Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 03 Agustus 2012

Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

“Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


Sabtu, 28 Juli 2012

Masih Tentang Kehilangan - 28 Juli


Selalu ada tanggal 28 Juli dalam ingatan saya, selalu ada angka 28 dalam setiap gerak saya. Saya pernah memiliki seseorang yang terlekat dalam angka 28. Karena dia memulai hidupnya saat penaggalan menunjukkan angka 28. 

Saya selalu mendamba datangnya Ramadhan, meski di bulan itu kami kehilanganmu. Tapi berada dalam Ramadhan membuatku ingat bahwa kau adalah orang terbaik yang pergi di bulan yang terbaik.

Dua tahun ternyata masih terlalu singkat untuk melupakan, butuh waktu lebih panjang untuk kembali dalam kehidupan nyata tanpanya. Rasa sakit karena kehilangan tidak butuh obat, hanya waktu yang akan merawatnya. Rasanya memang agak menyakitkan, bahkan ketika kita melewati setiap detiknya dan meresapi setiap sakitnya. Mungkin ikhlas adalah satu-satunya bentuk pembebasan terbaik yang kita punya, tapi untuk melupakannya itu tidak pernah mudah.

Tanggal 28 Juli ini, di bulan Ramadhan yang damai. Seharusnya menjadi hari lahirmu, sekaligus bulan kepergianmu. "Happy birthday Mas, jika aku bilang aku merindukanmu tentu kau sudah bosan- kau sudah mendengarkannya setiap saat. Hari ini aku hanya bilang aku masih bersama dengan orang-orang yang kau sayangi dan menyayangimu." 



"Ketika kau tidak ada mungkin dunia akan tetap baik-baik saja. Tapi aku tidak suka"

Sabtu, 14 Juli 2012

My storiette - Pesan Noda



Tolong dengarkan tangisku dalam benaman suara tawaku
Mungkin tak terdengar karena debaran semangat irama jantungku
Mungkin tak terlihat dalam bunga-bunga senyum di wajahku 

Kau pikir itu palsu ?
Tidak ada yang palsu dalam hidupku
Hanya caraku untuk membuat hidup memiliki warna
Bukankah warna yang bisa membuat mata kita dapat memaknai noda ?


Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

“Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


Masih Tentang Kehilangan - 28 Juli


Selalu ada tanggal 28 Juli dalam ingatan saya, selalu ada angka 28 dalam setiap gerak saya. Saya pernah memiliki seseorang yang terlekat dalam angka 28. Karena dia memulai hidupnya saat penaggalan menunjukkan angka 28. 

Saya selalu mendamba datangnya Ramadhan, meski di bulan itu kami kehilanganmu. Tapi berada dalam Ramadhan membuatku ingat bahwa kau adalah orang terbaik yang pergi di bulan yang terbaik.

Dua tahun ternyata masih terlalu singkat untuk melupakan, butuh waktu lebih panjang untuk kembali dalam kehidupan nyata tanpanya. Rasa sakit karena kehilangan tidak butuh obat, hanya waktu yang akan merawatnya. Rasanya memang agak menyakitkan, bahkan ketika kita melewati setiap detiknya dan meresapi setiap sakitnya. Mungkin ikhlas adalah satu-satunya bentuk pembebasan terbaik yang kita punya, tapi untuk melupakannya itu tidak pernah mudah.

Tanggal 28 Juli ini, di bulan Ramadhan yang damai. Seharusnya menjadi hari lahirmu, sekaligus bulan kepergianmu. "Happy birthday Mas, jika aku bilang aku merindukanmu tentu kau sudah bosan- kau sudah mendengarkannya setiap saat. Hari ini aku hanya bilang aku masih bersama dengan orang-orang yang kau sayangi dan menyayangimu." 



"Ketika kau tidak ada mungkin dunia akan tetap baik-baik saja. Tapi aku tidak suka"

My storiette - Pesan Noda



Tolong dengarkan tangisku dalam benaman suara tawaku
Mungkin tak terdengar karena debaran semangat irama jantungku
Mungkin tak terlihat dalam bunga-bunga senyum di wajahku 

Kau pikir itu palsu ?
Tidak ada yang palsu dalam hidupku
Hanya caraku untuk membuat hidup memiliki warna
Bukankah warna yang bisa membuat mata kita dapat memaknai noda ?


Jumat, 03 Agustus 2012

Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

“Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


Sabtu, 28 Juli 2012

Masih Tentang Kehilangan - 28 Juli


Selalu ada tanggal 28 Juli dalam ingatan saya, selalu ada angka 28 dalam setiap gerak saya. Saya pernah memiliki seseorang yang terlekat dalam angka 28. Karena dia memulai hidupnya saat penaggalan menunjukkan angka 28. 

Saya selalu mendamba datangnya Ramadhan, meski di bulan itu kami kehilanganmu. Tapi berada dalam Ramadhan membuatku ingat bahwa kau adalah orang terbaik yang pergi di bulan yang terbaik.

Dua tahun ternyata masih terlalu singkat untuk melupakan, butuh waktu lebih panjang untuk kembali dalam kehidupan nyata tanpanya. Rasa sakit karena kehilangan tidak butuh obat, hanya waktu yang akan merawatnya. Rasanya memang agak menyakitkan, bahkan ketika kita melewati setiap detiknya dan meresapi setiap sakitnya. Mungkin ikhlas adalah satu-satunya bentuk pembebasan terbaik yang kita punya, tapi untuk melupakannya itu tidak pernah mudah.

Tanggal 28 Juli ini, di bulan Ramadhan yang damai. Seharusnya menjadi hari lahirmu, sekaligus bulan kepergianmu. "Happy birthday Mas, jika aku bilang aku merindukanmu tentu kau sudah bosan- kau sudah mendengarkannya setiap saat. Hari ini aku hanya bilang aku masih bersama dengan orang-orang yang kau sayangi dan menyayangimu." 



"Ketika kau tidak ada mungkin dunia akan tetap baik-baik saja. Tapi aku tidak suka"

Sabtu, 14 Juli 2012

My storiette - Pesan Noda



Tolong dengarkan tangisku dalam benaman suara tawaku
Mungkin tak terdengar karena debaran semangat irama jantungku
Mungkin tak terlihat dalam bunga-bunga senyum di wajahku 

Kau pikir itu palsu ?
Tidak ada yang palsu dalam hidupku
Hanya caraku untuk membuat hidup memiliki warna
Bukankah warna yang bisa membuat mata kita dapat memaknai noda ?