Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Rabu, 19 November 2014

My storiette - Sahabatku dan lelaki bernama masa lalu

pinterest

Hari ini saya menulis karena seorang sahabat, untuknya juga saya mempersembahkan tulisan saya ini. Seseorang perempuan yang mengisi sebagian hatinya untuk seorang lelaki, yang kemudian menamakannya masa lalu

Sahabat, saya bukan ahli tentang cinta, saya hanya pendengar kisah dan mencoba menuturkannya lagi dengan cara yang berbeda. Selain itu saya juga perempuan yang harusnya memiliki hati dan perasaan yang tidak ada beda diantara kita.

Sahabat, saya selalu tahu bahwa perempuan selalu mempunyai cara untuk menyimpan kenangannya dengan cara yang istimewa. Seperti menyimpan seribu cerita  dari satu bingkai foto, atau menyimpan seribu kenangan dari satu buah lagu. Satu hal yang akan mengingatkan kita pada ribuan memori yang tak terkatakan. Sahabatku, kita selalu tahu bahwa kita punya soundtrack kita sendiri pada setiap kisah hidup kita

Sahabat, sayangnya kita sering tidak menyadari bahwa banyak hal yang istimewa terjadi pada kita sampai kita sadar bahwa semua itu telah menjadi kenangan dan kita terlewat untuk merasakannya lagi. Tapi sudahlah, ada kalanya kita harus menyiapkan diri untuk melupakan semua kenangan itu, terutama untuk kenangan yang terasa menyakitkan. Tetapi ketika itu semua kau rasa cobalah bagi dengan kami, mungkin akan menjadi lebih mudah. 

Kita semua tahu bahwa bagi terburuk dari menyimpan kenangan bukan pada rasa sakitnya, tapi kesepiannya, karena itu kenangan harus kita bagi. Sehingga kita dapat mulai menyiapkan satu ruang lagi dalam hati kita untuk seseorang yang baru seseorang yang mampu kembali menggetarkan hati kita dan mengisi segala kekosongan ruang hati kita. Dan jangan pernah takut, setiap kenangan kita tidak akan hilang. Satu ruang hati kita akan tetap bergetar bahkan ketika kita mengingat senyumannya. 

Sahabatku, akan tiba saatnya kita mencoba membuat kenangan baru, tapi setelah kita sanggup merelakan kenangan lama. 

Untukmu, sahabatku, dan lelaki yang kau namai masa lalu. 

0 komentar:

My storiette - Sahabatku dan lelaki bernama masa lalu

pinterest

Hari ini saya menulis karena seorang sahabat, untuknya juga saya mempersembahkan tulisan saya ini. Seseorang perempuan yang mengisi sebagian hatinya untuk seorang lelaki, yang kemudian menamakannya masa lalu

Sahabat, saya bukan ahli tentang cinta, saya hanya pendengar kisah dan mencoba menuturkannya lagi dengan cara yang berbeda. Selain itu saya juga perempuan yang harusnya memiliki hati dan perasaan yang tidak ada beda diantara kita.

Sahabat, saya selalu tahu bahwa perempuan selalu mempunyai cara untuk menyimpan kenangannya dengan cara yang istimewa. Seperti menyimpan seribu cerita  dari satu bingkai foto, atau menyimpan seribu kenangan dari satu buah lagu. Satu hal yang akan mengingatkan kita pada ribuan memori yang tak terkatakan. Sahabatku, kita selalu tahu bahwa kita punya soundtrack kita sendiri pada setiap kisah hidup kita

Sahabat, sayangnya kita sering tidak menyadari bahwa banyak hal yang istimewa terjadi pada kita sampai kita sadar bahwa semua itu telah menjadi kenangan dan kita terlewat untuk merasakannya lagi. Tapi sudahlah, ada kalanya kita harus menyiapkan diri untuk melupakan semua kenangan itu, terutama untuk kenangan yang terasa menyakitkan. Tetapi ketika itu semua kau rasa cobalah bagi dengan kami, mungkin akan menjadi lebih mudah. 

Kita semua tahu bahwa bagi terburuk dari menyimpan kenangan bukan pada rasa sakitnya, tapi kesepiannya, karena itu kenangan harus kita bagi. Sehingga kita dapat mulai menyiapkan satu ruang lagi dalam hati kita untuk seseorang yang baru seseorang yang mampu kembali menggetarkan hati kita dan mengisi segala kekosongan ruang hati kita. Dan jangan pernah takut, setiap kenangan kita tidak akan hilang. Satu ruang hati kita akan tetap bergetar bahkan ketika kita mengingat senyumannya. 

Sahabatku, akan tiba saatnya kita mencoba membuat kenangan baru, tapi setelah kita sanggup merelakan kenangan lama. 

Untukmu, sahabatku, dan lelaki yang kau namai masa lalu. 

Posting Komentar

Rabu, 19 November 2014

My storiette - Sahabatku dan lelaki bernama masa lalu

pinterest

Hari ini saya menulis karena seorang sahabat, untuknya juga saya mempersembahkan tulisan saya ini. Seseorang perempuan yang mengisi sebagian hatinya untuk seorang lelaki, yang kemudian menamakannya masa lalu

Sahabat, saya bukan ahli tentang cinta, saya hanya pendengar kisah dan mencoba menuturkannya lagi dengan cara yang berbeda. Selain itu saya juga perempuan yang harusnya memiliki hati dan perasaan yang tidak ada beda diantara kita.

Sahabat, saya selalu tahu bahwa perempuan selalu mempunyai cara untuk menyimpan kenangannya dengan cara yang istimewa. Seperti menyimpan seribu cerita  dari satu bingkai foto, atau menyimpan seribu kenangan dari satu buah lagu. Satu hal yang akan mengingatkan kita pada ribuan memori yang tak terkatakan. Sahabatku, kita selalu tahu bahwa kita punya soundtrack kita sendiri pada setiap kisah hidup kita

Sahabat, sayangnya kita sering tidak menyadari bahwa banyak hal yang istimewa terjadi pada kita sampai kita sadar bahwa semua itu telah menjadi kenangan dan kita terlewat untuk merasakannya lagi. Tapi sudahlah, ada kalanya kita harus menyiapkan diri untuk melupakan semua kenangan itu, terutama untuk kenangan yang terasa menyakitkan. Tetapi ketika itu semua kau rasa cobalah bagi dengan kami, mungkin akan menjadi lebih mudah. 

Kita semua tahu bahwa bagi terburuk dari menyimpan kenangan bukan pada rasa sakitnya, tapi kesepiannya, karena itu kenangan harus kita bagi. Sehingga kita dapat mulai menyiapkan satu ruang lagi dalam hati kita untuk seseorang yang baru seseorang yang mampu kembali menggetarkan hati kita dan mengisi segala kekosongan ruang hati kita. Dan jangan pernah takut, setiap kenangan kita tidak akan hilang. Satu ruang hati kita akan tetap bergetar bahkan ketika kita mengingat senyumannya. 

Sahabatku, akan tiba saatnya kita mencoba membuat kenangan baru, tapi setelah kita sanggup merelakan kenangan lama. 

Untukmu, sahabatku, dan lelaki yang kau namai masa lalu. 

Posting Komentar