Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Rabu, 06 Juli 2011

Delman- di jalanan kota Malang

Masih ingat lagu ini ?
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Pagi ini saya berangkat agak awal, jam tujuh pagi sudah berada di padatnya jalanan kota Malang yang dapat membuat stres para pengguna jalan. Apalagi beberapa bulan ini, hujan sudah lama sekali tidak turun. Suasana bisa semakin panas. Namun dengan Bismillahirrahman hirohim saya berangkat dengan senyum. Sambil menikmati padatnya lalulintas.

Delman di antara padatnya lalu lintas kota Malang (foto yang saya ambil tadi pagi) 

Di tengah perjalanan perhatian saya tertuju dengan kendaraan tempoe doloe yang  ternyata masih eksis di kota Malang ini. Bukan hanya kota Jogja dan Solo yang masih banyak kendaraan ini. Tapi ternyata kota Malang-pun masih memiliki kendaraan ini. Dokar, Delman atau banyak nama lain untuk mendiskripsikan kendaraan yang di tarik kuda ini. Entah kenapa, hari ini saya begitu menaruh minat pada kendaraan ini. Mengamatinya berjalan di tengah kendaraan bermotor yang kadang tak tahu aturan. Wah ...hebatnya !! (Lebay y...^^)


Wajah serius pak kusir yang sedang mengendalikan kuda...supaya baik jalannya ^^ (foto yang saya ambil tadi pagi)

Kalau saya ingat-ingat, saya pernah naik delman ketika saya masih kecil dulu. Saat itu, alasan naik delman karena memang tidak ada kendaraan lain yang bisa melalui jalanan super terjal dan berbatu itu. Bisa dibayangkan, saya juga bisa menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan, pohon-pohon, pegunungan dan sungai nan indah. Saya ingat dan begitu bersemangat dan menikmati perjalanan dengan sedikit berlonjak-lonjak ( ha..hay seru banget !). Dan akhirnya, saya jadi merindukan naik kendaraan ini (ho..ho..). Mungkin saat acara Malang Kembali (Malang Tempoe Doloe) saya dapat menikmati kendaraan ini lagi, tapi sayangnya pemandangan yang indah itu tentu akan berganti dengan bangunan semen dan beton...


0 komentar:

Delman- di jalanan kota Malang

Masih ingat lagu ini ?
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Pagi ini saya berangkat agak awal, jam tujuh pagi sudah berada di padatnya jalanan kota Malang yang dapat membuat stres para pengguna jalan. Apalagi beberapa bulan ini, hujan sudah lama sekali tidak turun. Suasana bisa semakin panas. Namun dengan Bismillahirrahman hirohim saya berangkat dengan senyum. Sambil menikmati padatnya lalulintas.

Delman di antara padatnya lalu lintas kota Malang (foto yang saya ambil tadi pagi) 

Di tengah perjalanan perhatian saya tertuju dengan kendaraan tempoe doloe yang  ternyata masih eksis di kota Malang ini. Bukan hanya kota Jogja dan Solo yang masih banyak kendaraan ini. Tapi ternyata kota Malang-pun masih memiliki kendaraan ini. Dokar, Delman atau banyak nama lain untuk mendiskripsikan kendaraan yang di tarik kuda ini. Entah kenapa, hari ini saya begitu menaruh minat pada kendaraan ini. Mengamatinya berjalan di tengah kendaraan bermotor yang kadang tak tahu aturan. Wah ...hebatnya !! (Lebay y...^^)


Wajah serius pak kusir yang sedang mengendalikan kuda...supaya baik jalannya ^^ (foto yang saya ambil tadi pagi)

Kalau saya ingat-ingat, saya pernah naik delman ketika saya masih kecil dulu. Saat itu, alasan naik delman karena memang tidak ada kendaraan lain yang bisa melalui jalanan super terjal dan berbatu itu. Bisa dibayangkan, saya juga bisa menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan, pohon-pohon, pegunungan dan sungai nan indah. Saya ingat dan begitu bersemangat dan menikmati perjalanan dengan sedikit berlonjak-lonjak ( ha..hay seru banget !). Dan akhirnya, saya jadi merindukan naik kendaraan ini (ho..ho..). Mungkin saat acara Malang Kembali (Malang Tempoe Doloe) saya dapat menikmati kendaraan ini lagi, tapi sayangnya pemandangan yang indah itu tentu akan berganti dengan bangunan semen dan beton...


Posting Komentar

Rabu, 06 Juli 2011

Delman- di jalanan kota Malang

Masih ingat lagu ini ?
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Pagi ini saya berangkat agak awal, jam tujuh pagi sudah berada di padatnya jalanan kota Malang yang dapat membuat stres para pengguna jalan. Apalagi beberapa bulan ini, hujan sudah lama sekali tidak turun. Suasana bisa semakin panas. Namun dengan Bismillahirrahman hirohim saya berangkat dengan senyum. Sambil menikmati padatnya lalulintas.

Delman di antara padatnya lalu lintas kota Malang (foto yang saya ambil tadi pagi) 

Di tengah perjalanan perhatian saya tertuju dengan kendaraan tempoe doloe yang  ternyata masih eksis di kota Malang ini. Bukan hanya kota Jogja dan Solo yang masih banyak kendaraan ini. Tapi ternyata kota Malang-pun masih memiliki kendaraan ini. Dokar, Delman atau banyak nama lain untuk mendiskripsikan kendaraan yang di tarik kuda ini. Entah kenapa, hari ini saya begitu menaruh minat pada kendaraan ini. Mengamatinya berjalan di tengah kendaraan bermotor yang kadang tak tahu aturan. Wah ...hebatnya !! (Lebay y...^^)


Wajah serius pak kusir yang sedang mengendalikan kuda...supaya baik jalannya ^^ (foto yang saya ambil tadi pagi)

Kalau saya ingat-ingat, saya pernah naik delman ketika saya masih kecil dulu. Saat itu, alasan naik delman karena memang tidak ada kendaraan lain yang bisa melalui jalanan super terjal dan berbatu itu. Bisa dibayangkan, saya juga bisa menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan, pohon-pohon, pegunungan dan sungai nan indah. Saya ingat dan begitu bersemangat dan menikmati perjalanan dengan sedikit berlonjak-lonjak ( ha..hay seru banget !). Dan akhirnya, saya jadi merindukan naik kendaraan ini (ho..ho..). Mungkin saat acara Malang Kembali (Malang Tempoe Doloe) saya dapat menikmati kendaraan ini lagi, tapi sayangnya pemandangan yang indah itu tentu akan berganti dengan bangunan semen dan beton...


Posting Komentar