Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 01 Agustus 2015

My storiette - Word of the Story


 pinterest

Lama banget meninggalkan rutinitas menulis di blog, rasanya seperti kehilangan sesuatu ..hay..hay sedikit berlebihan ^.^ Tapi saya rasa menulis meninggalkan addiksi buat saya, tentu saja addiksi yang baik, yang sehat... Sama juga ketika kita mencintai seseorang, dan ketika tidak bersamanya kita akan merasa rindu. Iya, rindu itu mungkin yang saya rasakan....

Saya menulis karena saya menyukainya...biasanya menulis lebih untuk membahagiakan diri sendiri dan apabila itu bermanfaat bagi orang lain bagi saya itu adalah bonus. Menulis juga membantu menguatkan saya, membantu saya dalam menghadapi diri sendiri, membantu saya untuk jujur dan menenangkan diri. Saya menyukai menulis sama seperti saya menyukai membaca, biasanya jika saya lama tidak menulis berarti saya sedang aktif membaca. Tapi melakukan keduanya secara seimbang terasa lebih menyenangkan.

Saya selalu percaya bahwa setiap orang adalah penulis, dengan caranya masing-masing kita semua menulis kisah.....kisah hidup kita sendiri. Bukankan kita terbiasa menyusun kata, mengotak-atiknya menjadi kalimat sempurna. Sempurna untuk dilalui, sempurna untuk di rasakan. Walau kenyataannya tidak akan benar-benar sempurna. Karena kata kadang adakalanya menjadi sebuah keajaiban. Ada baikknya kita harus terbiasa menulis sesuatu  yang baik, sesuatu yang benar dan rajin-rajinlah melakukan editing. 

Tapi terkadang, kita hanya harus menulis...menulis apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang harus kita tulis. Dan kemudian semuanya berlalu begitu saja dan kita harus mulai menulis lagi....

Sabtu, 06 Juni 2015

Dear Diva-Bukan Sekedar Rindu


Dear Diva,
Selalu ada saat ketika bunda mengingatmu ketika kita tak bersama. Ketika senyummu membayangi wajah bunda yang jenuh di tempat kerja.  Selalu terbayang di kecupku, aroma roti susu di pipimu. Sangat menggoda, seperti candu yang akan membuatku lagi dan lagi, terus dan terus menciummu.

Dear Diva,
Rindu adalah setitik tanda bahwa ada cinta. Sementara cinta tanpa rindu tidaklah istimewa tiada makna. Jika bunda ini memelukmu dan berujar rindu. Itu bukan hanya kata, itu adalah tanda...bahwa bunda selalu cinta. Rindu ini, bukan sekedar rindu...

Untuk kamu, buah hatiku yang paling memahami bahwa merindukanmu adalah membuat bunda memiliki arti.

Bundamu...
Jumat, 24 April 2015

Waktu untuk sendiri . . .

pinterest

Sangat menyenangkan ketika kita memiliki waktu untuk diri kita sendiri. Sendiri disini bukan berarti kesepian (alone-not lonely). Menyibukkan diri untuk membahagiakan diri dengan melakukan hal-hal yang membuat kita nyaman. Sadar atau tidak, biasanya kita lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri ketika karena terlalu sibuk dengan orang lain.

Jadilah saya mencoba memberikan waktu saya untuk diri sendiri, di sela kesibukan yang kadang terasa melelahkan. Memanjakan diri saya sendiri nyatanya tidak sulit, saya bisa merasa nyaman ketika mulai membaca buku, menikmati waktu membaca dan menyelesaikan suatu buku. Bisa dimana saja, dan kapan saja, biasanya senjata sebuah pembatas buku (karena saya benci melipat buku) dan stabilo untuk menandai kata-kata yang saya anggap indah/penting untuk diulang nantinya. Tentu saja terasa lebih nikmat dengan segelas minuman dan makanan ringan. Saat itu, waktu akan terasa cepat buat saya...

Hal lain yang saya lakuakan adalah berolahraga, dan olahraga termurah dan termudah adalah jogging. Biasanya saya lakukan berdua dengan buah hati saya. Diva kecil yang sudah belajar menjadi pelari hebat. Tapi adakalanya saya lakukan sendiri, terasa berbeda tapi sama menyenangkannya. Bahagia ketika merasakan keringat saat berolahraga, rasanya berbeda dengan keringat yang kita hindari ketika kepanasan di keramaian. Dan perasaan lebih bugar selalu merasuki saya setelah berolahraga. Dan untuk olahraga saya biasanya tidak perlu lama, beberapa jam saja dalam satu minggu. Dan saya sudah merasa bahagia...

