Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 15 Februari 2013

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

Senin, 04 Februari 2013

Travelers Tales - Smile in Singapore !

hello Singapura !
Dear you (you@justyou.com)

Hello Singapore...

Melanjutkan perjalanan, setelah keliling Malaysia. Hari ini jadwal kami pergi ke Singapore. Dari hotel, kami berangkat pagi sekali. Bukan hanya menghindari kemacetan di senin pagi kami juga ingin memiliki waktu yang panjang di Singapore.

Setelah urusan dengan imigrasi selesai kami mulai meluncur ke pusat perbelanjaan Mustafa Center. Sebelum masuk ke dalam kami justru membeli oleh-oleh di depan Mustafa Center (tips bagi yang mau cari barang murah meriah). Lagi-lagi, karena saat travelers dhuafa, saat hanya menghabiskan sedikit dollar saya di sana. Dan selebihnya, saya hanya berjalan-jalan dan berfoto di sekitar Mustafa Center dan masuk sebentar di pusat perbelanjaan wajib bagi turis ini.

mustafa centre (seperti tertulis)

Setelah lelah belanja, kami langsung di ajak makan siang nasi lemak di salah satu restoran sederhana di negara mungil ini. Kenyang dengan nasi lemak yang memenuhi perut kami bergegas menuju Masjid Sultan. Masjid yang pertama di bangun di Singapura dan katanya dibangun oleh orang Jawa yang berdagang di sini. Menariknya, di sekitar kawasan Masjid Sultan ini berderet toko, restoran dan tempat-tempat asyik buat nongkrong dan juga asyik buat foto (hay...hay... ^^)

Masjid Sultan dan sekitarnya

Tanda-tanda seru di Masjid Sultan

Selesai sholat dan istirahat kami memulai perjalanan ke Merlion Park. Singkatnya 2 jam lamanya kami habiskan dengan keliling dengan kano dan berfoto dengan patung lambang dari Negara Singapura itu, rasanya PUAS !

pose dulu ah.... ^^

Hari yang menyenangkan, Alhamdulillah saya merasakan sejuta senyuman indah di hari yang indah ini bersama teman-teman yang menyenangkan. Akh, tapi saya selalu berfikir andai kamu berada juga bersama kami.

Hugs,
the happy traveler

Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tale - Genting Highland


Dear you (you@justyou.com)

Hai, it's me again
Masih di Malaysia . . .

Lanjut postingan, setelah makan siang di R & R (not special taste) kami berangkat ke Genting Highland. Awalnya ketika pertama kali saya dengar tempat ini saya jadi ingat 2 hal. Genting rumah dan Genteng (nama daerah di Banyuwangi). Ha..ha.. saya selalu merasa Indonesia dan Malaysia punya rasa yang sama.

Genting Highland mirip Dufan Ancol, dengan tempat berjudi, tempat belanja bertaraf internasional, hotel berbintang dan letaknya di puncak gunung. Tempat ini punya 2 area, area outdoor dan indoor. Kalau area outdoor suhunya bisa dingin banget sekitar -10 derajat celcius. Apalagi saat kami tiba disana, gerimis sedang turun dengan mesranya.

Hari minggu yang dingin, kami mengantre gondola atau cable car bersama ratusan orang lainnya. Ya, bisa dibayangkan, antriannya panjaaaaaang sekali. Dan setelah kira-kira 30 menit mengantre akhirnya kami bisa naik cable car yang jarak tempuhnya 4 km dan waktu tempuh kira-kira 20 menit dan melewati 22 gate yang terpasang entah bagaimana caranya. Alhamdulillah, pemandangan dari atas cable car bagus banget, cuma buat yang takut ketinggian, mungkin agak mengerikan (tidak direkomendasikan).

Cable Car ... seru !!!

