangkah, pastilah akan menemui kerikil hingga batu yang menghalangimu. Dan tak jarang kau akan tersandung atau bahkan terjatuh, rasanya pasti akan sakit. Tapi adikku, janganlah ragu untuk segera bangkit, dan teruslah melangkah. 
Karena kau tak boleh berhenti...



Ketika kau mendapat masalah, ingatlah kisah ini... Kisah wortel, telur dan kopi :
Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru. 

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih. 

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata: ”Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab: “Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. 

Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda. 

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Seperti seseorang yang gigih, kuat dan tahan banting tiba-tiba bisa menjadi lemah ketika ditimpa cobaan atau kemalangan. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Seperti seseorang yang sebelumnya sangat berperasaan menjadi kaku dan berjiwa keras ketika tertimpa cobaan. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi menghitamkan sekitarnya dan mengharumkan lingkungannya. Seperti seseorang yang ketika tertimpa masalah justru mampu mewarnai dan memberi keharuman untuk sekitarnya.

"Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya. "Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi?” 

Adik-adikku...ketika itu semua terjadi, ku harap kau dapat menjadi kopi.




Adik-adikku, ketika semua rintangan di hadapanmu. Ketika tanganmu tak lagi mampu menopang, saat itu hanya Tuhan yang akan menopangmu dengan kesempurnaannya, ketika kau butuh seseorang meringankanmu saat itu orang tua adalah penopang terbaikmu. Namun kadang ketika kau butuh seseorang yang dapat meringankan beban di bahumu. Carilah sahabat.



Karena jika hati adalah istana,
cinta adalah singgasana,
ketulusan adalah mahkota,
kesetiaan adalah piala terindah,
maka persahabatan adalah tahta keabadian sepanjang masa...

Sungguh, kepemilikan atas sahabat adalah harta terindah.