Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 07 Februari 2014

Rumah Kedua - Bekerja dengan Hati

pinterest
"Rumah bukanlah suatu bangunan, atau sebuah kota di dalam suatu peta. 
Rumah adalah semua tempat di mana orang-orang yang menyayangi Anda berada, 
selama mereka selalu bersama Anda."

"Rumah bukanlah sebuah tempat, melaikan sebuah momen,
 yang saling berikatan seperti susunan kokoh batu bata yag menyusun suatu persinggahan,
 yang akan selalu Anda kenang seumur hidup, kemana pun Anda pergi."

Sarah Deseen

Beberapa hari ini saya sedang mengalami kebosanan dalam bekerja, kadang kala ada titik dimana seseorang merasa jenuh dan tidak ingin melakukan apa-apa. Mungkin saya sedang berada di sana sekarang, tapi saya tidak ingin berada di sana lama-lama karena waktu tidak pernah memberikan saya kelebihan detik dalam setiap putarannya. Artinya, jika saya diam saya akan merugi. Bukankah agama juga mengajarkan "Barang siapa yang keadaan hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung".

Akhirnya saya berfikir bahwa tempat kerja saya adalah rumah kedua bagi saya, dimana terkadang waktu dalam hari saya lebih banyak digunakan di sana. Hal-hal yang membuat saya selalu bersemangat untuk bekerja adalah kebahagiaan yang selalu tercipta disana. Kebersamaan dan rasa saling memiliki. Oke, terkadang perasaan itu  hilang karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi yang harus disadari, pekerjaan akan terus menumpuk dan menumpuk. Artinya, bagaimanapun caranya perasaan kebersamaan itu harus selalu ada. Bukankah manusia yang bahagia adalah manusia yang dikelilingi sahabatnya setiap saat.

pinterest
Bagi saya pekerjaan bukanlah tempat dimana saya harus di sana agar tetap hidup, tapi tempat dimana saya bisa berbahagia menjalani hidup dan itu saya sebut rumah kedua saya.

Setelah menulis ini semua akhirnya saya tahu dimana letak kesalahan saya hingga saya berada di titik ini. Bekerja dengan hati, saya melupakannya, bukankah itu yang membuat saya bertahan hingga saat ini.

Satu lagi,  kita mungkin tidak memiliki semua yang terbaik tapi kita harus dapat berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan agar bisa menjadi seorang yang bahagia maka bahagiakan dulu orang lain.

Selamat bekerja, selamat berbahagia dan wajib menyebarkan kebahagiaan . . .

0 komentar:

Rumah Kedua - Bekerja dengan Hati

pinterest
"Rumah bukanlah suatu bangunan, atau sebuah kota di dalam suatu peta. 
Rumah adalah semua tempat di mana orang-orang yang menyayangi Anda berada, 
selama mereka selalu bersama Anda."

"Rumah bukanlah sebuah tempat, melaikan sebuah momen,
 yang saling berikatan seperti susunan kokoh batu bata yag menyusun suatu persinggahan,
 yang akan selalu Anda kenang seumur hidup, kemana pun Anda pergi."

Sarah Deseen

Beberapa hari ini saya sedang mengalami kebosanan dalam bekerja, kadang kala ada titik dimana seseorang merasa jenuh dan tidak ingin melakukan apa-apa. Mungkin saya sedang berada di sana sekarang, tapi saya tidak ingin berada di sana lama-lama karena waktu tidak pernah memberikan saya kelebihan detik dalam setiap putarannya. Artinya, jika saya diam saya akan merugi. Bukankah agama juga mengajarkan "Barang siapa yang keadaan hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung".

Akhirnya saya berfikir bahwa tempat kerja saya adalah rumah kedua bagi saya, dimana terkadang waktu dalam hari saya lebih banyak digunakan di sana. Hal-hal yang membuat saya selalu bersemangat untuk bekerja adalah kebahagiaan yang selalu tercipta disana. Kebersamaan dan rasa saling memiliki. Oke, terkadang perasaan itu  hilang karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi yang harus disadari, pekerjaan akan terus menumpuk dan menumpuk. Artinya, bagaimanapun caranya perasaan kebersamaan itu harus selalu ada. Bukankah manusia yang bahagia adalah manusia yang dikelilingi sahabatnya setiap saat.

pinterest
Bagi saya pekerjaan bukanlah tempat dimana saya harus di sana agar tetap hidup, tapi tempat dimana saya bisa berbahagia menjalani hidup dan itu saya sebut rumah kedua saya.

Setelah menulis ini semua akhirnya saya tahu dimana letak kesalahan saya hingga saya berada di titik ini. Bekerja dengan hati, saya melupakannya, bukankah itu yang membuat saya bertahan hingga saat ini.

Satu lagi,  kita mungkin tidak memiliki semua yang terbaik tapi kita harus dapat berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan agar bisa menjadi seorang yang bahagia maka bahagiakan dulu orang lain.

Selamat bekerja, selamat berbahagia dan wajib menyebarkan kebahagiaan . . .
Posting Komentar

Jumat, 07 Februari 2014

Rumah Kedua - Bekerja dengan Hati

pinterest
"Rumah bukanlah suatu bangunan, atau sebuah kota di dalam suatu peta. 
Rumah adalah semua tempat di mana orang-orang yang menyayangi Anda berada, 
selama mereka selalu bersama Anda."

"Rumah bukanlah sebuah tempat, melaikan sebuah momen,
 yang saling berikatan seperti susunan kokoh batu bata yag menyusun suatu persinggahan,
 yang akan selalu Anda kenang seumur hidup, kemana pun Anda pergi."

Sarah Deseen

Beberapa hari ini saya sedang mengalami kebosanan dalam bekerja, kadang kala ada titik dimana seseorang merasa jenuh dan tidak ingin melakukan apa-apa. Mungkin saya sedang berada di sana sekarang, tapi saya tidak ingin berada di sana lama-lama karena waktu tidak pernah memberikan saya kelebihan detik dalam setiap putarannya. Artinya, jika saya diam saya akan merugi. Bukankah agama juga mengajarkan "Barang siapa yang keadaan hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung".

Akhirnya saya berfikir bahwa tempat kerja saya adalah rumah kedua bagi saya, dimana terkadang waktu dalam hari saya lebih banyak digunakan di sana. Hal-hal yang membuat saya selalu bersemangat untuk bekerja adalah kebahagiaan yang selalu tercipta disana. Kebersamaan dan rasa saling memiliki. Oke, terkadang perasaan itu  hilang karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi yang harus disadari, pekerjaan akan terus menumpuk dan menumpuk. Artinya, bagaimanapun caranya perasaan kebersamaan itu harus selalu ada. Bukankah manusia yang bahagia adalah manusia yang dikelilingi sahabatnya setiap saat.

pinterest
Bagi saya pekerjaan bukanlah tempat dimana saya harus di sana agar tetap hidup, tapi tempat dimana saya bisa berbahagia menjalani hidup dan itu saya sebut rumah kedua saya.

Setelah menulis ini semua akhirnya saya tahu dimana letak kesalahan saya hingga saya berada di titik ini. Bekerja dengan hati, saya melupakannya, bukankah itu yang membuat saya bertahan hingga saat ini.

Satu lagi,  kita mungkin tidak memiliki semua yang terbaik tapi kita harus dapat berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan agar bisa menjadi seorang yang bahagia maka bahagiakan dulu orang lain.

Selamat bekerja, selamat berbahagia dan wajib menyebarkan kebahagiaan . . .
Posting Komentar