Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 09 November 2015

Sahabat - Pastilah Kamu

pinterest

Memiliki sahabat adalah suatu keberuntungan, sahabat yang selalu ada... dan selalu memiliki waktu untuk persahabatan. Saya bersyukur sekali hidup dikelilingi sahabat-sahabat yang mempesona dan terkadang membuat persahabatan yang tidak biasa...tapi luar biasa indah.

Persahabatan berarti memiliki seseorang untuk berbagi, berbagi suka, dan yang terpenting berbagi duka...memiliki seseorang yang mau kita ajak untuk mendengarkan keluh kesah kita, sampai tidak ada lagi luapan emosi yang dapat disampaikan. Memiliki seseorang yang bisa kita ajak mencicipi cake nikmat dan coklat panas yang sedap saat kita kehilangan semangat. Atau seseorang yang nyaman bersama kita meski menemani makan di kaki lima, atau seseorang yang mau melakukan hal gila bersama...bahkan di muka umum. Iya...seseorang yang akan membuatmu tersenyum ketika kau mengingatnya...

Sahabat berarti juga keluarga...seseorang tempat kita pulang. Seseorang yang akan mencintai keluargamu tanpa dipaksakan. Seseorang yang mengenal kehidupanmu kadang melebihi keluargamu sendiri. Sahabat juga pastilah orang paling jujur, orang yang mau mengatakan hal paling pahit tanpa takut kita benci karena rasa sayangnya lebih besar dari ketakutannya akan dibenci.  Iya...mereka yang mentertawakan kita karena sayangnya pada kita...

Dan saya, adalah orang yang berbahagia karena memiliki mereka di setiap sisi kehidupan saya. 

Sahabat, terima kasih karena segala kebersamaan yang tidak biasa... tapi luar biasa...

Selasa, 03 November 2015

Menjadi Bahagia

pinterest

Adakalanya ketika saya berincang dengan teman untuk saling berkeluh kesah dan menceritakan persoalan sehari-hari kemudian berakhir dengan kalimat, "Ya udah, syukurin aja yang kita dapat". Tapi untuk beberapa kasus, kalimat itu kadang mengganggu saya. Karena seakan kita harus berpasrah pada keadaan tapi berani mengusahakannya. Dan terbelenggu dengan kehidupan yang itu-itu saja. Seakan ketika kita bangun pagi, kita sudah tahu bahwa hari kita akan seperti apa...dan kita hanya dapat bermimpi untuk memiliki waktu yang membahagiakan. Bukankah seharusnya kita tidak hanya berani bermimpi, tapi bangun dan mulai mencari jalan untuk membahagiakan diri kita sendiri.

Beberapa orang memang tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya, sementara beberapa orang yang lain hidup dengan banyak pilihan, tapi tidak pernah belajar untuk menentukan pilihan, lalu kemudian beralasan bahwa itu semua adalah sebuah takdir.  Padahal kita tidak pernah tahu akhir dari takdir kita, yang selalu saya percaya bahwa Allah begitu sayangnya pada kita sehingga bahagia dapat hadir melalui pintu mana saja dan segala pencapaian hanya akan diberikan pada orang yang berusaha mencapainya.

Seperti semua orang saya tidak tahu takdir kita, tapi yang saya tahu....hidup saya pasti luar biasa.


Senin, 19 Oktober 2015

Ibu Rumah Tangga itu Istimewa

Pinterest

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi punya banyak waktu buat mengurus pekerjaan rumah tangga (sebenarnya lebih karena terpaksa karena satu dan lain hal ^^), dan percaya atau tidak itu melelahkan sangat melelahkan bahkan. Sejak awal saya percaya bahwa pekerjaan sebagai rumah tangga itu adalah pekerjaan melelahkan namun sangat mulia dan saya kini makin percaya bahwa pekerjaan ini sungguh menguras tenaga dan pikiran.

Jangan pernah menyepelekan pekerjaan rumah tangga dengan bilang "hanya/cuma" ngurus rumah sungguh siapapun yang mengatakannya berarti tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Karena mengurus pekerjaan rumah tangga itu tidak mudah. Secara fisik, seharusnya siapapun sadar kalau memasak, bersih-bersih rumah plus cuci dan setrika baju itu sudah sangat melelahkan. Apalagi kalau dilakukan terus menerus...siapapun yang bilang bahwa perjalanan ke kantor dan bolak-balik kantor ke tempat meeting itu lebih melelahkan itu bisa jadi salah. Belum lagi kalau dibandingkan dengan orang kantoran yang kerjanya lebih banyak duduk...itu lebih tidak sebanding. Jadi kesimpulan saya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu butuh fisik yang kuat, bahkan bisa melebihi pekerja kantoran.

