Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 03 November 2013

Tempat Semestinya


Sejak kecil kita selalu belajar melakukan sesuatu di tempat yang semestinya, seperti menerima tamu di ruang tamu, mandi di kamar mandi. Kita juga belajar meletakkan sesuatu di tempatnya, seperti piring di rak piring dan sepatu di rak sepatu.

Tapi kadang kita melewatkan  bagaimana kita meletakkan kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. Bukankah seharusnya, kelebihan yang kita miliki kita letakkan di punggung dan kekurangan kita, kita letakkan di dada.

Kita dapat merasakan keduanya, tapi hanya dapat melihat dada kita.

Agar kita selalu sadar kelemahan apa yang kita miliki sebagai manusia kemudian kita dapat terus memperbaikinya. Dan biarlah orang lain yang melihat kelebihan dari punggung kita.

Jika kita tak sengaja terbalik meletakkannya, maka dada kita akan mengembang dan kita akan berjalan terlalu tegak, menonjolkan dada kita dengan congkak. Dan ada saatnya kita akan membungkuk terlalu dalam karena kita pikir kelemahan membebani kita.

Biarkan kita mengetahui kelemahan kita terlebih dahulu  agar kita dapat memperbaikinya, dan biarlah orang lain yang menilai kelebihan kita.

Sudah waktunya kita meletakkan segala sesuatu di tempat semestinya, seperti yang kita pelajari sejak kecil, menerima tamu di ruang tamu dan mandi di kamar mandi.... bukan sebaliknya !

0 komentar:

Tempat Semestinya


Sejak kecil kita selalu belajar melakukan sesuatu di tempat yang semestinya, seperti menerima tamu di ruang tamu, mandi di kamar mandi. Kita juga belajar meletakkan sesuatu di tempatnya, seperti piring di rak piring dan sepatu di rak sepatu.

Tapi kadang kita melewatkan  bagaimana kita meletakkan kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. Bukankah seharusnya, kelebihan yang kita miliki kita letakkan di punggung dan kekurangan kita, kita letakkan di dada.

Kita dapat merasakan keduanya, tapi hanya dapat melihat dada kita.

Agar kita selalu sadar kelemahan apa yang kita miliki sebagai manusia kemudian kita dapat terus memperbaikinya. Dan biarlah orang lain yang melihat kelebihan dari punggung kita.

Jika kita tak sengaja terbalik meletakkannya, maka dada kita akan mengembang dan kita akan berjalan terlalu tegak, menonjolkan dada kita dengan congkak. Dan ada saatnya kita akan membungkuk terlalu dalam karena kita pikir kelemahan membebani kita.

Biarkan kita mengetahui kelemahan kita terlebih dahulu  agar kita dapat memperbaikinya, dan biarlah orang lain yang menilai kelebihan kita.

Sudah waktunya kita meletakkan segala sesuatu di tempat semestinya, seperti yang kita pelajari sejak kecil, menerima tamu di ruang tamu dan mandi di kamar mandi.... bukan sebaliknya !

Posting Komentar

Minggu, 03 November 2013

Tempat Semestinya


Sejak kecil kita selalu belajar melakukan sesuatu di tempat yang semestinya, seperti menerima tamu di ruang tamu, mandi di kamar mandi. Kita juga belajar meletakkan sesuatu di tempatnya, seperti piring di rak piring dan sepatu di rak sepatu.

Tapi kadang kita melewatkan  bagaimana kita meletakkan kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. Bukankah seharusnya, kelebihan yang kita miliki kita letakkan di punggung dan kekurangan kita, kita letakkan di dada.

Kita dapat merasakan keduanya, tapi hanya dapat melihat dada kita.

Agar kita selalu sadar kelemahan apa yang kita miliki sebagai manusia kemudian kita dapat terus memperbaikinya. Dan biarlah orang lain yang melihat kelebihan dari punggung kita.

Jika kita tak sengaja terbalik meletakkannya, maka dada kita akan mengembang dan kita akan berjalan terlalu tegak, menonjolkan dada kita dengan congkak. Dan ada saatnya kita akan membungkuk terlalu dalam karena kita pikir kelemahan membebani kita.

Biarkan kita mengetahui kelemahan kita terlebih dahulu  agar kita dapat memperbaikinya, dan biarlah orang lain yang menilai kelebihan kita.

Sudah waktunya kita meletakkan segala sesuatu di tempat semestinya, seperti yang kita pelajari sejak kecil, menerima tamu di ruang tamu dan mandi di kamar mandi.... bukan sebaliknya !

Posting Komentar