Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Kamis, 21 April 2011

Untukmu Perempuanku...


Saya tidak pernah bisa lupa bagaimana biasanya hari kartini dilewati. Sejak kecil perayaan hari kartini bagi saya, bisa jadi acara yang special. Karena sekolah biasanya selalu sempat merayakannya ramai-ramai dengan seluruh sekolah. Menyenangkan... selalu ada senyum untuk hari ini.

Ketika itu, ketika saya masih menjadi gadis kecil yang memiliki banyak mimpi dan cita-cita. Rasanya ada seribu mimpi yang dapat saya capai. Dan hari kartini adalah waktu dimana saya bisa menekspresikan mimpi-mimpi saya. Menjadi seseorang yang saya inginkan. Tentu saja, dalam hal ini mama saya adalah orang yang paling saya repotkan. Memilih busana paling cantik dan mengagumkan, merias wajah mungil saya dan persiapan kecil lainnya (love u ma). Dan tentu sangat menyenangkan menjadi saya pada masa itu...^^


Dan hari ini, ketika saya sudah tidak lagi merepotkan diri dengan busana-busana dan riasan itu. Saya mulai tersadar bahwa saya telah menjadi perempuan masa depan dari diri saya masa itu (Hemm...). Ternyata seperti ini rasanya (ho..ho...).Jika ada yang bertanya pada saya, bagaimana rasanya, saya akan jawab...SAYA BAHAGIA MENJADI PEREMPUAN. Suatu yang terasa LUAR BIASA.


Jika masih ada yang bertanya mengapa? Maka akan saya jawab karena saya bangga menjadi perempuan. Saya telah dan masih meneladani kartini-kartini yang pernah saya kenal. Melihat dan mengenal perempuan-perempuan menjadi obor bagi nyala suatu bangsa adalah suatu yang mengagumkan. Tapi mengenal 
perempuan-perempuan yang menjadi setitik cahaya dalam keluarga merupakan hal paling menyenangkan.

Saya selalu kagum pada perempuan-perempuan ini...


Baginya Sebuah Cinta:

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang kekasih
Perempuan yang kerap dilupakan
Perempuan yang ada di balik pintu
Yang pintunya tak pernah tertutup
Yang selalu duduk menanti

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang buah hati
Perempuan yang kerap tak dipandang
Perempuan yang selalu menggengam sebuah hati
Yang tak pernah dirusaknya
Yang tak lepas dari doanya

Perempuan ini
Perempuan dari sebuah nyala
Perempuan yang membawa mimpi
Perempuan yang menyempurnakan asa
Yang ada di balik sebuah bangsa
Yang dibuatnya semakin menyala...


Untuk perempuan-perempuan di negeri ini...Selamat Hari Kartini
Arina Swastika M (21 Apr. 11)

 
Senin, 18 April 2011

Satu Kisah tentang Pelangi...


Saya suka warna, apapun itu...

Saya biasa mengajarkan kepada mahasiswaku mengapa warna dapat kita lihat melalui bola mata kita bila ada cahaya (selalu saya bilang bahwa cahaya di sekitar kita itu begitu luar biasa). Tentu tak tak terbayangkan bagaimana bumi ini tanpa anugerah besar Sang Pencipta yang tadi saya sebut cahaya.
Kembali soal warna, saya menyukai bagaiman warna itu dibuat (seperti ketika kita mencampur-campurkan warna primer sehingga menjadi warna sekunder dan seterusnya)tentu saja  aku sangat menyukai bagaimana warna itu terlihat. Semua begitu indah. Tak ada satu warnapun tak tak bagus di mataku... semua nampak begitu sempurna, perfecto !



Mungkin itu yang membuat pelangi menjadi salah satu hal paling indah yang pernah saya liat. Deretan warna yang berjajar dan terbagi teratur membuat saya selalu mengagungkan namaNya. Buat saya, pelangi juga mengandung mimpi indah bagi kehidupan. Karena saya selalu meyakini, bahwa pelangi hadir setelah hujan turun. Hal itu membuat saya percaya bahwa akan selalu ada pelangi di setiap kesusahan yang terjadi.
Tapi saya tertarik dengan salah satu kisah pelangi yang satu ini, sederhana saja tapi menyentuh **.



Begini ceritanya : (dari sini kisah ini diambil)

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar .Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai :

HIJAU berkata:

"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi:

"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."



Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
                

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Untukmu Perempuanku...


