Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tales - Shining Sunday in Malaysia

Dear you (you@justyou.com)

Good Morning, rise and shine !
Hari pertama saya di Malaysia. Bangun pagi, mandi air hangat dan bersiap menikmati minggu yang indah. I Love Sunday !


foto koleksi pribadi

Setelah sarapan pagi di restoran sebelah hotel kami bersiap untuk city tour. Dengan badan segar, perut kenyang dan semangat baru kami berangkat. Rasanya memang tidak seperti keliling kota sambil naik becak (teringat lagu anak-anak-Becak karya Ibu Sud) tapi saya masih bisa mengangkat kaki sambil melihat ke kanan dan ke kiri (hay..hay...rasanya memang hampir tidak mungkin keliling Malaysia naik becak).

Oke, masih keliling kota Kuala Lumpur (naik bus bukan becak) di minggu pagi saya mulai memandang takjub kota yang bersih dan tertib ini. Sementara kak Fatimah- guide kami masih dengan bersemangat menjelaskan tanpa henti.

Mejeng dengan batik di Malaysia ^^

Bas Persiaran (begitu tertulis di badan bus yang kami tumpangi) kami akhirnya berhenti di menara kembar Petronas. Lagi-lagi untuk sesi pemotretan (bukankah tidak afdol jika ke Malaysia tanpa berfoto di depan Petronas ^^ ?)

16 wajah Malaysia

Perjalanan lanjut ke Istana Negara, panas dan ramai. Ternyata Malaysia juga punya istana negara yang megah, mewah namun ramah. Karena istana ini memang untuk destinasi wisata maka penjaga-penjaga istananya termasuk yang berkuda pun terlihat ramah meskipun tetap selalu waspada. Dan karena itu wisatawan rame-rame berfoto di sana dan berpose di samping para penjaganya. Oke, termasuk saya #ngaku ^^

foto kolesi pribadi

Perjalanan lanjut ke Batu Caves (terjemahan bebasnya, gua batu tapi yang ini batu kapur, 8 km dari KL merupakan tempat ibadah umat hindu di Malaysia). Tapi sayangnya karena hari ini adalah hari terakhir festival thaipusam, lalu lintasnya padat merayap dan bus kami tidak mendapatkan parkir.

Festival Thaipusam sendiri adalah perayan besar-besaran umat hindu di Malaysia (Kuala lumpur tepatnya) mulai tanggal 27 Januari (puncak acaranya) sampai 3 Februari, berbeda dengan Indonesia, umat Hindu di sana sebagian besar bersuku bangsa India dan beberapa Cina dan Melayu. Tujuan festival ini untuk menghormati Dewa Murugan guna menebus dosa, membayar nazar ataupun memohon ampun. Uniknya, perayaan ini agak berbau kekerasan (karena biasanya para pesertanya akan menusuk badannya dengan berbagai macam logam-kail dan jarum)#ngeri.

Ramainya festival, kemacetan, dan Batu Caves dari dalam Bus 

Kembali ke perjalanan padat merayap, mengingat beberapa di antara kami ada ibu hamil dan membawa anak-anak akhirnya kami memutuskan untuk tidak bergabung dengan ratusan orang yang memadati tempat itu (Batu Caves bukan PI Mall ya ^^)

Keluar dari kemacetan kami masih bersuka cita meski tidak melihat Thaipusam (semoga suatu hari nanti saya bisa kembali melihat festival itu dari dekat) karena kami masih sempat mampir beli sauvenir dan belanja-belanja dan saya yang tergolong travelers dhuafa hanya membeli seperlunya karena ringgit saya terbatas.

Nah, akhirnya menuju R & R untuk makan siang... Mulai mendung, tapi wajah kami masih seceria mentari pagi ^^

Travel teaches how to see - anonymous

See you, 
the excited traveler

0 komentar:

Travelers Tales - Shining Sunday in Malaysia

Dear you (you@justyou.com)

Good Morning, rise and shine !
Hari pertama saya di Malaysia. Bangun pagi, mandi air hangat dan bersiap menikmati minggu yang indah. I Love Sunday !


foto koleksi pribadi

Setelah sarapan pagi di restoran sebelah hotel kami bersiap untuk city tour. Dengan badan segar, perut kenyang dan semangat baru kami berangkat. Rasanya memang tidak seperti keliling kota sambil naik becak (teringat lagu anak-anak-Becak karya Ibu Sud) tapi saya masih bisa mengangkat kaki sambil melihat ke kanan dan ke kiri (hay..hay...rasanya memang hampir tidak mungkin keliling Malaysia naik becak).

Oke, masih keliling kota Kuala Lumpur (naik bus bukan becak) di minggu pagi saya mulai memandang takjub kota yang bersih dan tertib ini. Sementara kak Fatimah- guide kami masih dengan bersemangat menjelaskan tanpa henti.

Mejeng dengan batik di Malaysia ^^

Bas Persiaran (begitu tertulis di badan bus yang kami tumpangi) kami akhirnya berhenti di menara kembar Petronas. Lagi-lagi untuk sesi pemotretan (bukankah tidak afdol jika ke Malaysia tanpa berfoto di depan Petronas ^^ ?)

16 wajah Malaysia

Perjalanan lanjut ke Istana Negara, panas dan ramai. Ternyata Malaysia juga punya istana negara yang megah, mewah namun ramah. Karena istana ini memang untuk destinasi wisata maka penjaga-penjaga istananya termasuk yang berkuda pun terlihat ramah meskipun tetap selalu waspada. Dan karena itu wisatawan rame-rame berfoto di sana dan berpose di samping para penjaganya. Oke, termasuk saya #ngaku ^^

foto kolesi pribadi

Perjalanan lanjut ke Batu Caves (terjemahan bebasnya, gua batu tapi yang ini batu kapur, 8 km dari KL merupakan tempat ibadah umat hindu di Malaysia). Tapi sayangnya karena hari ini adalah hari terakhir festival thaipusam, lalu lintasnya padat merayap dan bus kami tidak mendapatkan parkir.

