Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Kamis, 03 November 2011

My storiette- When the angel down



Aku memandang perempuan itu... dia terdiam
“Kamu kenapa?” tanyaku kemudian, dia balas memandangku. Dia masih terdiam.
“Kamu cantik sekali....” dia tersenyum, aku suka senyumnya. Tapi dia masih terdiam
“Kamu sakit ya ?” kembali aku bertanya. Dia masih terdiam, menatapku lekat-lekat...masih menatapku.
“Sayapmu patah....” ucapku kemudian. Dia masih terdiam, memandang patahan sayapnya... Perlahan ia memandang langit...
“Di sana rumahmu ya?” kembali aku bertanya. Dia memandangku sekilas, matanya yang teduh memandangku hangat. Akhirnya, ia mengangguk perlahan.
“Tinggallah saja disini bersamaku....” kataku perlahan.
“Untuk apa ?” tanyanya kemudian, akhirnya dia mengatakan sesuatu. Matanya yang hangat masih menatapku... Aku memandang wajah cantiknya...
“Untuk menjadi dirimu...” jawabku cepat.
“Aku, bukan lagi aku...tanpa sayap ini...” jawabnya perlahan.
“Apakah kamu malaikat ?” tanyaku kemudian. Kembali dia mengangguk...lalu tersenyum...aku suka senyum itu.
“Di sini, kamu tidak perlu sayap untuk jadi malaikat...” dia menatapku heran.
“Kamu punya senyuman yang manis, mata yang hangat dan mulut yang kamu jaga dengan sempurna. Di sini, itu cukup menjadikanmu malaikatku....”

in my room, find you;
 

0 komentar:

My storiette- When the angel down



Aku memandang perempuan itu... dia terdiam
“Kamu kenapa?” tanyaku kemudian, dia balas memandangku. Dia masih terdiam.
“Kamu cantik sekali....” dia tersenyum, aku suka senyumnya. Tapi dia masih terdiam
“Kamu sakit ya ?” kembali aku bertanya. Dia masih terdiam, menatapku lekat-lekat...masih menatapku.
“Sayapmu patah....” ucapku kemudian. Dia masih terdiam, memandang patahan sayapnya... Perlahan ia memandang langit...
“Di sana rumahmu ya?” kembali aku bertanya. Dia memandangku sekilas, matanya yang teduh memandangku hangat. Akhirnya, ia mengangguk perlahan.
“Tinggallah saja disini bersamaku....” kataku perlahan.
“Untuk apa ?” tanyanya kemudian, akhirnya dia mengatakan sesuatu. Matanya yang hangat masih menatapku... Aku memandang wajah cantiknya...
“Untuk menjadi dirimu...” jawabku cepat.
“Aku, bukan lagi aku...tanpa sayap ini...” jawabnya perlahan.
“Apakah kamu malaikat ?” tanyaku kemudian. Kembali dia mengangguk...lalu tersenyum...aku suka senyum itu.
“Di sini, kamu tidak perlu sayap untuk jadi malaikat...” dia menatapku heran.
“Kamu punya senyuman yang manis, mata yang hangat dan mulut yang kamu jaga dengan sempurna. Di sini, itu cukup menjadikanmu malaikatku....”

in my room, find you;
 
Posting Komentar

Kamis, 03 November 2011

My storiette- When the angel down



Aku memandang perempuan itu... dia terdiam
“Kamu kenapa?” tanyaku kemudian, dia balas memandangku. Dia masih terdiam.
“Kamu cantik sekali....” dia tersenyum, aku suka senyumnya. Tapi dia masih terdiam
“Kamu sakit ya ?” kembali aku bertanya. Dia masih terdiam, menatapku lekat-lekat...masih menatapku.
“Sayapmu patah....” ucapku kemudian. Dia masih terdiam, memandang patahan sayapnya... Perlahan ia memandang langit...
“Di sana rumahmu ya?” kembali aku bertanya. Dia memandangku sekilas, matanya yang teduh memandangku hangat. Akhirnya, ia mengangguk perlahan.
“Tinggallah saja disini bersamaku....” kataku perlahan.
“Untuk apa ?” tanyanya kemudian, akhirnya dia mengatakan sesuatu. Matanya yang hangat masih menatapku... Aku memandang wajah cantiknya...
“Untuk menjadi dirimu...” jawabku cepat.
“Aku, bukan lagi aku...tanpa sayap ini...” jawabnya perlahan.
“Apakah kamu malaikat ?” tanyaku kemudian. Kembali dia mengangguk...lalu tersenyum...aku suka senyum itu.
“Di sini, kamu tidak perlu sayap untuk jadi malaikat...” dia menatapku heran.
“Kamu punya senyuman yang manis, mata yang hangat dan mulut yang kamu jaga dengan sempurna. Di sini, itu cukup menjadikanmu malaikatku....”

in my room, find you;
 
Posting Komentar