Turun dari cable car, pengunjung bisa belanja, makan, berjudi (sangat tidak dianjurkan), menginap atau sekedar jalan-jalan. Tempatnya luas sekali bahkan cocok buat anak-anak. Oya, saya sempat diajak mengintip casino sejenak (kapan lagi bisa melihat casino secara langsung), kabarnya hanya orang asing yang boleh masuk tempat ini dengan cara menunjukkan paspor sementara orang asli malaysia hanya hanya yang berdarah India dan Cina yang boleh masuk sedangkan warga malaysia berwajah melayu dilarang masuk, dan tentu saja harus berpakaian super rapi. Walhasil ketika kami masuk, pelayan yang disana pada ngelihatin aneh, pasalnya yang masuk perempuan-perempuan berjilbab (dipikirnya pada kesasar kali ya). Tapi penjaganya maklum setelah di bilang kalau kami wisatawan. Ya, ternyata casino yang saya lihat ini tidak berbeda dengan yang di film-film yang sering saya tonton (oya, di dalam casino dilarang membawa kamera, jadi saya tidak dapat membagi gambarnya).

Ramainya ngantri, hotel dan suasana in door genting highland

Puas jalan-jalan, kami akhirnya harus kembali ke posisi semula (tempat awal kami datang) dan harus naik cable car lagi. Whaaaatttt ? saya tidak takut ketinggian dan menikmati perjalanannya. Tapi kalau harus mengantri sepanjang itu, lagi. Hemmmm....... sangat tidak menyenangkan. Tapi, apalah daya....yuk ngantri lagi

Akhirnya... kami kembali ke bus yang membawa kami kembali ke hotel....

See you... wish you be here...

the tired traveler

 

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

Travelers Tales - Smile in Singapore !

hello Singapura !
Dear you (you@justyou.com)

Hello Singapore...

Melanjutkan perjalanan, setelah keliling Malaysia. Hari ini jadwal kami pergi ke Singapore. Dari hotel, kami berangkat pagi sekali. Bukan hanya menghindari kemacetan di senin pagi kami juga ingin memiliki waktu yang panjang di Singapore.

Setelah urusan dengan imigrasi selesai kami mulai meluncur ke pusat perbelanjaan Mustafa Center. Sebelum masuk ke dalam kami justru membeli oleh-oleh di depan Mustafa Center (tips bagi yang mau cari barang murah meriah). Lagi-lagi, karena saat travelers dhuafa, saat hanya menghabiskan sedikit dollar saya di sana. Dan selebihnya, saya hanya berjalan-jalan dan berfoto di sekitar Mustafa Center dan masuk sebentar di pusat perbelanjaan wajib bagi turis ini.

mustafa centre (seperti tertulis)

Setelah lelah belanja, kami langsung di ajak makan siang nasi lemak di salah satu restoran sederhana di negara mungil ini. Kenyang dengan nasi lemak yang memenuhi perut kami bergegas menuju Masjid Sultan. Masjid yang pertama di bangun di Singapura dan katanya dibangun oleh orang Jawa yang berdagang di sini. Menariknya, di sekitar kawasan Masjid Sultan ini berderet toko, restoran dan tempat-tempat asyik buat nongkrong dan juga asyik buat foto (hay...hay... ^^)

Masjid Sultan dan sekitarnya

Tanda-tanda seru di Masjid Sultan

Selesai sholat dan istirahat kami memulai perjalanan ke Merlion Park. Singkatnya 2 jam lamanya kami habiskan dengan keliling dengan kano dan berfoto dengan patung lambang dari Negara Singapura itu, rasanya PUAS !

pose dulu ah.... ^^

Hari yang menyenangkan, Alhamdulillah saya merasakan sejuta senyuman indah di hari yang indah ini bersama teman-teman yang menyenangkan. Akh, tapi saya selalu berfikir andai kamu berada juga bersama kami.

Hugs,
the happy traveler

Travelers Tale - Genting Highland


Dear you (you@justyou.com)

Hai, it's me again
Masih di Malaysia . . .

Lanjut postingan, setelah makan siang di R & R (not special taste) kami berangkat ke Genting Highland. Awalnya ketika pertama kali saya dengar tempat ini saya jadi ingat 2 hal. Genting rumah dan Genteng (nama daerah di Banyuwangi). Ha..ha.. saya selalu merasa Indonesia dan Malaysia punya rasa yang sama.

