Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 03 Juli 2011

You + Me = Friendship ....



Teman sanggup merampas orang yang kamu cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kamu cintai

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan

Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu


Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah SWT

With love...
Sabtu, 02 Juli 2011

Perjalananku, akhir Juni...

Banyak perjalanan yang kita lalui dalam hidup kita memberikan banyak pelajaran bagi kita. Weekend kemarin saya melakukan perjalanan keluar kota dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat saya tercinta di kota Bondowoso yang sejuk. 

Di perjalanan saya banyak melihat banyak manusia-manusia pekerja keras yang luar biasa. Manusia yang membuat saya menggeleng-gelengkan kepala karena takjud. Manusia yang rela melakukan hal  berbahaya dalam pekerjaan mereka. Meskipun itu bagi mereka nampak biasa saja...





Adegan-adegan berbahaya di jalan raya

 Saat itu juga saya bersyukur bahwa saya masih bisa duduk tenang di mobil yang dikendarai suami tanpa harus menanggung resiko yang berbahaya seperti yang mereka alami, alhamdulillah...

Sampai saya dan suami di rumah mertua, dan saya yang sudah tidak enak badan hari sebelumnya, benar-benar sakit di hari itu...Istirahat Zzzt...zzzz

Perjalanan hari ke dua saya melintasi kota Jember – Bondowoso, membangkitkan banyak kenangan bagi saya. Setelah 4 tahun tinggal di kota Jember Terbina tentu saja membuat saya mengingat masa-masa ketika masih menjabat sebagai mahasiswa. Wah benar-benar merindukan masa-masa itu, rasanya disetiap sudut kota, terlintas kenangan-kenangan indah kala itu...ha..hay....

Sampai di kota Bondowoso kami sedikit agak awal sehingga memutuskan untuk singgah di masjid At Taqwa yang terletak di depan Alun-alun kota Bondowoso, letaknya seperti masjid Jami yang dimiliki kota Malang. Sempat sholat Dhuha dan sambil menunggu adzan Dhuhur saya memperhatikan bangunan masjid itu dari tempat say duduk. Dan yang tidak biasa dari masjid ini adalah, banyaknya burung yang melintas di dalam masjid. Ha...ha...burung gereja sekarang sudah gemar ke masjid. Begitu banyaknya hingga suara-suara kicau burung begitu riuh dari dalam masjid. Dan kalau kita mendonggak sedikit ke atas kadang kita dapat melihat burung-burung itu berseliweran terbang dengan leluasa... Saya tidak tahu apa pengelola masjid sengaja menjadikan masjid itu ramai dengan burung sehingga dapat menjadikan daya tari atau kekhasan atau burung-burung itu saja yang suka berdiam dan bermain di dalam masjid... Yang jelas siang itu saya sedikit terhibur dengan kehadiran burung-burung itu.

Masjid At Taqwa  dari tempat saya duduk

Singkat cerita saya tiba di tempat pernikahan sahabat saya tercinta yang juga kembaran saya saat kuliah (Ho..ho...ho..). Bahagia berada di tempat bahagia bersama orang-orang yang juga sedang berbahagia, dan kebahagiaan saya bertambah ketika saya bertemu dengan teman-teman lama dan dosen-dosen saya tercinta. Wah nostalgia dan reuni singkat yang menyenagkan ^^

 Wajah bahagia sahabat saya
Jumat, 01 Juli 2011

Aku ingin dicintai Karena ALLAH



Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?


Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....

Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..


You + Me = Friendship ....



Teman sanggup merampas orang yang kamu cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kamu cintai

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan

Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu


Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah SWT

With love...

Perjalananku, akhir Juni...

Banyak perjalanan yang kita lalui dalam hidup kita memberikan banyak pelajaran bagi kita. Weekend kemarin saya melakukan perjalanan keluar kota dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat saya tercinta di kota Bondowoso yang sejuk. 

Di perjalanan saya banyak melihat banyak manusia-manusia pekerja keras yang luar biasa. Manusia yang membuat saya menggeleng-gelengkan kepala karena takjud. Manusia yang rela melakukan hal  berbahaya dalam pekerjaan mereka. Meskipun itu bagi mereka nampak biasa saja...





Adegan-adegan berbahaya di jalan raya

 Saat itu juga saya bersyukur bahwa saya masih bisa duduk tenang di mobil yang dikendarai suami tanpa harus menanggung resiko yang berbahaya seperti yang mereka alami, alhamdulillah...

Sampai saya dan suami di rumah mertua, dan saya yang sudah tidak enak badan hari sebelumnya, benar-benar sakit di hari itu...Istirahat Zzzt...zzzz

Perjalanan hari ke dua saya melintasi kota Jember – Bondowoso, membangkitkan banyak kenangan bagi saya. Setelah 4 tahun tinggal di kota Jember Terbina tentu saja membuat saya mengingat masa-masa ketika masih menjabat sebagai mahasiswa. Wah benar-benar merindukan masa-masa itu, rasanya disetiap sudut kota, terlintas kenangan-kenangan indah kala itu...ha..hay....