Festival Thaipusam sendiri adalah perayan besar-besaran umat hindu di Malaysia (Kuala lumpur tepatnya) mulai tanggal 27 Januari (puncak acaranya) sampai 3 Februari, berbeda dengan Indonesia, umat Hindu di sana sebagian besar bersuku bangsa India dan beberapa Cina dan Melayu. Tujuan festival ini untuk menghormati Dewa Murugan guna menebus dosa, membayar nazar ataupun memohon ampun. Uniknya, perayaan ini agak berbau kekerasan (karena biasanya para pesertanya akan menusuk badannya dengan berbagai macam logam-kail dan jarum)#ngeri.

Ramainya festival, kemacetan, dan Batu Caves dari dalam Bus 

Kembali ke perjalanan padat merayap, mengingat beberapa di antara kami ada ibu hamil dan membawa anak-anak akhirnya kami memutuskan untuk tidak bergabung dengan ratusan orang yang memadati tempat itu (Batu Caves bukan PI Mall ya ^^)

Keluar dari kemacetan kami masih bersuka cita meski tidak melihat Thaipusam (semoga suatu hari nanti saya bisa kembali melihat festival itu dari dekat) karena kami masih sempat mampir beli sauvenir dan belanja-belanja dan saya yang tergolong travelers dhuafa hanya membeli seperlunya karena ringgit saya terbatas.

Nah, akhirnya menuju R & R untuk makan siang... Mulai mendung, tapi wajah kami masih seceria mentari pagi ^^

Travel teaches how to see - anonymous

See you, 
the excited traveler
Posting Komentar

Minggu, 03 Februari 2013

Travelers Tales - Shining Sunday in Malaysia

Dear you (you@justyou.com)

Good Morning, rise and shine !
Hari pertama saya di Malaysia. Bangun pagi, mandi air hangat dan bersiap menikmati minggu yang indah. I Love Sunday !


foto koleksi pribadi

Setelah sarapan pagi di restoran sebelah hotel kami bersiap untuk city tour. Dengan badan segar, perut kenyang dan semangat baru kami berangkat. Rasanya memang tidak seperti keliling kota sambil naik becak (teringat lagu anak-anak-Becak karya Ibu Sud) tapi saya masih bisa mengangkat kaki sambil melihat ke kanan dan ke kiri (hay..hay...rasanya memang hampir tidak mungkin keliling Malaysia naik becak).

Oke, masih keliling kota Kuala Lumpur (naik bus bukan becak) di minggu pagi saya mulai memandang takjub kota yang bersih dan tertib ini. Sementara kak Fatimah- guide kami masih dengan bersemangat menjelaskan tanpa henti.

Mejeng dengan batik di Malaysia ^^

Bas Persiaran (begitu tertulis di badan bus yang kami tumpangi) kami akhirnya berhenti di menara kembar Petronas. Lagi-lagi untuk sesi pemotretan (bukankah tidak afdol jika ke Malaysia tanpa berfoto di depan Petronas ^^ ?)

16 wajah Malaysia

Perjalanan lanjut ke Istana Negara, panas dan ramai. Ternyata Malaysia juga punya istana negara yang megah, mewah namun ramah. Karena istana ini memang untuk destinasi wisata maka penjaga-penjaga istananya termasuk yang berkuda pun terlihat ramah meskipun tetap selalu waspada. Dan karena itu wisatawan rame-rame berfoto di sana dan berpose di samping para penjaganya. Oke, termasuk saya #ngaku ^^

foto kolesi pribadi

Perjalanan lanjut ke Batu Caves (terjemahan bebasnya, gua batu tapi yang ini batu kapur, 8 km dari KL merupakan tempat ibadah umat hindu di Malaysia). Tapi sayangnya karena hari ini adalah hari terakhir festival thaipusam, lalu lintasnya padat merayap dan bus kami tidak mendapatkan parkir.

Festival Thaipusam sendiri adalah perayan besar-besaran umat hindu di Malaysia (Kuala lumpur tepatnya) mulai tanggal 27 Januari (puncak acaranya) sampai 3 Februari, berbeda dengan Indonesia, umat Hindu di sana sebagian besar bersuku bangsa India dan beberapa Cina dan Melayu. Tujuan festival ini untuk menghormati Dewa Murugan guna menebus dosa, membayar nazar ataupun memohon ampun. Uniknya, perayaan ini agak berbau kekerasan (karena biasanya para pesertanya akan menusuk badannya dengan berbagai macam logam-kail dan jarum)#ngeri.

Ramainya festival, kemacetan, dan Batu Caves dari dalam Bus 

Kembali ke perjalanan padat merayap, mengingat beberapa di antara kami ada ibu hamil dan membawa anak-anak akhirnya kami memutuskan untuk tidak bergabung dengan ratusan orang yang memadati tempat itu (Batu Caves bukan PI Mall ya ^^)

Keluar dari kemacetan kami masih bersuka cita meski tidak melihat Thaipusam (semoga suatu hari nanti saya bisa kembali melihat festival itu dari dekat) karena kami masih sempat mampir beli sauvenir dan belanja-belanja dan saya yang tergolong travelers dhuafa hanya membeli seperlunya karena ringgit saya terbatas.

Nah, akhirnya menuju R & R untuk makan siang... Mulai mendung, tapi wajah kami masih seceria mentari pagi ^^

Travel teaches how to see - anonymous

See you, 
the excited traveler
Posting Komentar