Genting Highland mirip Dufan Ancol, dengan tempat berjudi, tempat belanja bertaraf internasional, hotel berbintang dan letaknya di puncak gunung. Tempat ini punya 2 area, area outdoor dan indoor. Kalau area outdoor suhunya bisa dingin banget sekitar -10 derajat celcius. Apalagi saat kami tiba disana, gerimis sedang turun dengan mesranya.

Hari minggu yang dingin, kami mengantre gondola atau cable car bersama ratusan orang lainnya. Ya, bisa dibayangkan, antriannya panjaaaaaang sekali. Dan setelah kira-kira 30 menit mengantre akhirnya kami bisa naik cable car yang jarak tempuhnya 4 km dan waktu tempuh kira-kira 20 menit dan melewati 22 gate yang terpasang entah bagaimana caranya. Alhamdulillah, pemandangan dari atas cable car bagus banget, cuma buat yang takut ketinggian, mungkin agak mengerikan (tidak direkomendasikan).

Cable Car ... seru !!!

Turun dari cable car, pengunjung bisa belanja, makan, berjudi (sangat tidak dianjurkan), menginap atau sekedar jalan-jalan. Tempatnya luas sekali bahkan cocok buat anak-anak. Oya, saya sempat diajak mengintip casino sejenak (kapan lagi bisa melihat casino secara langsung), kabarnya hanya orang asing yang boleh masuk tempat ini dengan cara menunjukkan paspor sementara orang asli malaysia hanya hanya yang berdarah India dan Cina yang boleh masuk sedangkan warga malaysia berwajah melayu dilarang masuk, dan tentu saja harus berpakaian super rapi. Walhasil ketika kami masuk, pelayan yang disana pada ngelihatin aneh, pasalnya yang masuk perempuan-perempuan berjilbab (dipikirnya pada kesasar kali ya). Tapi penjaganya maklum setelah di bilang kalau kami wisatawan. Ya, ternyata casino yang saya lihat ini tidak berbeda dengan yang di film-film yang sering saya tonton (oya, di dalam casino dilarang membawa kamera, jadi saya tidak dapat membagi gambarnya).

Ramainya ngantri, hotel dan suasana in door genting highland

Puas jalan-jalan, kami akhirnya harus kembali ke posisi semula (tempat awal kami datang) dan harus naik cable car lagi. Whaaaatttt ? saya tidak takut ketinggian dan menikmati perjalanannya. Tapi kalau harus mengantri sepanjang itu, lagi. Hemmmm....... sangat tidak menyenangkan. Tapi, apalah daya....yuk ngantri lagi

Akhirnya... kami kembali ke bus yang membawa kami kembali ke hotel....

See you... wish you be here...

the tired traveler

 

Jumat, 15 Februari 2013

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

Senin, 04 Februari 2013

Travelers Tales - Smile in Singapore !

hello Singapura !
Dear you (you@justyou.com)

Hello Singapore...

Melanjutkan perjalanan, setelah keliling Malaysia. Hari ini jadwal kami pergi ke Singapore. Dari hotel, kami berangkat pagi sekali. Bukan hanya menghindari kemacetan di senin pagi kami juga ingin memiliki waktu yang panjang di Singapore.

Setelah urusan dengan imigrasi selesai kami mulai meluncur ke pusat perbelanjaan Mustafa Center. Sebelum masuk ke dalam kami justru membeli oleh-oleh di depan Mustafa Center (tips bagi yang mau cari barang murah meriah). Lagi-lagi, karena saat travelers dhuafa, saat hanya menghabiskan sedikit dollar saya di sana. Dan selebihnya, saya hanya berjalan-jalan dan berfoto di sekitar Mustafa Center dan masuk sebentar di pusat perbelanjaan wajib bagi turis ini.

mustafa centre (seperti tertulis)

Setelah lelah belanja, kami langsung di ajak makan siang nasi lemak di salah satu restoran sederhana di negara mungil ini. Kenyang dengan nasi lemak yang memenuhi perut kami bergegas menuju Masjid Sultan. Masjid yang pertama di bangun di Singapura dan katanya dibangun oleh orang Jawa yang berdagang di sini. Menariknya, di sekitar kawasan Masjid Sultan ini berderet toko, restoran dan tempat-tempat asyik buat nongkrong dan juga asyik buat foto (hay...hay... ^^)

