Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

0 komentar:

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Posting Komentar

Sabtu, 23 April 2011

Untuk Kawan Gadisku-Stop Dating Violence !


Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya banyak habiskan waktu bersama gadis-gadis remaja yang penuh keriangan dan senyum yang selalu mengembang. Menurut saya, seorang gadis remaja, bagaimanapun dan dimanapun selalu tampak cantik. Mungkin karena wajah mereka yang sedang berbunga-bunga. Kebanyakan dari gadis-gadis yang saya kenal biasanya sedang berusaha mengenal lawan jenisnya. Mulai memunculkan sikap simpati, kagum, menyukai, ngefans, hingga tergila-gila. Saya sempat mendampingi setiap fase-fase itu , dan mengamati bagian-bagian itu menjadi salah satu perjalanan hidup mereka yang pasti akan terkenang selamanya (Ha..ha.hay...kali ini agak lebay).

Saya paling takut ketika harus berhadapan dengan gadis-gadis yang mulai tergila-gila pada lawan jenisnya. Pada kondisi seperti itu, mata mereka seakan dibutakan oleh sesuatu yang bernama CINTA. Tragisnya, pada kondisi seperti itu. Mereka malas sekali mendengar pendapat orang lain. Dan saya hanya bisa deg..degan sambil tak lupa berdoa.



Dan beberapa kali saya menemukan kasus yang membuat miris hati saya. Kekerasan pada remaja yang mengatasnamakan cinta. Bukan sekali dua kali, saya mendapati kawan gadis saya ketika ia menyibakkan roknya, saya dapat melihat bekas biru yang telah matang di paha atasnya. Atau ketika saya minta ia menyibakkan poninya yang lucu, saya akan mendapati benjolan merah di atas keningnya. Tentu itu tidak termasuk hari-hari yang ia tutupi ketika ia mendapati matanya yang membengkak dan bibirnya sobek karena terluka. Nyatanya, kejadian itu terus berulang dan luka itu terus bermunculan. Berarti kawan gadis saya tidak pernah “kapok” untuk di sakiti. Dan ketika saya tanyakan tentang hal itu, dia hanya menjawab, “Saya cintaaa dia !” (Benar-benar sakit saya mendengarnya **-berkaca-kaca)



Kenyataannya, yang saya tahu tidak hanya luka fisik yang mereka dapatkan, tapi secara psikologis hingga seksual (ini yang benar-benar buat saya ngeri...). Akibatnya bisa sangat luas, mereka akan berubah secara psikologis dan mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka. Baik pada lingkungan, keluarga, teman dan orang lain.  Hal ini akan terus berlanjut jika tidak dihentikan. Susahnya, masalah ini ditutupi dari keluarga (masyarakat terkecil yang terdekat dengan mereka), bahkan, keluarga seperti tidak mau tahu. Percayalah, masalah ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuhkan perhatian dari semua pihak.
Saya terlalu sayang pada kawan gadis saya...hingga kutuliskan cerita ini LAGI (cerita yang pernah saya tulis sebelumnya, klik di sini). Semoga tak banyak yang mengalaminya dan akan ada keperdulian tentang keberadaan mereka, kawan gadis saya yang lain. BERSAMBUNG...

Posting Komentar