Ada yang pernah bilang kalau pekerjaan rumah tangga tidak bikin stres jika dibandingkan dengan pekerja kantoran. Jangan salah, pekerjaan rumah tangga juga rawan stres. Karena pekerjaan rumah tangga juga pakai mikir. Contohnya saja mau masak apa hari itu, ibu-ibu akan berfikir keras, apa masakan yang disukai keluarganya, tapi tersedia di tukang sayur atau pasar terdekat dengan harga yang sesuai dengan batas pengeluaran. Karena itu biasanya ibu-ibu minta pendapat keluarga untuk membantu merencanakan masakan hari itu. Kalau keluarga bilang "terserah" sungguh sang ibu akan berfikir cukup keras. Seorang ibu rumah tangga diharuskan kreatif, memodifikasi menu makanan, mencoba resep baru dan itu juga tidak mudah. Belum lagi mengenai penyusun pekerjaan rumah tangga sesuai dengan waktu yang ada, kapan harus belanja, kapan harus ngurus anak, masak, jemput anak, bersih-bersih rumah. Kadang pekerja kantoran yang  selalu bilang dikejar deadline, sama halnya dengan ibu rumah tangga yang setiap harinya dikejar deadline. Belum lagi masalah mengatur keuangan yang saya rasa tidak perlu saya jelaskan disini....siapapun pasti paham. Ada yang tidak paham ? Keterlaluan ^^

Selain jadwal yang padat setiap harinya, pekerjaan rumah tangga hampir tidak ada libur. Tidak ada hari minggu dan jam pulang. Bahkan tengah malam seorang ibu rumah tangga masih mencuci piring bekas makan malam, menidurkan anak yang sedang rewel dan banyak pekerjaan lain yang tak tertulis di job discription. Masih bilang itu mudah ? Dan yang paling rawan stres adalah karena kurangnya hiburan. Jangan salahkan ibu rumah tangga yang lihat FTV atau sinetron karena ibu rumah tangga tidak meeting di restoran, warung, hotel atau semacamnya. Bahkan nyaris tidak keluar rumah kecuali menjemput anak, dan belanja. Dan satu lagi, ibu rumah tangga juga manusia yang membutuhkan sosialisasi, jadi ngobrol dengan ibu-ibu saat menjemput anak, tetangga kanan kiri jangan pernah dijadikan masalah. Bahkan pekerja kantoran pun setidaknya ngobrol saat makan siang.  

Saya pernah menulis tentang beratnya ibu pekerja yang masih tetap memainkan perannya sebagai ibu rumah tangga. Tapi saat seorang ibu memilih secara totalitas berperan sebagai ibu rumah tangga, jangan anggap sepele, jangan pernah merendahkan...siapapun kita (teman, suami, anak atau siapa saja). Itu istimewa. Sungguh pilihan jadi ibu rumah tangga itu tidaklah mudah apalagi kalau perkara gaji. Pekerjaan ini penuh keikhlasan...bukan semata-mata karena kewajiban.

Sahabat - Pastilah Kamu

pinterest

Memiliki sahabat adalah suatu keberuntungan, sahabat yang selalu ada... dan selalu memiliki waktu untuk persahabatan. Saya bersyukur sekali hidup dikelilingi sahabat-sahabat yang mempesona dan terkadang membuat persahabatan yang tidak biasa...tapi luar biasa indah.

Persahabatan berarti memiliki seseorang untuk berbagi, berbagi suka, dan yang terpenting berbagi duka...memiliki seseorang yang mau kita ajak untuk mendengarkan keluh kesah kita, sampai tidak ada lagi luapan emosi yang dapat disampaikan. Memiliki seseorang yang bisa kita ajak mencicipi cake nikmat dan coklat panas yang sedap saat kita kehilangan semangat. Atau seseorang yang nyaman bersama kita meski menemani makan di kaki lima, atau seseorang yang mau melakukan hal gila bersama...bahkan di muka umum. Iya...seseorang yang akan membuatmu tersenyum ketika kau mengingatnya...

Sahabat berarti juga keluarga...seseorang tempat kita pulang. Seseorang yang akan mencintai keluargamu tanpa dipaksakan. Seseorang yang mengenal kehidupanmu kadang melebihi keluargamu sendiri. Sahabat juga pastilah orang paling jujur, orang yang mau mengatakan hal paling pahit tanpa takut kita benci karena rasa sayangnya lebih besar dari ketakutannya akan dibenci.  Iya...mereka yang mentertawakan kita karena sayangnya pada kita...