Masjid Sultan dan sekitarnya

Tanda-tanda seru di Masjid Sultan

Selesai sholat dan istirahat kami memulai perjalanan ke Merlion Park. Singkatnya 2 jam lamanya kami habiskan dengan keliling dengan kano dan berfoto dengan patung lambang dari Negara Singapura itu, rasanya PUAS !

pose dulu ah.... ^^

Hari yang menyenangkan, Alhamdulillah saya merasakan sejuta senyuman indah di hari yang indah ini bersama teman-teman yang menyenangkan. Akh, tapi saya selalu berfikir andai kamu berada juga bersama kami.

Hugs,
the happy traveler

Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tale - Genting Highland


Dear you (you@justyou.com)

Hai, it's me again
Masih di Malaysia . . .

Lanjut postingan, setelah makan siang di R & R (not special taste) kami berangkat ke Genting Highland. Awalnya ketika pertama kali saya dengar tempat ini saya jadi ingat 2 hal. Genting rumah dan Genteng (nama daerah di Banyuwangi). Ha..ha.. saya selalu merasa Indonesia dan Malaysia punya rasa yang sama.

Genting Highland mirip Dufan Ancol, dengan tempat berjudi, tempat belanja bertaraf internasional, hotel berbintang dan letaknya di puncak gunung. Tempat ini punya 2 area, area outdoor dan indoor. Kalau area outdoor suhunya bisa dingin banget sekitar -10 derajat celcius. Apalagi saat kami tiba disana, gerimis sedang turun dengan mesranya.

Hari minggu yang dingin, kami mengantre gondola atau cable car bersama ratusan orang lainnya. Ya, bisa dibayangkan, antriannya panjaaaaaang sekali. Dan setelah kira-kira 30 menit mengantre akhirnya kami bisa naik cable car yang jarak tempuhnya 4 km dan waktu tempuh kira-kira 20 menit dan melewati 22 gate yang terpasang entah bagaimana caranya. Alhamdulillah, pemandangan dari atas cable car bagus banget, cuma buat yang takut ketinggian, mungkin agak mengerikan (tidak direkomendasikan).

Cable Car ... seru !!!

Turun dari cable car, pengunjung bisa belanja, makan, berjudi (sangat tidak dianjurkan), menginap atau sekedar jalan-jalan. Tempatnya luas sekali bahkan cocok buat anak-anak. Oya, saya sempat diajak mengintip casino sejenak (kapan lagi bisa melihat casino secara langsung), kabarnya hanya orang asing yang boleh masuk tempat ini dengan cara menunjukkan paspor sementara orang asli malaysia hanya hanya yang berdarah India dan Cina yang boleh masuk sedangkan warga malaysia berwajah melayu dilarang masuk, dan tentu saja harus berpakaian super rapi. Walhasil ketika kami masuk, pelayan yang disana pada ngelihatin aneh, pasalnya yang masuk perempuan-perempuan berjilbab (dipikirnya pada kesasar kali ya). Tapi penjaganya maklum setelah di bilang kalau kami wisatawan. Ya, ternyata casino yang saya lihat ini tidak berbeda dengan yang di film-film yang sering saya tonton (oya, di dalam casino dilarang membawa kamera, jadi saya tidak dapat membagi gambarnya).

Ramainya ngantri, hotel dan suasana in door genting highland

Puas jalan-jalan, kami akhirnya harus kembali ke posisi semula (tempat awal kami datang) dan harus naik cable car lagi. Whaaaatttt ? saya tidak takut ketinggian dan menikmati perjalanannya. Tapi kalau harus mengantri sepanjang itu, lagi. Hemmmm....... sangat tidak menyenangkan. Tapi, apalah daya....yuk ngantri lagi

Akhirnya... kami kembali ke bus yang membawa kami kembali ke hotel....

See you... wish you be here...

the tired traveler