Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Kamis, 19 April 2012

"Ketika Suara Saya di Udara"

(gambar saya ambil dari sini)

Saya selalu berkata bahwa saya punya masa kecil yang sempurna. Orang tua yang sangat pengertian,  kakak-kakak saya tak pernah segan menunjukkan kasih sayangnya, teman bermain yang menyenangkan, dan waktu-waktu kebersamaan yang tak mungkin dapat terbeli lagi.  Seperti banyak anak lain saya selalu punya mimpi yang muncul dan pergi. Saya ingat ketika saya duduk di bangku sekolah dasar saya punya mimpi menjadi seorang penyiar radio... ya mungkin pada masa itu radio sedemikian populernya dalam kehidupan saya sehingga cuap-cuap penyiarnya menghipnotis saya.

Banyak hal menarik tentang seorang penyiar radio, salah satunya adalah ketika saya bebas membayangkan bagaimana wajah mereka... wajah yang tepat untuk suara-suara merdu mereka. Meski setelah saya dewasa saya sering merasa dikecewakan dengan kenyataan bahwa beberapa dari mereka memiliki wajah tak semenarik suara mereka. Hay..hay... tapi itu menunjukkan keadilan Allah No body perfect !! ^^

(sayangnya saya gak sempet berfoto waktu siaran, tapi kira-kira begini pemandagan di depan saya, oya itu mbak yuni-penyiarnya)

Rabu kemarin saya bahagia sekali karena saya punya kesempatan duduk di ruang siar sebuah radio milik negara.  Meski tidak menjadi seorang penyiar (setelah dewasa saya sadar, bahwa suara saya tidak semerdu suara penyiar radio dan ternyata wajah saya masih cukup enak dilihat walau hanya di depan kelas ^^).  Oya, kembali ke acara rabu sore itu, saya kebetulan menjadi narasumber untuk acara wanita. Kembali merasa sedikit bangga karena saya sedikit terlihat pintar tentang materi yang saya ambil masalah ‘diare’. Sebagai apoteker harapan saya masyarakat dapat sedikit mengenal tentang obat-obat diare meski pada kenyataannya masyarakat lebih banyak bertanya tentang etiologi, epidemiologi  dan patofisiologi dari penyakit ini. Ya kuliah farmakoterapi saya kembali diuji... Allhamdulilah sepertinya saya lulus melewati semua ini dengan baik (cium tangan bapak dan ibu dosen saya...)

Setelah selesai siaran yang tiba-tiba muncul dalam kepala saya adalah pertanyaan apakah suara saya cukup merdu untuk mengalun di udara dan apakah para pendengar saya juga bertanya-tanya seperti apa wajah pemilik suara kurang merdu itu ??? Hay...hay... sayalah bapak ibu pemilik suara kurang merdu yang anda dengarkan selama 45 menit di rabu sore (18-4-2012 at 03.15 pm) yang indah itu ^^

Terlepas dari itu semua, selama tidak terdapat protes dari pendengar tentang ketidakmerduan suara saya... saya masih berbahagia untuk kesempatan yang saya terima... Terima kasih Allah.

3 komentar:

"Ketika Suara Saya di Udara"

(gambar saya ambil dari sini)

Saya selalu berkata bahwa saya punya masa kecil yang sempurna. Orang tua yang sangat pengertian,  kakak-kakak saya tak pernah segan menunjukkan kasih sayangnya, teman bermain yang menyenangkan, dan waktu-waktu kebersamaan yang tak mungkin dapat terbeli lagi.  Seperti banyak anak lain saya selalu punya mimpi yang muncul dan pergi. Saya ingat ketika saya duduk di bangku sekolah dasar saya punya mimpi menjadi seorang penyiar radio... ya mungkin pada masa itu radio sedemikian populernya dalam kehidupan saya sehingga cuap-cuap penyiarnya menghipnotis saya.

Banyak hal menarik tentang seorang penyiar radio, salah satunya adalah ketika saya bebas membayangkan bagaimana wajah mereka... wajah yang tepat untuk suara-suara merdu mereka. Meski setelah saya dewasa saya sering merasa dikecewakan dengan kenyataan bahwa beberapa dari mereka memiliki wajah tak semenarik suara mereka. Hay..hay... tapi itu menunjukkan keadilan Allah No body perfect !! ^^

(sayangnya saya gak sempet berfoto waktu siaran, tapi kira-kira begini pemandagan di depan saya, oya itu mbak yuni-penyiarnya)

