Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 13 Maret 2011

Ketika saya bisa DIAM


Lebih dari satu minggu ini adalah masa bagi saya untuk berdiam...lebih jelasnya karena saya pernah nyaris tak bersuara selama dua hari (beruntunglah saat itu hari libur yang indah...) jadinya saya bisa punya waktu untuk benar-benar diam dan tidak memaksakan diri untuk berbicara. Mungkin yang paling repot kalau ada telfon berbunyi...hayo  ?? ^^

Dan yang paling sengsara bisa jadi mama saya, yang harus pandai-pandai membaca gerak tubuh dan bibir saya yang kadang membingungkan....(maafkan ya ma...cium tangan mama). Sementara papa saya adalah orang pertama yang ngomel, yang kira-kira seperti ini, “Makanya jangan kerja thok, kalau gitu itu berarti di suruh istirahat...” (terima kasih pa...cium tangan papa juga) ^^

Akhirnya, dua hari yang panjang itu, memang terasa nyaman dengan berdiam... mungkin saatnya lebih mendekatkan diri dengan hati saya.... Hahay....Yang saya dapatkan adalah...saya mungkin memang perlu waktu untuk memanjakan diri saya sendiri...kenyataan yang akan sangat menyenangkan bila terjadi.

Ini gambar penuh inspirasi buat saya tentang diam (masih eat pray love ^^):


Karena ini terjadi pertama kalinya dalam hidup saya, hari itu saya benar-benar mencoba untuk bernyanyi (pikir saya, masa benar suara saya tidak akan keluar sama sekali...). Dan ternyata suara saya benar-benar tidak keluar...hanya mulut saya yang komat-kamit seperti mbah dukun (menyedihkan sekali...), padahal lagu yang coba saya nyanyikan "Satu-satunya Cinta-Mahadewi"... Sepertinya saya harus meminta maaf pada Tata dan Puri...(Maaf ya, gak lagi-lagi !)


Setelah melewati dua hari penuh kebisuan, akhirnya...di senin pagi yang indah (seminggu yang lalu)...saya mendapati suara saya kembali meski agak serak-serak kering gak karuan...tapi alhamdulillah saya tidak harus menggunakan bahasa isyarat lagi (soalnya malam itu saya benar-benar membayangkan gimana caranya bilang “kiri” sama pak supir angkot)... Untunglah hari-hari selanjutnya berjalan lancar, kecuali dengan penyakit yang namanya batuk....

Karena pertama kalinya merasakan batuk yang separah ini, saya baru tahu kalau batuk bisa membuat kita terbangun dari tidur....wah ternyata itu hal paling menyiksa buat saya. 

Pada dasarnya, meski paling bisa nyuruh orang minum obat...saya paling tidak suka minum obat, jadi pengobatan saya adalah dengan wedang jahe...tapi ternyata setelah 3 haripun, nasib saya tidak berubah.  Sampai akhirnya, sangking sayangnya mama saya (atau bisa jadi karena beliau sangat terganggu dengan batuk saya...hemm), beliau akhirnya turun tangan dengan membuat jamu andalan mama saya. Komposisinya sederhana saja, jahe, daun sirih dan madu yang jumlah masing-masing harus ganjil...Rasanya.....hemmm...anda bisa bayangkan...tetep pahit (kata mama, namanya juga jamu...kalau mau manis ya sirop).


Setelah mengalami penderitaan yang cukup panjang (ho..ho...yang ini agak berlebihan), akhirnya setelah tiga kali, saya ulangi hanya TIGA kali meminum jamu andalan mama saya...batuk saya mereda (Hoooreyy !!!) .  Alhamdulillah, meski belum sembuh betul tapi batuk tidak lagi mengganggu tidur saya... Terima kasih mama...(sekarang cium pipi...^^).
  
