Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Kamis, 15 September 2011

Simple story - Hard to say Goodbye





Lama saya tidak merasakan moment perpisahan yang mana saya merasa kehilangan. Dan entah kenapa pagi ini saya merasakannya. Mungkin jadi terdengar agak melow. Apalagi saya lama gak ngeblog tiba-tiba melow lagi.... tapi biarlah...

Saya sadar, setiap hari kita mengenal seseorang, menciptakan hubungan dan kemudian kita akan saling menyadari keberadaan masing-masing, menikmati kebersamaan. Beberapa sengaja memberikan tempat di salah satu sisi hatinya. Dan mau tak mau... ketika kita menyadari bahwa kita hidup- it's the real life ... akan ada sebuah kata yang (dengan berat hati) saya sebut perpisahan.... dan pepisahkan akhirnya akan menyisakan satu tempat kosong di hati kita. Kadang kita harus bersusah payah menambal kekosongan itu tetapi kadang tempat yang kosong itu akan terisi dengan sendirinya....



Saya benci kata perpisahan seperti saya benci kata kehilangan. Meski tak selamanya kedua kata itu berpadu-padan.

Saya benci kata perpisahan seperti saya membenci saat saya harus menghabiskan es cream kesukaan saya padahal saya masih mengiginkannya lagi.

Seperti saya benci ketika harus mengatakan : “akhirnya”... saya lebih suka kata “kemudian”...

Saya juga benci kata : “selamat tinggal”...saya lebih suka kata “sampai jumpa”...



Saya benci semua hal yang ada pada perpisahan... seperti saya benci menahan air mata, dan menjadikan seolah semuanya biasa saja, padahal kita yakin semua akan berubah.

Tapi kemudian saya sadar, bahwa kata kehilangan dan kata perpisahan...adalah kata untuk mereka yang memiliki.



Dan saya menyadari bahwa apa yang berpisah dari saya dan apa yang telah hilang dari saya nyatanya bukan milik saya.... Saya hanya merasa telah memiliki...tapi tidak benar-benar memiliki...

“You can't lose what you actually never have. Ikhlas is the key

Ya, Anda benar...saya benar-benar sedang melow hari ini ^^


 

0 komentar:

Simple story - Hard to say Goodbye





Lama saya tidak merasakan moment perpisahan yang mana saya merasa kehilangan. Dan entah kenapa pagi ini saya merasakannya. Mungkin jadi terdengar agak melow. Apalagi saya lama gak ngeblog tiba-tiba melow lagi.... tapi biarlah...

Saya sadar, setiap hari kita mengenal seseorang, menciptakan hubungan dan kemudian kita akan saling menyadari keberadaan masing-masing, menikmati kebersamaan. Beberapa sengaja memberikan tempat di salah satu sisi hatinya. Dan mau tak mau... ketika kita menyadari bahwa kita hidup- it's the real life ... akan ada sebuah kata yang (dengan berat hati) saya sebut perpisahan.... dan pepisahkan akhirnya akan menyisakan satu tempat kosong di hati kita. Kadang kita harus bersusah payah menambal kekosongan itu tetapi kadang tempat yang kosong itu akan terisi dengan sendirinya....



Saya benci kata perpisahan seperti saya benci kata kehilangan. Meski tak selamanya kedua kata itu berpadu-padan.

Saya benci kata perpisahan seperti saya membenci saat saya harus menghabiskan es cream kesukaan saya padahal saya masih mengiginkannya lagi.

Seperti saya benci ketika harus mengatakan : “akhirnya”... saya lebih suka kata “kemudian”...

Saya juga benci kata : “selamat tinggal”...saya lebih suka kata “sampai jumpa”...



Saya benci semua hal yang ada pada perpisahan... seperti saya benci menahan air mata, dan menjadikan seolah semuanya biasa saja, padahal kita yakin semua akan berubah.

Tapi kemudian saya sadar, bahwa kata kehilangan dan kata perpisahan...adalah kata untuk mereka yang memiliki.



Dan saya menyadari bahwa apa yang berpisah dari saya dan apa yang telah hilang dari saya nyatanya bukan milik saya.... Saya hanya merasa telah memiliki...tapi tidak benar-benar memiliki...

“You can't lose what you actually never have. Ikhlas is the key

Ya, Anda benar...saya benar-benar sedang melow hari ini ^^


 
Posting Komentar

Kamis, 15 September 2011

Simple story - Hard to say Goodbye





Lama saya tidak merasakan moment perpisahan yang mana saya merasa kehilangan. Dan entah kenapa pagi ini saya merasakannya. Mungkin jadi terdengar agak melow. Apalagi saya lama gak ngeblog tiba-tiba melow lagi.... tapi biarlah...

Saya sadar, setiap hari kita mengenal seseorang, menciptakan hubungan dan kemudian kita akan saling menyadari keberadaan masing-masing, menikmati kebersamaan. Beberapa sengaja memberikan tempat di salah satu sisi hatinya. Dan mau tak mau... ketika kita menyadari bahwa kita hidup- it's the real life ... akan ada sebuah kata yang (dengan berat hati) saya sebut perpisahan.... dan pepisahkan akhirnya akan menyisakan satu tempat kosong di hati kita. Kadang kita harus bersusah payah menambal kekosongan itu tetapi kadang tempat yang kosong itu akan terisi dengan sendirinya....



Saya benci kata perpisahan seperti saya benci kata kehilangan. Meski tak selamanya kedua kata itu berpadu-padan.

Saya benci kata perpisahan seperti saya membenci saat saya harus menghabiskan es cream kesukaan saya padahal saya masih mengiginkannya lagi.

Seperti saya benci ketika harus mengatakan : “akhirnya”... saya lebih suka kata “kemudian”...

Saya juga benci kata : “selamat tinggal”...saya lebih suka kata “sampai jumpa”...



Saya benci semua hal yang ada pada perpisahan... seperti saya benci menahan air mata, dan menjadikan seolah semuanya biasa saja, padahal kita yakin semua akan berubah.

Tapi kemudian saya sadar, bahwa kata kehilangan dan kata perpisahan...adalah kata untuk mereka yang memiliki.



Dan saya menyadari bahwa apa yang berpisah dari saya dan apa yang telah hilang dari saya nyatanya bukan milik saya.... Saya hanya merasa telah memiliki...tapi tidak benar-benar memiliki...

“You can't lose what you actually never have. Ikhlas is the key

Ya, Anda benar...saya benar-benar sedang melow hari ini ^^


 
Posting Komentar