Saya tidak pernah bisa lupa bagaimana biasanya hari kartini dilewati. Sejak kecil perayaan hari kartini bagi saya, bisa jadi acara yang special. Karena sekolah biasanya selalu sempat merayakannya ramai-ramai dengan seluruh sekolah. Menyenangkan... selalu ada senyum untuk hari ini.

Ketika itu, ketika saya masih menjadi gadis kecil yang memiliki banyak mimpi dan cita-cita. Rasanya ada seribu mimpi yang dapat saya capai. Dan hari kartini adalah waktu dimana saya bisa menekspresikan mimpi-mimpi saya. Menjadi seseorang yang saya inginkan. Tentu saja, dalam hal ini mama saya adalah orang yang paling saya repotkan. Memilih busana paling cantik dan mengagumkan, merias wajah mungil saya dan persiapan kecil lainnya (love u ma). Dan tentu sangat menyenangkan menjadi saya pada masa itu...^^


Dan hari ini, ketika saya sudah tidak lagi merepotkan diri dengan busana-busana dan riasan itu. Saya mulai tersadar bahwa saya telah menjadi perempuan masa depan dari diri saya masa itu (Hemm...). Ternyata seperti ini rasanya (ho..ho...).Jika ada yang bertanya pada saya, bagaimana rasanya, saya akan jawab...SAYA BAHAGIA MENJADI PEREMPUAN. Suatu yang terasa LUAR BIASA.


Jika masih ada yang bertanya mengapa? Maka akan saya jawab karena saya bangga menjadi perempuan. Saya telah dan masih meneladani kartini-kartini yang pernah saya kenal. Melihat dan mengenal perempuan-perempuan menjadi obor bagi nyala suatu bangsa adalah suatu yang mengagumkan. Tapi mengenal 
perempuan-perempuan yang menjadi setitik cahaya dalam keluarga merupakan hal paling menyenangkan.

Saya selalu kagum pada perempuan-perempuan ini...


Baginya Sebuah Cinta:

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang kekasih
Perempuan yang kerap dilupakan
Perempuan yang ada di balik pintu
Yang pintunya tak pernah tertutup
Yang selalu duduk menanti

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang buah hati
Perempuan yang kerap tak dipandang
Perempuan yang selalu menggengam sebuah hati
Yang tak pernah dirusaknya
Yang tak lepas dari doanya

Perempuan ini
Perempuan dari sebuah nyala
Perempuan yang membawa mimpi
Perempuan yang menyempurnakan asa
Yang ada di balik sebuah bangsa
Yang dibuatnya semakin menyala...


Untuk perempuan-perempuan di negeri ini...Selamat Hari Kartini
Arina Swastika M (21 Apr. 11)

 

Satu Kisah tentang Pelangi...


Saya suka warna, apapun itu...

Saya biasa mengajarkan kepada mahasiswaku mengapa warna dapat kita lihat melalui bola mata kita bila ada cahaya (selalu saya bilang bahwa cahaya di sekitar kita itu begitu luar biasa). Tentu tak tak terbayangkan bagaimana bumi ini tanpa anugerah besar Sang Pencipta yang tadi saya sebut cahaya.
Kembali soal warna, saya menyukai bagaiman warna itu dibuat (seperti ketika kita mencampur-campurkan warna primer sehingga menjadi warna sekunder dan seterusnya)tentu saja  aku sangat menyukai bagaimana warna itu terlihat. Semua begitu indah. Tak ada satu warnapun tak tak bagus di mataku... semua nampak begitu sempurna, perfecto !



Mungkin itu yang membuat pelangi menjadi salah satu hal paling indah yang pernah saya liat. Deretan warna yang berjajar dan terbagi teratur membuat saya selalu mengagungkan namaNya. Buat saya, pelangi juga mengandung mimpi indah bagi kehidupan. Karena saya selalu meyakini, bahwa pelangi hadir setelah hujan turun. Hal itu membuat saya percaya bahwa akan selalu ada pelangi di setiap kesusahan yang terjadi.
Tapi saya tertarik dengan salah satu kisah pelangi yang satu ini, sederhana saja tapi menyentuh **.



Begini ceritanya : (dari sini kisah ini diambil)

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar .Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai :

HIJAU berkata:

"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi:

"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."



Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
                

Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Kamis, 21 April 2011

Untukmu Perempuanku...