Sampai di kota Bondowoso kami sedikit agak awal sehingga memutuskan untuk singgah di masjid At Taqwa yang terletak di depan Alun-alun kota Bondowoso, letaknya seperti masjid Jami yang dimiliki kota Malang. Sempat sholat Dhuha dan sambil menunggu adzan Dhuhur saya memperhatikan bangunan masjid itu dari tempat say duduk. Dan yang tidak biasa dari masjid ini adalah, banyaknya burung yang melintas di dalam masjid. Ha...ha...burung gereja sekarang sudah gemar ke masjid. Begitu banyaknya hingga suara-suara kicau burung begitu riuh dari dalam masjid. Dan kalau kita mendonggak sedikit ke atas kadang kita dapat melihat burung-burung itu berseliweran terbang dengan leluasa... Saya tidak tahu apa pengelola masjid sengaja menjadikan masjid itu ramai dengan burung sehingga dapat menjadikan daya tari atau kekhasan atau burung-burung itu saja yang suka berdiam dan bermain di dalam masjid... Yang jelas siang itu saya sedikit terhibur dengan kehadiran burung-burung itu.

Masjid At Taqwa  dari tempat saya duduk

Singkat cerita saya tiba di tempat pernikahan sahabat saya tercinta yang juga kembaran saya saat kuliah (Ho..ho...ho..). Bahagia berada di tempat bahagia bersama orang-orang yang juga sedang berbahagia, dan kebahagiaan saya bertambah ketika saya bertemu dengan teman-teman lama dan dosen-dosen saya tercinta. Wah nostalgia dan reuni singkat yang menyenagkan ^^

 Wajah bahagia sahabat saya

Aku ingin dicintai Karena ALLAH



Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?


Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....

Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..


Minggu, 03 Juli 2011

You + Me = Friendship ....



Teman sanggup merampas orang yang kamu cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kamu cintai

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan

Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu


Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata
Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinari
Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
Sahabat sejati menjadi pendorong impian
Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah SWT

With love...

Sabtu, 02 Juli 2011

Perjalananku, akhir Juni...

Banyak perjalanan yang kita lalui dalam hidup kita memberikan banyak pelajaran bagi kita. Weekend kemarin saya melakukan perjalanan keluar kota dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat saya tercinta di kota Bondowoso yang sejuk. 

Di perjalanan saya banyak melihat banyak manusia-manusia pekerja keras yang luar biasa. Manusia yang membuat saya menggeleng-gelengkan kepala karena takjud. Manusia yang rela melakukan hal  berbahaya dalam pekerjaan mereka. Meskipun itu bagi mereka nampak biasa saja...





Adegan-adegan berbahaya di jalan raya

 Saat itu juga saya bersyukur bahwa saya masih bisa duduk tenang di mobil yang dikendarai suami tanpa harus menanggung resiko yang berbahaya seperti yang mereka alami, alhamdulillah...

Sampai saya dan suami di rumah mertua, dan saya yang sudah tidak enak badan hari sebelumnya, benar-benar sakit di hari itu...Istirahat Zzzt...zzzz

Perjalanan hari ke dua saya melintasi kota Jember – Bondowoso, membangkitkan banyak kenangan bagi saya. Setelah 4 tahun tinggal di kota Jember Terbina tentu saja membuat saya mengingat masa-masa ketika masih menjabat sebagai mahasiswa. Wah benar-benar merindukan masa-masa itu, rasanya disetiap sudut kota, terlintas kenangan-kenangan indah kala itu...ha..hay....

Sampai di kota Bondowoso kami sedikit agak awal sehingga memutuskan untuk singgah di masjid At Taqwa yang terletak di depan Alun-alun kota Bondowoso, letaknya seperti masjid Jami yang dimiliki kota Malang. Sempat sholat Dhuha dan sambil menunggu adzan Dhuhur saya memperhatikan bangunan masjid itu dari tempat say duduk. Dan yang tidak biasa dari masjid ini adalah, banyaknya burung yang melintas di dalam masjid. Ha...ha...burung gereja sekarang sudah gemar ke masjid. Begitu banyaknya hingga suara-suara kicau burung begitu riuh dari dalam masjid. Dan kalau kita mendonggak sedikit ke atas kadang kita dapat melihat burung-burung itu berseliweran terbang dengan leluasa... Saya tidak tahu apa pengelola masjid sengaja menjadikan masjid itu ramai dengan burung sehingga dapat menjadikan daya tari atau kekhasan atau burung-burung itu saja yang suka berdiam dan bermain di dalam masjid... Yang jelas siang itu saya sedikit terhibur dengan kehadiran burung-burung itu.

Masjid At Taqwa  dari tempat saya duduk

Singkat cerita saya tiba di tempat pernikahan sahabat saya tercinta yang juga kembaran saya saat kuliah (Ho..ho...ho..). Bahagia berada di tempat bahagia bersama orang-orang yang juga sedang berbahagia, dan kebahagiaan saya bertambah ketika saya bertemu dengan teman-teman lama dan dosen-dosen saya tercinta. Wah nostalgia dan reuni singkat yang menyenagkan ^^

 Wajah bahagia sahabat saya

Jumat, 01 Juli 2011

Aku ingin dicintai Karena ALLAH



Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?


Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....

Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..