Dan saya, adalah orang yang berbahagia karena memiliki mereka di setiap sisi kehidupan saya. 

Sahabat, terima kasih karena segala kebersamaan yang tidak biasa... tapi luar biasa...

Menjadi Bahagia

pinterest

Adakalanya ketika saya berincang dengan teman untuk saling berkeluh kesah dan menceritakan persoalan sehari-hari kemudian berakhir dengan kalimat, "Ya udah, syukurin aja yang kita dapat". Tapi untuk beberapa kasus, kalimat itu kadang mengganggu saya. Karena seakan kita harus berpasrah pada keadaan tapi berani mengusahakannya. Dan terbelenggu dengan kehidupan yang itu-itu saja. Seakan ketika kita bangun pagi, kita sudah tahu bahwa hari kita akan seperti apa...dan kita hanya dapat bermimpi untuk memiliki waktu yang membahagiakan. Bukankah seharusnya kita tidak hanya berani bermimpi, tapi bangun dan mulai mencari jalan untuk membahagiakan diri kita sendiri.

Beberapa orang memang tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya, sementara beberapa orang yang lain hidup dengan banyak pilihan, tapi tidak pernah belajar untuk menentukan pilihan, lalu kemudian beralasan bahwa itu semua adalah sebuah takdir.  Padahal kita tidak pernah tahu akhir dari takdir kita, yang selalu saya percaya bahwa Allah begitu sayangnya pada kita sehingga bahagia dapat hadir melalui pintu mana saja dan segala pencapaian hanya akan diberikan pada orang yang berusaha mencapainya.

Seperti semua orang saya tidak tahu takdir kita, tapi yang saya tahu....hidup saya pasti luar biasa.


Ibu Rumah Tangga itu Istimewa

Pinterest

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi punya banyak waktu buat mengurus pekerjaan rumah tangga (sebenarnya lebih karena terpaksa karena satu dan lain hal ^^), dan percaya atau tidak itu melelahkan sangat melelahkan bahkan. Sejak awal saya percaya bahwa pekerjaan sebagai rumah tangga itu adalah pekerjaan melelahkan namun sangat mulia dan saya kini makin percaya bahwa pekerjaan ini sungguh menguras tenaga dan pikiran.

Jangan pernah menyepelekan pekerjaan rumah tangga dengan bilang "hanya/cuma" ngurus rumah sungguh siapapun yang mengatakannya berarti tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Karena mengurus pekerjaan rumah tangga itu tidak mudah. Secara fisik, seharusnya siapapun sadar kalau memasak, bersih-bersih rumah plus cuci dan setrika baju itu sudah sangat melelahkan. Apalagi kalau dilakukan terus menerus...siapapun yang bilang bahwa perjalanan ke kantor dan bolak-balik kantor ke tempat meeting itu lebih melelahkan itu bisa jadi salah. Belum lagi kalau dibandingkan dengan orang kantoran yang kerjanya lebih banyak duduk...itu lebih tidak sebanding. Jadi kesimpulan saya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu butuh fisik yang kuat, bahkan bisa melebihi pekerja kantoran.

Ada yang pernah bilang kalau pekerjaan rumah tangga tidak bikin stres jika dibandingkan dengan pekerja kantoran. Jangan salah, pekerjaan rumah tangga juga rawan stres. Karena pekerjaan rumah tangga juga pakai mikir. Contohnya saja mau masak apa hari itu, ibu-ibu akan berfikir keras, apa masakan yang disukai keluarganya, tapi tersedia di tukang sayur atau pasar terdekat dengan harga yang sesuai dengan batas pengeluaran. Karena itu biasanya ibu-ibu minta pendapat keluarga untuk membantu merencanakan masakan hari itu. Kalau keluarga bilang "terserah" sungguh sang ibu akan berfikir cukup keras. Seorang ibu rumah tangga diharuskan kreatif, memodifikasi menu makanan, mencoba resep baru dan itu juga tidak mudah. Belum lagi mengenai penyusun pekerjaan rumah tangga sesuai dengan waktu yang ada, kapan harus belanja, kapan harus ngurus anak, masak, jemput anak, bersih-bersih rumah. Kadang pekerja kantoran yang  selalu bilang dikejar deadline, sama halnya dengan ibu rumah tangga yang setiap harinya dikejar deadline. Belum lagi masalah mengatur keuangan yang saya rasa tidak perlu saya jelaskan disini....siapapun pasti paham. Ada yang tidak paham ? Keterlaluan ^^

