Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 04 Juni 2010

Cuma mau bicara cinta....

Entah kenapa hari ini aku ingin kembali memgingat kisah ini...

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku...



Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakanbetapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis,
"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu,
ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...

Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai......

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree" (klik here), dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.


Ini adalah sebuah kisah sangat menarik perhatiankuu, karena bagiku kesetiaan merupakan suatu yang tak ternilai. Mahal dan indah...(sedikit berlebihan mungkin...). Kisah ini pernah aku tuturkan pada murid-muridku beberap bulan yang lalu, dengan harapan mereka dapat berkaca lewat kisah ini tentang kesetiaan dan arti memaafkan..(jadi merindukaan saat-saat bersama mereka....@_@)



Mumpung bicara soal cinta, Tanggal 8 mei 2010, entah kenapa aku seakan meredevous semua kenangan lamaku. Masa-masa SMU yang indah dan kenangan-kenangan tak terlupakan. Wauh...ternyata banyak hal hebat yang terjadi di masa-masa itu hingga kadang berharap untuk dapat kembali ke merasakannya. Dan salah satunya termasuk tentang cinta pertama. Entah karena ketika tengah malam tanpa sengaja ketika mencari acara di televisi dan kutemukan kisah Cinta Pertama (BCL) yang sebenarnya tidak terlalu istimewa kecuali bagian dimana aku kembali merasakan masa-masa SMU dan merasakan perasaan “itu” lagi, indah dan kadang terasa menyedihkan. Aku cancel bagian sedihnya karena bagiku cinta pertama adalah kenangan indah...itu saja ha..ha... Tentang siapa dan bagaimana, mungkin biarkan menjadi mysterious person.


Sementara dari banyak cerita banyak orang, banyak yang bilang first love never die.... setuju atau tidak ? terserah anda, sementara buatku...cinta pertama adalah istimewa. Entah karena seseorang atau karena perasaan yang pertama dirasa itu. Perasaan yang mengharu biru... Dan nyatanya memang banyak orang yang tetap setia dengan cinta pertamanya....setidaknya di dasar hati mereka meski mereka akhirnya memendamnya sampai akhir hayat mereka. Toh pada kenyataan life must goes on...dengan atau tanpa kehadiran cinta pertama...

Dan sekarang... stay a live....for fighting girl!!!

0 komentar:

Cuma mau bicara cinta....

Entah kenapa hari ini aku ingin kembali memgingat kisah ini...

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku...



Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakanbetapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis,
"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu,
ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...

Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai......

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree" (klik here), dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.


Ini adalah sebuah kisah sangat menarik perhatiankuu, karena bagiku kesetiaan merupakan suatu yang tak ternilai. Mahal dan indah...(sedikit berlebihan mungkin...). Kisah ini pernah aku tuturkan pada murid-muridku beberap bulan yang lalu, dengan harapan mereka dapat berkaca lewat kisah ini tentang kesetiaan dan arti memaafkan..(jadi merindukaan saat-saat bersama mereka....@_@)



Mumpung bicara soal cinta, Tanggal 8 mei 2010, entah kenapa aku seakan meredevous semua kenangan lamaku. Masa-masa SMU yang indah dan kenangan-kenangan tak terlupakan. Wauh...ternyata banyak hal hebat yang terjadi di masa-masa itu hingga kadang berharap untuk dapat kembali ke merasakannya. Dan salah satunya termasuk tentang cinta pertama. Entah karena ketika tengah malam tanpa sengaja ketika mencari acara di televisi dan kutemukan kisah Cinta Pertama (BCL) yang sebenarnya tidak terlalu istimewa kecuali bagian dimana aku kembali merasakan masa-masa SMU dan merasakan perasaan “itu” lagi, indah dan kadang terasa menyedihkan. Aku cancel bagian sedihnya karena bagiku cinta pertama adalah kenangan indah...itu saja ha..ha... Tentang siapa dan bagaimana, mungkin biarkan menjadi mysterious person.


Sementara dari banyak cerita banyak orang, banyak yang bilang first love never die.... setuju atau tidak ? terserah anda, sementara buatku...cinta pertama adalah istimewa. Entah karena seseorang atau karena perasaan yang pertama dirasa itu. Perasaan yang mengharu biru... Dan nyatanya memang banyak orang yang tetap setia dengan cinta pertamanya....setidaknya di dasar hati mereka meski mereka akhirnya memendamnya sampai akhir hayat mereka. Toh pada kenyataan life must goes on...dengan atau tanpa kehadiran cinta pertama...

Dan sekarang... stay a live....for fighting girl!!!
Posting Komentar

Jumat, 04 Juni 2010

Cuma mau bicara cinta....

Entah kenapa hari ini aku ingin kembali memgingat kisah ini...

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku...



Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakanbetapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis,
"Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu,
ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."

Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...

Dia tidak melihat sehelai pita kuning...

Tidak ada sehelai pita kuning....

Tidak ada sehelai......

Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree" (klik here), dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.


Ini adalah sebuah kisah sangat menarik perhatiankuu, karena bagiku kesetiaan merupakan suatu yang tak ternilai. Mahal dan indah...(sedikit berlebihan mungkin...). Kisah ini pernah aku tuturkan pada murid-muridku beberap bulan yang lalu, dengan harapan mereka dapat berkaca lewat kisah ini tentang kesetiaan dan arti memaafkan..(jadi merindukaan saat-saat bersama mereka....@_@)



Mumpung bicara soal cinta, Tanggal 8 mei 2010, entah kenapa aku seakan meredevous semua kenangan lamaku. Masa-masa SMU yang indah dan kenangan-kenangan tak terlupakan. Wauh...ternyata banyak hal hebat yang terjadi di masa-masa itu hingga kadang berharap untuk dapat kembali ke merasakannya. Dan salah satunya termasuk tentang cinta pertama. Entah karena ketika tengah malam tanpa sengaja ketika mencari acara di televisi dan kutemukan kisah Cinta Pertama (BCL) yang sebenarnya tidak terlalu istimewa kecuali bagian dimana aku kembali merasakan masa-masa SMU dan merasakan perasaan “itu” lagi, indah dan kadang terasa menyedihkan. Aku cancel bagian sedihnya karena bagiku cinta pertama adalah kenangan indah...itu saja ha..ha... Tentang siapa dan bagaimana, mungkin biarkan menjadi mysterious person.


Sementara dari banyak cerita banyak orang, banyak yang bilang first love never die.... setuju atau tidak ? terserah anda, sementara buatku...cinta pertama adalah istimewa. Entah karena seseorang atau karena perasaan yang pertama dirasa itu. Perasaan yang mengharu biru... Dan nyatanya memang banyak orang yang tetap setia dengan cinta pertamanya....setidaknya di dasar hati mereka meski mereka akhirnya memendamnya sampai akhir hayat mereka. Toh pada kenyataan life must goes on...dengan atau tanpa kehadiran cinta pertama...

Dan sekarang... stay a live....for fighting girl!!!
Posting Komentar