Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Jumat, 15 Februari 2013

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

0 komentar:

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

Posting Komentar

Jumat, 15 Februari 2013

Dear Diva - Pemilik Senyum Itu


Dear Diva, 

Waktu seakan berlari... nyatanya memang bunda yang melahirkanmu, tapi kau yang telah lahirkan kehidupan bagi bunda. Kau ciptakan atmosfer penuh cinta. Kehadiranmu bagai tambahan oxygen bagi bunda. Senyum dan langkahmu adalah penyemangat langkah bunda. 

Akh, meski kehidupan tak lagi semudah masa muda. Bukan berarti menjadi tua menyebalkan dan kenyataannya menjadi orang tuamu adalah yang terindah. 

Dear Diva,

Bunda adalah pengagum mentari pagi, bagi bunda mentari pagi adalah pesona. Tapi izinkan bunda mengagumi senyumanmu, karena senyummu adalah energi. Izinkan bunda, melihat pipimu yang merona saat tertawa. Biarkan bunda terkagum oleh lesung pipimu, terkesima pada renyah suara tawamu. 

Kepada pemilik senyum termanis dan tawa tercantik. Terus, dan teruslah warnai dunia ini dengan senyum dan tawa indahmu. Bunda love you... 

Posting Komentar