Selain jadwal yang padat setiap harinya, pekerjaan rumah tangga hampir tidak ada libur. Tidak ada hari minggu dan jam pulang. Bahkan tengah malam seorang ibu rumah tangga masih mencuci piring bekas makan malam, menidurkan anak yang sedang rewel dan banyak pekerjaan lain yang tak tertulis di job discription. Masih bilang itu mudah ? Dan yang paling rawan stres adalah karena kurangnya hiburan. Jangan salahkan ibu rumah tangga yang lihat FTV atau sinetron karena ibu rumah tangga tidak meeting di restoran, warung, hotel atau semacamnya. Bahkan nyaris tidak keluar rumah kecuali menjemput anak, dan belanja. Dan satu lagi, ibu rumah tangga juga manusia yang membutuhkan sosialisasi, jadi ngobrol dengan ibu-ibu saat menjemput anak, tetangga kanan kiri jangan pernah dijadikan masalah. Bahkan pekerja kantoran pun setidaknya ngobrol saat makan siang.  

Saya pernah menulis tentang beratnya ibu pekerja yang masih tetap memainkan perannya sebagai ibu rumah tangga. Tapi saat seorang ibu memilih secara totalitas berperan sebagai ibu rumah tangga, jangan anggap sepele, jangan pernah merendahkan...siapapun kita (teman, suami, anak atau siapa saja). Itu istimewa. Sungguh pilihan jadi ibu rumah tangga itu tidaklah mudah apalagi kalau perkara gaji. Pekerjaan ini penuh keikhlasan...bukan semata-mata karena kewajiban.

Senin, 09 November 2015

Sahabat - Pastilah Kamu

pinterest

Memiliki sahabat adalah suatu keberuntungan, sahabat yang selalu ada... dan selalu memiliki waktu untuk persahabatan. Saya bersyukur sekali hidup dikelilingi sahabat-sahabat yang mempesona dan terkadang membuat persahabatan yang tidak biasa...tapi luar biasa indah.

Persahabatan berarti memiliki seseorang untuk berbagi, berbagi suka, dan yang terpenting berbagi duka...memiliki seseorang yang mau kita ajak untuk mendengarkan keluh kesah kita, sampai tidak ada lagi luapan emosi yang dapat disampaikan. Memiliki seseorang yang bisa kita ajak mencicipi cake nikmat dan coklat panas yang sedap saat kita kehilangan semangat. Atau seseorang yang nyaman bersama kita meski menemani makan di kaki lima, atau seseorang yang mau melakukan hal gila bersama...bahkan di muka umum. Iya...seseorang yang akan membuatmu tersenyum ketika kau mengingatnya...

Sahabat berarti juga keluarga...seseorang tempat kita pulang. Seseorang yang akan mencintai keluargamu tanpa dipaksakan. Seseorang yang mengenal kehidupanmu kadang melebihi keluargamu sendiri. Sahabat juga pastilah orang paling jujur, orang yang mau mengatakan hal paling pahit tanpa takut kita benci karena rasa sayangnya lebih besar dari ketakutannya akan dibenci.  Iya...mereka yang mentertawakan kita karena sayangnya pada kita...

Dan saya, adalah orang yang berbahagia karena memiliki mereka di setiap sisi kehidupan saya. 

Sahabat, terima kasih karena segala kebersamaan yang tidak biasa... tapi luar biasa...

Selasa, 03 November 2015

Menjadi Bahagia

pinterest

Adakalanya ketika saya berincang dengan teman untuk saling berkeluh kesah dan menceritakan persoalan sehari-hari kemudian berakhir dengan kalimat, "Ya udah, syukurin aja yang kita dapat". Tapi untuk beberapa kasus, kalimat itu kadang mengganggu saya. Karena seakan kita harus berpasrah pada keadaan tapi berani mengusahakannya. Dan terbelenggu dengan kehidupan yang itu-itu saja. Seakan ketika kita bangun pagi, kita sudah tahu bahwa hari kita akan seperti apa...dan kita hanya dapat bermimpi untuk memiliki waktu yang membahagiakan. Bukankah seharusnya kita tidak hanya berani bermimpi, tapi bangun dan mulai mencari jalan untuk membahagiakan diri kita sendiri.

Beberapa orang memang tidak memiliki banyak pilihan dalam hidupnya, sementara beberapa orang yang lain hidup dengan banyak pilihan, tapi tidak pernah belajar untuk menentukan pilihan, lalu kemudian beralasan bahwa itu semua adalah sebuah takdir.  Padahal kita tidak pernah tahu akhir dari takdir kita, yang selalu saya percaya bahwa Allah begitu sayangnya pada kita sehingga bahagia dapat hadir melalui pintu mana saja dan segala pencapaian hanya akan diberikan pada orang yang berusaha mencapainya.