Akhirnya, saya bisa menikmati lagu ini dengan sebenar-benarnya (^^):

With love:

0 komentar:

Ketika saya bisa DIAM


Lebih dari satu minggu ini adalah masa bagi saya untuk berdiam...lebih jelasnya karena saya pernah nyaris tak bersuara selama dua hari (beruntunglah saat itu hari libur yang indah...) jadinya saya bisa punya waktu untuk benar-benar diam dan tidak memaksakan diri untuk berbicara. Mungkin yang paling repot kalau ada telfon berbunyi...hayo  ?? ^^

Dan yang paling sengsara bisa jadi mama saya, yang harus pandai-pandai membaca gerak tubuh dan bibir saya yang kadang membingungkan....(maafkan ya ma...cium tangan mama). Sementara papa saya adalah orang pertama yang ngomel, yang kira-kira seperti ini, “Makanya jangan kerja thok, kalau gitu itu berarti di suruh istirahat...” (terima kasih pa...cium tangan papa juga) ^^

Akhirnya, dua hari yang panjang itu, memang terasa nyaman dengan berdiam... mungkin saatnya lebih mendekatkan diri dengan hati saya.... Hahay....Yang saya dapatkan adalah...saya mungkin memang perlu waktu untuk memanjakan diri saya sendiri...kenyataan yang akan sangat menyenangkan bila terjadi.

Ini gambar penuh inspirasi buat saya tentang diam (masih eat pray love ^^):


Karena ini terjadi pertama kalinya dalam hidup saya, hari itu saya benar-benar mencoba untuk bernyanyi (pikir saya, masa benar suara saya tidak akan keluar sama sekali...). Dan ternyata suara saya benar-benar tidak keluar...hanya mulut saya yang komat-kamit seperti mbah dukun (menyedihkan sekali...), padahal lagu yang coba saya nyanyikan "Satu-satunya Cinta-Mahadewi"... Sepertinya saya harus meminta maaf pada Tata dan Puri...(Maaf ya, gak lagi-lagi !)


Setelah melewati dua hari penuh kebisuan, akhirnya...di senin pagi yang indah (seminggu yang lalu)...saya mendapati suara saya kembali meski agak serak-serak kering gak karuan...tapi alhamdulillah saya tidak harus menggunakan bahasa isyarat lagi (soalnya malam itu saya benar-benar membayangkan gimana caranya bilang “kiri” sama pak supir angkot)... Untunglah hari-hari selanjutnya berjalan lancar, kecuali dengan penyakit yang namanya batuk....

Karena pertama kalinya merasakan batuk yang separah ini, saya baru tahu kalau batuk bisa membuat kita terbangun dari tidur....wah ternyata itu hal paling menyiksa buat saya. 

Pada dasarnya, meski paling bisa nyuruh orang minum obat...saya paling tidak suka minum obat, jadi pengobatan saya adalah dengan wedang jahe...tapi ternyata setelah 3 haripun, nasib saya tidak berubah.  Sampai akhirnya, sangking sayangnya mama saya (atau bisa jadi karena beliau sangat terganggu dengan batuk saya...hemm), beliau akhirnya turun tangan dengan membuat jamu andalan mama saya. Komposisinya sederhana saja, jahe, daun sirih dan madu yang jumlah masing-masing harus ganjil...Rasanya.....hemmm...anda bisa bayangkan...tetep pahit (kata mama, namanya juga jamu...kalau mau manis ya sirop).


Setelah mengalami penderitaan yang cukup panjang (ho..ho...yang ini agak berlebihan), akhirnya setelah tiga kali, saya ulangi hanya TIGA kali meminum jamu andalan mama saya...batuk saya mereda (Hoooreyy !!!) .  Alhamdulillah, meski belum sembuh betul tapi batuk tidak lagi mengganggu tidur saya... Terima kasih mama...(sekarang cium pipi...^^).
  