Dan bahagia itu ketika kita memiliki waktu untuk dapat melakukan apa yang kita sukai dan menyukai apapun yang kita lakukan . . . (^.^)

My storiette - Word of the Story


 pinterest

Lama banget meninggalkan rutinitas menulis di blog, rasanya seperti kehilangan sesuatu ..hay..hay sedikit berlebihan ^.^ Tapi saya rasa menulis meninggalkan addiksi buat saya, tentu saja addiksi yang baik, yang sehat... Sama juga ketika kita mencintai seseorang, dan ketika tidak bersamanya kita akan merasa rindu. Iya, rindu itu mungkin yang saya rasakan....

Saya menulis karena saya menyukainya...biasanya menulis lebih untuk membahagiakan diri sendiri dan apabila itu bermanfaat bagi orang lain bagi saya itu adalah bonus. Menulis juga membantu menguatkan saya, membantu saya dalam menghadapi diri sendiri, membantu saya untuk jujur dan menenangkan diri. Saya menyukai menulis sama seperti saya menyukai membaca, biasanya jika saya lama tidak menulis berarti saya sedang aktif membaca. Tapi melakukan keduanya secara seimbang terasa lebih menyenangkan.

Saya selalu percaya bahwa setiap orang adalah penulis, dengan caranya masing-masing kita semua menulis kisah.....kisah hidup kita sendiri. Bukankan kita terbiasa menyusun kata, mengotak-atiknya menjadi kalimat sempurna. Sempurna untuk dilalui, sempurna untuk di rasakan. Walau kenyataannya tidak akan benar-benar sempurna. Karena kata kadang adakalanya menjadi sebuah keajaiban. Ada baikknya kita harus terbiasa menulis sesuatu  yang baik, sesuatu yang benar dan rajin-rajinlah melakukan editing. 

Tapi terkadang, kita hanya harus menulis...menulis apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang harus kita tulis. Dan kemudian semuanya berlalu begitu saja dan kita harus mulai menulis lagi....

Dear Diva-Bukan Sekedar Rindu


Dear Diva,
Selalu ada saat ketika bunda mengingatmu ketika kita tak bersama. Ketika senyummu membayangi wajah bunda yang jenuh di tempat kerja.  Selalu terbayang di kecupku, aroma roti susu di pipimu. Sangat menggoda, seperti candu yang akan membuatku lagi dan lagi, terus dan terus menciummu.

Dear Diva,
Rindu adalah setitik tanda bahwa ada cinta. Sementara cinta tanpa rindu tidaklah istimewa tiada makna. Jika bunda ini memelukmu dan berujar rindu. Itu bukan hanya kata, itu adalah tanda...bahwa bunda selalu cinta. Rindu ini, bukan sekedar rindu...

Untuk kamu, buah hatiku yang paling memahami bahwa merindukanmu adalah membuat bunda memiliki arti.

Bundamu...

Waktu untuk sendiri . . .

pinterest

Sangat menyenangkan ketika kita memiliki waktu untuk diri kita sendiri. Sendiri disini bukan berarti kesepian (alone-not lonely). Menyibukkan diri untuk membahagiakan diri dengan melakukan hal-hal yang membuat kita nyaman. Sadar atau tidak, biasanya kita lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri ketika karena terlalu sibuk dengan orang lain.

Jadilah saya mencoba memberikan waktu saya untuk diri sendiri, di sela kesibukan yang kadang terasa melelahkan. Memanjakan diri saya sendiri nyatanya tidak sulit, saya bisa merasa nyaman ketika mulai membaca buku, menikmati waktu membaca dan menyelesaikan suatu buku. Bisa dimana saja, dan kapan saja, biasanya senjata sebuah pembatas buku (karena saya benci melipat buku) dan stabilo untuk menandai kata-kata yang saya anggap indah/penting untuk diulang nantinya. Tentu saja terasa lebih nikmat dengan segelas minuman dan makanan ringan. Saat itu, waktu akan terasa cepat buat saya...

Hal lain yang saya lakuakan adalah berolahraga, dan olahraga termurah dan termudah adalah jogging. Biasanya saya lakukan berdua dengan buah hati saya. Diva kecil yang sudah belajar menjadi pelari hebat. Tapi adakalanya saya lakukan sendiri, terasa berbeda tapi sama menyenangkannya. Bahagia ketika merasakan keringat saat berolahraga, rasanya berbeda dengan keringat yang kita hindari ketika kepanasan di keramaian. Dan perasaan lebih bugar selalu merasuki saya setelah berolahraga. Dan untuk olahraga saya biasanya tidak perlu lama, beberapa jam saja dalam satu minggu. Dan saya sudah merasa bahagia...

