Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 06 Oktober 2012

Satu Lagi Untuk Sahabat - Kadek


Beberapa hari ini saya lagi pengen banget pergi ke Bali, pengen banget punya waktu buat liburan. Trus tiba-tiba saya teringat kepada seorang sahabat saya yang dari Bali, seorang sahabat lama yang pernah menemani hari-hari saya selama 5 tahun tanpa jeda. Lama juga kami tak berjumpa, tapi setidaknya kami masih sempat berkirim kabar walau tanpa kepastian waktu. Setidaknya saya masih bisa mengetahui kabaranya dari jejaring sosial bernama beken facebook dimana dia masih suka menulis di wall-nya.

Kalau orang bijak bilang, sahabat terbaik adalah seseorang yang selalu ada, bahkan ketika kita pernah meninggalkannya, melupakannya, atau bahkan menyakitinya. Mungkin sahabat terbaik saya inilah salah satunya.


Mungkin saya pernah terlupa, bahwa sahabat saya ini bersama saya sejak saya memantapkan tekad untuk memulai pendidikan tinggi saya... Ah..saya tidak pernah lupa masa-masa itu. Dan dia terus bersama saya hingga sumpah profesi diikrarkan. Betapapun saya pernah menyakiti hatinya, tapi dia masih di tempat yang sama saat saya ingin memeluknya. Hingga kini, aku selalu menoleh ke arah yang sama, dan berharap kau ada di sana.

Teruntuk sahabatku, Kadek Ika Murdiani. Terima Kasih untuk masakanmu yang enak, pinjaman uang yang selalu ada ^^, caramu memaafkan, dan untuk selalu berada di sampingku kapanpun aku mau. Terima kasih telah menjadi sahabat yang baik.

Jadi inget video yang saya buat untuk sahabat saya tercinta...


0 komentar:

Satu Lagi Untuk Sahabat - Kadek


Beberapa hari ini saya lagi pengen banget pergi ke Bali, pengen banget punya waktu buat liburan. Trus tiba-tiba saya teringat kepada seorang sahabat saya yang dari Bali, seorang sahabat lama yang pernah menemani hari-hari saya selama 5 tahun tanpa jeda. Lama juga kami tak berjumpa, tapi setidaknya kami masih sempat berkirim kabar walau tanpa kepastian waktu. Setidaknya saya masih bisa mengetahui kabaranya dari jejaring sosial bernama beken facebook dimana dia masih suka menulis di wall-nya.

Kalau orang bijak bilang, sahabat terbaik adalah seseorang yang selalu ada, bahkan ketika kita pernah meninggalkannya, melupakannya, atau bahkan menyakitinya. Mungkin sahabat terbaik saya inilah salah satunya.


Mungkin saya pernah terlupa, bahwa sahabat saya ini bersama saya sejak saya memantapkan tekad untuk memulai pendidikan tinggi saya... Ah..saya tidak pernah lupa masa-masa itu. Dan dia terus bersama saya hingga sumpah profesi diikrarkan. Betapapun saya pernah menyakiti hatinya, tapi dia masih di tempat yang sama saat saya ingin memeluknya. Hingga kini, aku selalu menoleh ke arah yang sama, dan berharap kau ada di sana.

Teruntuk sahabatku, Kadek Ika Murdiani. Terima Kasih untuk masakanmu yang enak, pinjaman uang yang selalu ada ^^, caramu memaafkan, dan untuk selalu berada di sampingku kapanpun aku mau. Terima kasih telah menjadi sahabat yang baik.

Jadi inget video yang saya buat untuk sahabat saya tercinta...


Posting Komentar

Sabtu, 06 Oktober 2012

Satu Lagi Untuk Sahabat - Kadek


Beberapa hari ini saya lagi pengen banget pergi ke Bali, pengen banget punya waktu buat liburan. Trus tiba-tiba saya teringat kepada seorang sahabat saya yang dari Bali, seorang sahabat lama yang pernah menemani hari-hari saya selama 5 tahun tanpa jeda. Lama juga kami tak berjumpa, tapi setidaknya kami masih sempat berkirim kabar walau tanpa kepastian waktu. Setidaknya saya masih bisa mengetahui kabaranya dari jejaring sosial bernama beken facebook dimana dia masih suka menulis di wall-nya.

Kalau orang bijak bilang, sahabat terbaik adalah seseorang yang selalu ada, bahkan ketika kita pernah meninggalkannya, melupakannya, atau bahkan menyakitinya. Mungkin sahabat terbaik saya inilah salah satunya.


Mungkin saya pernah terlupa, bahwa sahabat saya ini bersama saya sejak saya memantapkan tekad untuk memulai pendidikan tinggi saya... Ah..saya tidak pernah lupa masa-masa itu. Dan dia terus bersama saya hingga sumpah profesi diikrarkan. Betapapun saya pernah menyakiti hatinya, tapi dia masih di tempat yang sama saat saya ingin memeluknya. Hingga kini, aku selalu menoleh ke arah yang sama, dan berharap kau ada di sana.

Teruntuk sahabatku, Kadek Ika Murdiani. Terima Kasih untuk masakanmu yang enak, pinjaman uang yang selalu ada ^^, caramu memaafkan, dan untuk selalu berada di sampingku kapanpun aku mau. Terima kasih telah menjadi sahabat yang baik.

Jadi inget video yang saya buat untuk sahabat saya tercinta...


Posting Komentar