Akhirnya, saya bisa menikmati lagu ini dengan sebenar-benarnya (^^):

With love:

Posting Komentar

Minggu, 13 Maret 2011

Ketika saya bisa DIAM


Lebih dari satu minggu ini adalah masa bagi saya untuk berdiam...lebih jelasnya karena saya pernah nyaris tak bersuara selama dua hari (beruntunglah saat itu hari libur yang indah...) jadinya saya bisa punya waktu untuk benar-benar diam dan tidak memaksakan diri untuk berbicara. Mungkin yang paling repot kalau ada telfon berbunyi...hayo  ?? ^^

Dan yang paling sengsara bisa jadi mama saya, yang harus pandai-pandai membaca gerak tubuh dan bibir saya yang kadang membingungkan....(maafkan ya ma...cium tangan mama). Sementara papa saya adalah orang pertama yang ngomel, yang kira-kira seperti ini, “Makanya jangan kerja thok, kalau gitu itu berarti di suruh istirahat...” (terima kasih pa...cium tangan papa juga) ^^

Akhirnya, dua hari yang panjang itu, memang terasa nyaman dengan berdiam... mungkin saatnya lebih mendekatkan diri dengan hati saya.... Hahay....Yang saya dapatkan adalah...saya mungkin memang perlu waktu untuk memanjakan diri saya sendiri...kenyataan yang akan sangat menyenangkan bila terjadi.

Ini gambar penuh inspirasi buat saya tentang diam (masih eat pray love ^^):


Karena ini terjadi pertama kalinya dalam hidup saya, hari itu saya benar-benar mencoba untuk bernyanyi (pikir saya, masa benar suara saya tidak akan keluar sama sekali...). Dan ternyata suara saya benar-benar tidak keluar...hanya mulut saya yang komat-kamit seperti mbah dukun (menyedihkan sekali...), padahal lagu yang coba saya nyanyikan "Satu-satunya Cinta-Mahadewi"... Sepertinya saya harus meminta maaf pada Tata dan Puri...(Maaf ya, gak lagi-lagi !)


Setelah melewati dua hari penuh kebisuan, akhirnya...di senin pagi yang indah (seminggu yang lalu)...saya mendapati suara saya kembali meski agak serak-serak kering gak karuan...tapi alhamdulillah saya tidak harus menggunakan bahasa isyarat lagi (soalnya malam itu saya benar-benar membayangkan gimana caranya bilang “kiri” sama pak supir angkot)... Untunglah hari-hari selanjutnya berjalan lancar, kecuali dengan penyakit yang namanya batuk....

Karena pertama kalinya merasakan batuk yang separah ini, saya baru tahu kalau batuk bisa membuat kita terbangun dari tidur....wah ternyata itu hal paling menyiksa buat saya. 

Pada dasarnya, meski paling bisa nyuruh orang minum obat...saya paling tidak suka minum obat, jadi pengobatan saya adalah dengan wedang jahe...tapi ternyata setelah 3 haripun, nasib saya tidak berubah.  Sampai akhirnya, sangking sayangnya mama saya (atau bisa jadi karena beliau sangat terganggu dengan batuk saya...hemm), beliau akhirnya turun tangan dengan membuat jamu andalan mama saya. Komposisinya sederhana saja, jahe, daun sirih dan madu yang jumlah masing-masing harus ganjil...Rasanya.....hemmm...anda bisa bayangkan...tetep pahit (kata mama, namanya juga jamu...kalau mau manis ya sirop).


Setelah mengalami penderitaan yang cukup panjang (ho..ho...yang ini agak berlebihan), akhirnya setelah tiga kali, saya ulangi hanya TIGA kali meminum jamu andalan mama saya...batuk saya mereda (Hoooreyy !!!) .  Alhamdulillah, meski belum sembuh betul tapi batuk tidak lagi mengganggu tidur saya... Terima kasih mama...(sekarang cium pipi...^^).
  
Akhirnya, saya bisa menikmati lagu ini dengan sebenar-benarnya (^^):

With love:

Posting Komentar