Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

3 komentar:

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Posting Komentar

Sabtu, 16 April 2011

Ketika satu apoteker mulai bermimpi...



Saya rasa semua orang pernah bermimpi atau saat ini sedang bermimpi... Mimpi dapat kerja, mimpi punya asset 100 milyar, mimpi punya pacar artis, mimpi lulus ujian skripsi, mimpi belajar di Amerika,  mimpi menikah dengan pemain bola, dan banyak mimpi-mimpi yang lain.

Sepertinya tidak ada salahnya setiap orang punya mimpi, berarti sah-sah saja jika setiap orang punya mimpi. Dan sebagai tanggungjawabnya, semua sedang bekerja keras untuk mencapainya. Sehingga semua mimpi dapat menjadi nyata, tidak hanya angan-angan yang akan terbang dan kemudian hilang seperti debu....(menyedihan...*-*)



Begitu juga ketika saya masih anak-anak, saya sepertinya paling rajin bermimpi... ketika saya berumur 4 tahun saya pernah bermimpi menjadi salah satu tokoh yang sakti pada masa saya...sehingga saya pernah rela bangun pagi-pagi hanya untuk belajar taekwondo (meski akhirnya tidak pernah menjadi orang yang sakti he..he...). Saya pernah bermimpi menjadi pemain bulutangkis sampai saya merengek-rengek pada mama saya untuk mencarikan saya pelatih bulutangkis bahkan ketika saya masih sangat belia (terima kasih mama...cium tangan mama...muah..muah). Saya juga pernah bermimpi menjadi dokter, astronot dan menjadi polisi dan banyak mimpi besar lainnya.

Dan saya rasa semua anak-anak pasti memiliki mimpi-mimpi lain yang juga tak kalah besarnya. Ponakan saya yang masih 5 tahun bermimpi menjadi batman dan dokter (entah bagaimana nanti ia menggapainya...he..he..), anak-anak lain juga bermimpi menjadi pengusaha, tentara, hakim, ilmuan, guru, sementara Upin Ipin juga bermimpi menjadi pembuat roket dan astronot. Artinya, semua anak boleh bermimpi dan bercita-cita...



Tapi sampai sekarang, saya belum menemukan satu anakpun bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Oooo...sedihnya saya..). Entah kenapa?? Mungkin profesi saya ini kurang populer atau kurang menarik ???  Mungkin juga karena keduanya (Who knows !). Akhirnya saat ini saya memutuskan untuk bermimpi dapat melihat anak-anak bermimpi atau bercita-cita menjadi seorang apoteker... (Ho..ho...semoga ini tidak hanya sebuah mimpi...). Meskipun saya dulu belum sempat bermimpi menjadi apoteker...^^


Sebelumnya saya berterima kasih pada buku ini, semoga benar...^^


Tentu bermimpi saja tidak akan cukup, tak benar jika hanya modal mimpi tanpa melakukan apa-apa. Meskipun dalam benak saya banyak hal yang ingin saya lakukan, kadang menjadi sangat sulit untuk melakukannya. Tentu saya butuh bantuan banyak pihak untuk dapat mewujudkan mimpi saya ini...
Semoga mimpi saya tidak hanya sekedar menjadi sebuah mimpi...^^

Yuk rame-rame, memasyarakatkan profesi apoteker dan meng-apoteker-kan masyarakat (ha..ha..hay)

Posting Komentar