Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Senin, 16 April 2012

My Storiette - Berhenti melihat ke sebelah sana !


"Berhenti melihat ke sebelah sana !"

Bocah kecil di depan saya berteriak lantang. Saya  tak mengerti maksudnya tapi mencoba tersenyum. Kembali saya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman yang luas ini. Saya suka melihat manusia dan beragam aktivitas yang mereka lakukan. Karena itu saya memilih berbaur bersama mereka menghabiskan sore ini. Awalnya saya hanya ingin membaca buku, tapi sampai saat ini buku ini masih saya genggam tanpa sempat saya buka. Terlalu banyak lalu lalang orang... terlalu banyak yang sayang harus saya lewatkan.

“Kak, apa yang kau lihat ?” bocah di sebelah saya perlahan bertanya. Agak terkejut, kemudian saya menatap bocah itu. Dia sedang menghabiskan sebungkus roti tanpa sempat menatap balik saya.

“Mereka,” jawab saya sambil menunjuk orang-orang yang lalu lalang.

“Sedang apa mereka ?” tanyanya lagi masih dengan mengunyah potongan roti itu perlahan.

“Macam-macam, ada orang tua sedang bermain dengan anak-anaknya, anak-anak kecil sedang bermain bola, ibu-ibu mendorong kereta bayi, kakek nenek berjalan beriringan, sepasang muda-mudi duduk sambil bercanda...” jelas saya sambil tersenyum.

“Berhenti melihat ke sebelah sana !” kembali ia mengucapkannya.

“Maksudmu ?” perlahan saya bertanya.


“Coba lihat bagian lain. Terlalu banyak yang kau lewatkan. Semua pemandangan indah... mentari yang mulai memancarkan warna jingga kemerahan, burung-burung yang terbang rendah, gugurnya daun-daun karena tiupan angin sepoi-sepoi, suara gemercik air di kolam”

Saya masih memperhatikan bocah ini dengan terheran-heran, tapi saya mulai mengerti maksudnya.

“Kakak bisa melihatnya ?” tanyanya kemudian. “Ya” jawabku cepat.

“Kakak bisa melihatnya, tapi aku hanya bisa merasakannya......” bocah itu berdiri, wajahnya memacarkan senyum, tapi tatapan matanya kosong, seperti ada selaput putih menghalangi penglihatannya. “ Kehabagiaan itu bukan terletak di sana kak.” Dengan tongkat kecilnya bocah itu meninggalkanku begitu saja.

Semenit kemudian saya tersenyum.... iya saya sudah melupakan banyak hal. Terlalu banyak waktu yang saya buang untuk iri dengan wajah-wajah mereka yang terlihat bahagia itu. Bocah itu benar, kebahagiaan bukan terletak di sana. Tapi disini, di dalah hati saya.

“Kebahagiaan adalah suatu seni bagaimana anda dapat menjadikan setiap detik dalam hidup anda menjadi hal yang dapat memuaskan anda”

0 komentar:

My Storiette - Berhenti melihat ke sebelah sana !


"Berhenti melihat ke sebelah sana !"

Bocah kecil di depan saya berteriak lantang. Saya  tak mengerti maksudnya tapi mencoba tersenyum. Kembali saya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman yang luas ini. Saya suka melihat manusia dan beragam aktivitas yang mereka lakukan. Karena itu saya memilih berbaur bersama mereka menghabiskan sore ini. Awalnya saya hanya ingin membaca buku, tapi sampai saat ini buku ini masih saya genggam tanpa sempat saya buka. Terlalu banyak lalu lalang orang... terlalu banyak yang sayang harus saya lewatkan.

“Kak, apa yang kau lihat ?” bocah di sebelah saya perlahan bertanya. Agak terkejut, kemudian saya menatap bocah itu. Dia sedang menghabiskan sebungkus roti tanpa sempat menatap balik saya.

“Mereka,” jawab saya sambil menunjuk orang-orang yang lalu lalang.

“Sedang apa mereka ?” tanyanya lagi masih dengan mengunyah potongan roti itu perlahan.

“Macam-macam, ada orang tua sedang bermain dengan anak-anaknya, anak-anak kecil sedang bermain bola, ibu-ibu mendorong kereta bayi, kakek nenek berjalan beriringan, sepasang muda-mudi duduk sambil bercanda...” jelas saya sambil tersenyum.

“Berhenti melihat ke sebelah sana !” kembali ia mengucapkannya.