Rabu kemarin saya bahagia sekali karena saya punya kesempatan duduk di ruang siar sebuah radio milik negara.  Meski tidak menjadi seorang penyiar (setelah dewasa saya sadar, bahwa suara saya tidak semerdu suara penyiar radio dan ternyata wajah saya masih cukup enak dilihat walau hanya di depan kelas ^^).  Oya, kembali ke acara rabu sore itu, saya kebetulan menjadi narasumber untuk acara wanita. Kembali merasa sedikit bangga karena saya sedikit terlihat pintar tentang materi yang saya ambil masalah ‘diare’. Sebagai apoteker harapan saya masyarakat dapat sedikit mengenal tentang obat-obat diare meski pada kenyataannya masyarakat lebih banyak bertanya tentang etiologi, epidemiologi  dan patofisiologi dari penyakit ini. Ya kuliah farmakoterapi saya kembali diuji... Allhamdulilah sepertinya saya lulus melewati semua ini dengan baik (cium tangan bapak dan ibu dosen saya...)

Setelah selesai siaran yang tiba-tiba muncul dalam kepala saya adalah pertanyaan apakah suara saya cukup merdu untuk mengalun di udara dan apakah para pendengar saya juga bertanya-tanya seperti apa wajah pemilik suara kurang merdu itu ??? Hay...hay... sayalah bapak ibu pemilik suara kurang merdu yang anda dengarkan selama 45 menit di rabu sore (18-4-2012 at 03.15 pm) yang indah itu ^^

Terlepas dari itu semua, selama tidak terdapat protes dari pendengar tentang ketidakmerduan suara saya... saya masih berbahagia untuk kesempatan yang saya terima... Terima kasih Allah.

Posting Komentar

Kamis, 19 April 2012

"Ketika Suara Saya di Udara"

(gambar saya ambil dari sini)

Saya selalu berkata bahwa saya punya masa kecil yang sempurna. Orang tua yang sangat pengertian,  kakak-kakak saya tak pernah segan menunjukkan kasih sayangnya, teman bermain yang menyenangkan, dan waktu-waktu kebersamaan yang tak mungkin dapat terbeli lagi.  Seperti banyak anak lain saya selalu punya mimpi yang muncul dan pergi. Saya ingat ketika saya duduk di bangku sekolah dasar saya punya mimpi menjadi seorang penyiar radio... ya mungkin pada masa itu radio sedemikian populernya dalam kehidupan saya sehingga cuap-cuap penyiarnya menghipnotis saya.

Banyak hal menarik tentang seorang penyiar radio, salah satunya adalah ketika saya bebas membayangkan bagaimana wajah mereka... wajah yang tepat untuk suara-suara merdu mereka. Meski setelah saya dewasa saya sering merasa dikecewakan dengan kenyataan bahwa beberapa dari mereka memiliki wajah tak semenarik suara mereka. Hay..hay... tapi itu menunjukkan keadilan Allah No body perfect !! ^^

(sayangnya saya gak sempet berfoto waktu siaran, tapi kira-kira begini pemandagan di depan saya, oya itu mbak yuni-penyiarnya)

Rabu kemarin saya bahagia sekali karena saya punya kesempatan duduk di ruang siar sebuah radio milik negara.  Meski tidak menjadi seorang penyiar (setelah dewasa saya sadar, bahwa suara saya tidak semerdu suara penyiar radio dan ternyata wajah saya masih cukup enak dilihat walau hanya di depan kelas ^^).  Oya, kembali ke acara rabu sore itu, saya kebetulan menjadi narasumber untuk acara wanita. Kembali merasa sedikit bangga karena saya sedikit terlihat pintar tentang materi yang saya ambil masalah ‘diare’. Sebagai apoteker harapan saya masyarakat dapat sedikit mengenal tentang obat-obat diare meski pada kenyataannya masyarakat lebih banyak bertanya tentang etiologi, epidemiologi  dan patofisiologi dari penyakit ini. Ya kuliah farmakoterapi saya kembali diuji... Allhamdulilah sepertinya saya lulus melewati semua ini dengan baik (cium tangan bapak dan ibu dosen saya...)

Setelah selesai siaran yang tiba-tiba muncul dalam kepala saya adalah pertanyaan apakah suara saya cukup merdu untuk mengalun di udara dan apakah para pendengar saya juga bertanya-tanya seperti apa wajah pemilik suara kurang merdu itu ??? Hay...hay... sayalah bapak ibu pemilik suara kurang merdu yang anda dengarkan selama 45 menit di rabu sore (18-4-2012 at 03.15 pm) yang indah itu ^^

Terlepas dari itu semua, selama tidak terdapat protes dari pendengar tentang ketidakmerduan suara saya... saya masih berbahagia untuk kesempatan yang saya terima... Terima kasih Allah.

Posting Komentar