Dan bahagia itu ketika kita memiliki waktu untuk dapat melakukan apa yang kita sukai dan menyukai apapun yang kita lakukan . . . (^.^)

Sabtu, 01 Agustus 2015

My storiette - Word of the Story


 pinterest

Lama banget meninggalkan rutinitas menulis di blog, rasanya seperti kehilangan sesuatu ..hay..hay sedikit berlebihan ^.^ Tapi saya rasa menulis meninggalkan addiksi buat saya, tentu saja addiksi yang baik, yang sehat... Sama juga ketika kita mencintai seseorang, dan ketika tidak bersamanya kita akan merasa rindu. Iya, rindu itu mungkin yang saya rasakan....

Saya menulis karena saya menyukainya...biasanya menulis lebih untuk membahagiakan diri sendiri dan apabila itu bermanfaat bagi orang lain bagi saya itu adalah bonus. Menulis juga membantu menguatkan saya, membantu saya dalam menghadapi diri sendiri, membantu saya untuk jujur dan menenangkan diri. Saya menyukai menulis sama seperti saya menyukai membaca, biasanya jika saya lama tidak menulis berarti saya sedang aktif membaca. Tapi melakukan keduanya secara seimbang terasa lebih menyenangkan.

Saya selalu percaya bahwa setiap orang adalah penulis, dengan caranya masing-masing kita semua menulis kisah.....kisah hidup kita sendiri. Bukankan kita terbiasa menyusun kata, mengotak-atiknya menjadi kalimat sempurna. Sempurna untuk dilalui, sempurna untuk di rasakan. Walau kenyataannya tidak akan benar-benar sempurna. Karena kata kadang adakalanya menjadi sebuah keajaiban. Ada baikknya kita harus terbiasa menulis sesuatu  yang baik, sesuatu yang benar dan rajin-rajinlah melakukan editing. 

Tapi terkadang, kita hanya harus menulis...menulis apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang harus kita tulis. Dan kemudian semuanya berlalu begitu saja dan kita harus mulai menulis lagi....

Sabtu, 06 Juni 2015

Dear Diva-Bukan Sekedar Rindu


Dear Diva,
Selalu ada saat ketika bunda mengingatmu ketika kita tak bersama. Ketika senyummu membayangi wajah bunda yang jenuh di tempat kerja.  Selalu terbayang di kecupku, aroma roti susu di pipimu. Sangat menggoda, seperti candu yang akan membuatku lagi dan lagi, terus dan terus menciummu.

Dear Diva,
Rindu adalah setitik tanda bahwa ada cinta. Sementara cinta tanpa rindu tidaklah istimewa tiada makna. Jika bunda ini memelukmu dan berujar rindu. Itu bukan hanya kata, itu adalah tanda...bahwa bunda selalu cinta. Rindu ini, bukan sekedar rindu...

Untuk kamu, buah hatiku yang paling memahami bahwa merindukanmu adalah membuat bunda memiliki arti.

Bundamu...

Jumat, 24 April 2015

Waktu untuk sendiri . . .

pinterest

Sangat menyenangkan ketika kita memiliki waktu untuk diri kita sendiri. Sendiri disini bukan berarti kesepian (alone-not lonely). Menyibukkan diri untuk membahagiakan diri dengan melakukan hal-hal yang membuat kita nyaman. Sadar atau tidak, biasanya kita lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri ketika karena terlalu sibuk dengan orang lain.

Jadilah saya mencoba memberikan waktu saya untuk diri sendiri, di sela kesibukan yang kadang terasa melelahkan. Memanjakan diri saya sendiri nyatanya tidak sulit, saya bisa merasa nyaman ketika mulai membaca buku, menikmati waktu membaca dan menyelesaikan suatu buku. Bisa dimana saja, dan kapan saja, biasanya senjata sebuah pembatas buku (karena saya benci melipat buku) dan stabilo untuk menandai kata-kata yang saya anggap indah/penting untuk diulang nantinya. Tentu saja terasa lebih nikmat dengan segelas minuman dan makanan ringan. Saat itu, waktu akan terasa cepat buat saya...

Hal lain yang saya lakuakan adalah berolahraga, dan olahraga termurah dan termudah adalah jogging. Biasanya saya lakukan berdua dengan buah hati saya. Diva kecil yang sudah belajar menjadi pelari hebat. Tapi adakalanya saya lakukan sendiri, terasa berbeda tapi sama menyenangkannya. Bahagia ketika merasakan keringat saat berolahraga, rasanya berbeda dengan keringat yang kita hindari ketika kepanasan di keramaian. Dan perasaan lebih bugar selalu merasuki saya setelah berolahraga. Dan untuk olahraga saya biasanya tidak perlu lama, beberapa jam saja dalam satu minggu. Dan saya sudah merasa bahagia...

Dan bahagia itu ketika kita memiliki waktu untuk dapat melakukan apa yang kita sukai dan menyukai apapun yang kita lakukan . . . (^.^)