“Maksudmu ?” perlahan saya bertanya.


“Coba lihat bagian lain. Terlalu banyak yang kau lewatkan. Semua pemandangan indah... mentari yang mulai memancarkan warna jingga kemerahan, burung-burung yang terbang rendah, gugurnya daun-daun karena tiupan angin sepoi-sepoi, suara gemercik air di kolam”

Saya masih memperhatikan bocah ini dengan terheran-heran, tapi saya mulai mengerti maksudnya.

“Kakak bisa melihatnya ?” tanyanya kemudian. “Ya” jawabku cepat.

“Kakak bisa melihatnya, tapi aku hanya bisa merasakannya......” bocah itu berdiri, wajahnya memacarkan senyum, tapi tatapan matanya kosong, seperti ada selaput putih menghalangi penglihatannya. “ Kehabagiaan itu bukan terletak di sana kak.” Dengan tongkat kecilnya bocah itu meninggalkanku begitu saja.

Semenit kemudian saya tersenyum.... iya saya sudah melupakan banyak hal. Terlalu banyak waktu yang saya buang untuk iri dengan wajah-wajah mereka yang terlihat bahagia itu. Bocah itu benar, kebahagiaan bukan terletak di sana. Tapi disini, di dalah hati saya.

“Kebahagiaan adalah suatu seni bagaimana anda dapat menjadikan setiap detik dalam hidup anda menjadi hal yang dapat memuaskan anda”

Posting Komentar

Senin, 16 April 2012

My Storiette - Berhenti melihat ke sebelah sana !


"Berhenti melihat ke sebelah sana !"

Bocah kecil di depan saya berteriak lantang. Saya  tak mengerti maksudnya tapi mencoba tersenyum. Kembali saya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman yang luas ini. Saya suka melihat manusia dan beragam aktivitas yang mereka lakukan. Karena itu saya memilih berbaur bersama mereka menghabiskan sore ini. Awalnya saya hanya ingin membaca buku, tapi sampai saat ini buku ini masih saya genggam tanpa sempat saya buka. Terlalu banyak lalu lalang orang... terlalu banyak yang sayang harus saya lewatkan.

“Kak, apa yang kau lihat ?” bocah di sebelah saya perlahan bertanya. Agak terkejut, kemudian saya menatap bocah itu. Dia sedang menghabiskan sebungkus roti tanpa sempat menatap balik saya.

“Mereka,” jawab saya sambil menunjuk orang-orang yang lalu lalang.

“Sedang apa mereka ?” tanyanya lagi masih dengan mengunyah potongan roti itu perlahan.

“Macam-macam, ada orang tua sedang bermain dengan anak-anaknya, anak-anak kecil sedang bermain bola, ibu-ibu mendorong kereta bayi, kakek nenek berjalan beriringan, sepasang muda-mudi duduk sambil bercanda...” jelas saya sambil tersenyum.

“Berhenti melihat ke sebelah sana !” kembali ia mengucapkannya.

“Maksudmu ?” perlahan saya bertanya.


“Coba lihat bagian lain. Terlalu banyak yang kau lewatkan. Semua pemandangan indah... mentari yang mulai memancarkan warna jingga kemerahan, burung-burung yang terbang rendah, gugurnya daun-daun karena tiupan angin sepoi-sepoi, suara gemercik air di kolam”

Saya masih memperhatikan bocah ini dengan terheran-heran, tapi saya mulai mengerti maksudnya.

“Kakak bisa melihatnya ?” tanyanya kemudian. “Ya” jawabku cepat.

“Kakak bisa melihatnya, tapi aku hanya bisa merasakannya......” bocah itu berdiri, wajahnya memacarkan senyum, tapi tatapan matanya kosong, seperti ada selaput putih menghalangi penglihatannya. “ Kehabagiaan itu bukan terletak di sana kak.” Dengan tongkat kecilnya bocah itu meninggalkanku begitu saja.

Semenit kemudian saya tersenyum.... iya saya sudah melupakan banyak hal. Terlalu banyak waktu yang saya buang untuk iri dengan wajah-wajah mereka yang terlihat bahagia itu. Bocah itu benar, kebahagiaan bukan terletak di sana. Tapi disini, di dalah hati saya.

“Kebahagiaan adalah suatu seni bagaimana anda dapat menjadikan setiap detik dalam hidup anda menjadi hal yang dapat memuaskan anda”

Posting Komentar