Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 03 Agustus 2012

Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


0 komentar:

Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


Posting Komentar

Jumat, 03 Agustus 2012

Marhaban Ya Ramadhan - Mari Bercermin


Marhaban ya Ramadhan...
Ketika Ramadhan tiba introspeksi adalah salah satu hal yang harus dilakukan
Mungkin agak terkesan berlebihan, tapi nyatanya pada bulan nan suci ini adalah saat yang tepat untuk memandang diri kita dari segala sisi.
Dan yang paling indah adalah melakukannya dengan sepenuh hati, seperti dalam HR Bukhari tentang introspeksi : 


فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَاجِعُنِي فِيهِ حَتَّى شَرَحَ اللَّهُ لِذَلِكَ صَدْرِي، وَرَأَيْتُ الَّذِي رَأَى عُمَرُ

Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

Dan

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” [HR. Bukhari]. Diambil dari sini

dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَهُ

Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi]. Diambil dari sini


Dan buat saya, cara terbaik untuk introspeksi diri adalah memandang bagaimana orang lain memandang kita sebagaimana kita memandang cermin. Karena kadang, mata orang lain dapat membantu kita memandang diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa, semoga kita dapat mengintrospeksi diri.


Posting Komentar