Saya tidak pernah bisa lupa bagaimana biasanya hari kartini dilewati. Sejak kecil perayaan hari kartini bagi saya, bisa jadi acara yang special. Karena sekolah biasanya selalu sempat merayakannya ramai-ramai dengan seluruh sekolah. Menyenangkan... selalu ada senyum untuk hari ini.

Ketika itu, ketika saya masih menjadi gadis kecil yang memiliki banyak mimpi dan cita-cita. Rasanya ada seribu mimpi yang dapat saya capai. Dan hari kartini adalah waktu dimana saya bisa menekspresikan mimpi-mimpi saya. Menjadi seseorang yang saya inginkan. Tentu saja, dalam hal ini mama saya adalah orang yang paling saya repotkan. Memilih busana paling cantik dan mengagumkan, merias wajah mungil saya dan persiapan kecil lainnya (love u ma). Dan tentu sangat menyenangkan menjadi saya pada masa itu...^^


Dan hari ini, ketika saya sudah tidak lagi merepotkan diri dengan busana-busana dan riasan itu. Saya mulai tersadar bahwa saya telah menjadi perempuan masa depan dari diri saya masa itu (Hemm...). Ternyata seperti ini rasanya (ho..ho...).Jika ada yang bertanya pada saya, bagaimana rasanya, saya akan jawab...SAYA BAHAGIA MENJADI PEREMPUAN. Suatu yang terasa LUAR BIASA.


Jika masih ada yang bertanya mengapa? Maka akan saya jawab karena saya bangga menjadi perempuan. Saya telah dan masih meneladani kartini-kartini yang pernah saya kenal. Melihat dan mengenal perempuan-perempuan menjadi obor bagi nyala suatu bangsa adalah suatu yang mengagumkan. Tapi mengenal 
perempuan-perempuan yang menjadi setitik cahaya dalam keluarga merupakan hal paling menyenangkan.

Saya selalu kagum pada perempuan-perempuan ini...


Baginya Sebuah Cinta:

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang kekasih
Perempuan yang kerap dilupakan
Perempuan yang ada di balik pintu
Yang pintunya tak pernah tertutup
Yang selalu duduk menanti

Perempuan ini,
Perempuan dari seorang buah hati
Perempuan yang kerap tak dipandang
Perempuan yang selalu menggengam sebuah hati
Yang tak pernah dirusaknya
Yang tak lepas dari doanya

Perempuan ini
Perempuan dari sebuah nyala
Perempuan yang membawa mimpi
Perempuan yang menyempurnakan asa
Yang ada di balik sebuah bangsa
Yang dibuatnya semakin menyala...


Untuk perempuan-perempuan di negeri ini...Selamat Hari Kartini
Arina Swastika M (21 Apr. 11)

 

Senin, 18 April 2011

Satu Kisah tentang Pelangi...


Saya suka warna, apapun itu...

Saya biasa mengajarkan kepada mahasiswaku mengapa warna dapat kita lihat melalui bola mata kita bila ada cahaya (selalu saya bilang bahwa cahaya di sekitar kita itu begitu luar biasa). Tentu tak tak terbayangkan bagaimana bumi ini tanpa anugerah besar Sang Pencipta yang tadi saya sebut cahaya.
Kembali soal warna, saya menyukai bagaiman warna itu dibuat (seperti ketika kita mencampur-campurkan warna primer sehingga menjadi warna sekunder dan seterusnya)tentu saja  aku sangat menyukai bagaimana warna itu terlihat. Semua begitu indah. Tak ada satu warnapun tak tak bagus di mataku... semua nampak begitu sempurna, perfecto !



Mungkin itu yang membuat pelangi menjadi salah satu hal paling indah yang pernah saya liat. Deretan warna yang berjajar dan terbagi teratur membuat saya selalu mengagungkan namaNya. Buat saya, pelangi juga mengandung mimpi indah bagi kehidupan. Karena saya selalu meyakini, bahwa pelangi hadir setelah hujan turun. Hal itu membuat saya percaya bahwa akan selalu ada pelangi di setiap kesusahan yang terjadi.
Tapi saya tertarik dengan salah satu kisah pelangi yang satu ini, sederhana saja tapi menyentuh **.



Begini ceritanya : (dari sini kisah ini diambil)

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar .Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai :

HIJAU berkata:

"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi:

"Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan:
"Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya:
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak:
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu:
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara:
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."



Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA, KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....