Seperti semua orang saya tidak tahu takdir kita, tapi yang saya tahu....hidup saya pasti luar biasa.


Senin, 19 Oktober 2015

Ibu Rumah Tangga itu Istimewa

Pinterest

Beberapa minggu terakhir ini saya lagi punya banyak waktu buat mengurus pekerjaan rumah tangga (sebenarnya lebih karena terpaksa karena satu dan lain hal ^^), dan percaya atau tidak itu melelahkan sangat melelahkan bahkan. Sejak awal saya percaya bahwa pekerjaan sebagai rumah tangga itu adalah pekerjaan melelahkan namun sangat mulia dan saya kini makin percaya bahwa pekerjaan ini sungguh menguras tenaga dan pikiran.

Jangan pernah menyepelekan pekerjaan rumah tangga dengan bilang "hanya/cuma" ngurus rumah sungguh siapapun yang mengatakannya berarti tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Karena mengurus pekerjaan rumah tangga itu tidak mudah. Secara fisik, seharusnya siapapun sadar kalau memasak, bersih-bersih rumah plus cuci dan setrika baju itu sudah sangat melelahkan. Apalagi kalau dilakukan terus menerus...siapapun yang bilang bahwa perjalanan ke kantor dan bolak-balik kantor ke tempat meeting itu lebih melelahkan itu bisa jadi salah. Belum lagi kalau dibandingkan dengan orang kantoran yang kerjanya lebih banyak duduk...itu lebih tidak sebanding. Jadi kesimpulan saya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu butuh fisik yang kuat, bahkan bisa melebihi pekerja kantoran.

Ada yang pernah bilang kalau pekerjaan rumah tangga tidak bikin stres jika dibandingkan dengan pekerja kantoran. Jangan salah, pekerjaan rumah tangga juga rawan stres. Karena pekerjaan rumah tangga juga pakai mikir. Contohnya saja mau masak apa hari itu, ibu-ibu akan berfikir keras, apa masakan yang disukai keluarganya, tapi tersedia di tukang sayur atau pasar terdekat dengan harga yang sesuai dengan batas pengeluaran. Karena itu biasanya ibu-ibu minta pendapat keluarga untuk membantu merencanakan masakan hari itu. Kalau keluarga bilang "terserah" sungguh sang ibu akan berfikir cukup keras. Seorang ibu rumah tangga diharuskan kreatif, memodifikasi menu makanan, mencoba resep baru dan itu juga tidak mudah. Belum lagi mengenai penyusun pekerjaan rumah tangga sesuai dengan waktu yang ada, kapan harus belanja, kapan harus ngurus anak, masak, jemput anak, bersih-bersih rumah. Kadang pekerja kantoran yang  selalu bilang dikejar deadline, sama halnya dengan ibu rumah tangga yang setiap harinya dikejar deadline. Belum lagi masalah mengatur keuangan yang saya rasa tidak perlu saya jelaskan disini....siapapun pasti paham. Ada yang tidak paham ? Keterlaluan ^^

Selain jadwal yang padat setiap harinya, pekerjaan rumah tangga hampir tidak ada libur. Tidak ada hari minggu dan jam pulang. Bahkan tengah malam seorang ibu rumah tangga masih mencuci piring bekas makan malam, menidurkan anak yang sedang rewel dan banyak pekerjaan lain yang tak tertulis di job discription. Masih bilang itu mudah ? Dan yang paling rawan stres adalah karena kurangnya hiburan. Jangan salahkan ibu rumah tangga yang lihat FTV atau sinetron karena ibu rumah tangga tidak meeting di restoran, warung, hotel atau semacamnya. Bahkan nyaris tidak keluar rumah kecuali menjemput anak, dan belanja. Dan satu lagi, ibu rumah tangga juga manusia yang membutuhkan sosialisasi, jadi ngobrol dengan ibu-ibu saat menjemput anak, tetangga kanan kiri jangan pernah dijadikan masalah. Bahkan pekerja kantoran pun setidaknya ngobrol saat makan siang.  

Saya pernah menulis tentang beratnya ibu pekerja yang masih tetap memainkan perannya sebagai ibu rumah tangga. Tapi saat seorang ibu memilih secara totalitas berperan sebagai ibu rumah tangga, jangan anggap sepele, jangan pernah merendahkan...siapapun kita (teman, suami, anak atau siapa saja). Itu istimewa. Sungguh pilihan jadi ibu rumah tangga itu tidaklah mudah apalagi kalau perkara gaji. Pekerjaan ini penuh keikhlasan...bukan semata-mata karena kewajiban.