Copyright © Arina for Life...
Design by Dzignine
Minggu, 27 April 2014

The Help


Lama sekali saya tidak melihat film drama bagus yang saya suka sekali. Siang ini tanpa sengaja saya menemukan film drama yang kece banget ^^ . Judulnya The Help, film lama (2011) yang baru saya tonton. Dan ternyata base on novel yang belum pernah saya baca dan telah memenangkan beberapa penghargaan film (informasi itu tentu saya ketahui setelah selesai menonton filmnya). Secara umum film ini bersetting di Jackson, Mississippi dengan pemeran antara lain Emma Stone, Viola Davis, Octavia Spencer, Bryce Dallas H, Jessica Chastain, Sissy Spacek, Mike Vogel, Mary Steenburgen dan Allison Janney.

Ceritanya menarik mengambil isu sosial tentang rasisme tentang perbedaan warna kulit di tahun1960-an di Amerika. Dan the help disini memang tentang si mbak, si mbok, bibik atau sebutan asisten rumah tangga di rumah yang ada kala itu selalu berkulit berwarna. Yang secara umum sebenarnya mereka juga manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 


Jadi mengingatkan saya pada quote ini :


“When I'm born I'm black, when I grow up I'm black, when I'm in the sun I'm black, when I'm sick I'm black, when I die I'm black, and you... when you're born you're pink, when you grow up you're white, when you're cold you're blue, when you're sick you're blue, when you die you're green and you dare call me colored”
― 
Oglala Lakota



Saya jadi ingat si mbak atau baby sister yang sering saya jumpai sehari-hari, yang biasanya lebih jago masak dari nyonya-nya dan lebih dekat dengan anak majikannya di banding hubungan si anak dengan ibunya sendiri. Yang dalam film ini di ceritakan dengan sangat gamblang oleh Aibeleen dan Minny membuat saya masghul dengan realita ini.

Tidak hanya tentang rasis, kisah ini juga tentang perempuan, dan bagaimana menjadi seorang pemberani. Kisahnya yang membumi banget dan ceritanya tentang orang-orang mungkin ada di sekitar kita dengan latar belakang cerita awal tahun 1960-an, cerita ini indah untuk dilihat dan tentu saja sangat menyentuh dan bikin mewek. Setelah liat filmnya saya jadi tertarik untuk baca bukunya, tapi karena cetakan lama (ya karena saya baru nggeh tentang film bagus ini >.<) jadi agak sulit buat cari bukunya. Bantu ya kalau ada yang masih jual...

Buat saya, hari ini minggu ini buat saya nggak nyesel meluangkan sore saya buat menonton film yang keren banget (meski saya telat 3 tahun ^^).  


0 komentar:

The Help


Lama sekali saya tidak melihat film drama bagus yang saya suka sekali. Siang ini tanpa sengaja saya menemukan film drama yang kece banget ^^ . Judulnya The Help, film lama (2011) yang baru saya tonton. Dan ternyata base on novel yang belum pernah saya baca dan telah memenangkan beberapa penghargaan film (informasi itu tentu saya ketahui setelah selesai menonton filmnya). Secara umum film ini bersetting di Jackson, Mississippi dengan pemeran antara lain Emma Stone, Viola Davis, Octavia Spencer, Bryce Dallas H, Jessica Chastain, Sissy Spacek, Mike Vogel, Mary Steenburgen dan Allison Janney.

Ceritanya menarik mengambil isu sosial tentang rasisme tentang perbedaan warna kulit di tahun1960-an di Amerika. Dan the help disini memang tentang si mbak, si mbok, bibik atau sebutan asisten rumah tangga di rumah yang ada kala itu selalu berkulit berwarna. Yang secara umum sebenarnya mereka juga manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 


Jadi mengingatkan saya pada quote ini :


“When I'm born I'm black, when I grow up I'm black, when I'm in the sun I'm black, when I'm sick I'm black, when I die I'm black, and you... when you're born you're pink, when you grow up you're white, when you're cold you're blue, when you're sick you're blue, when you die you're green and you dare call me colored”
― 
Oglala Lakota



Saya jadi ingat si mbak atau baby sister yang sering saya jumpai sehari-hari, yang biasanya lebih jago masak dari nyonya-nya dan lebih dekat dengan anak majikannya di banding hubungan si anak dengan ibunya sendiri. Yang dalam film ini di ceritakan dengan sangat gamblang oleh Aibeleen dan Minny membuat saya masghul dengan realita ini.

Tidak hanya tentang rasis, kisah ini juga tentang perempuan, dan bagaimana menjadi seorang pemberani. Kisahnya yang membumi banget dan ceritanya tentang orang-orang mungkin ada di sekitar kita dengan latar belakang cerita awal tahun 1960-an, cerita ini indah untuk dilihat dan tentu saja sangat menyentuh dan bikin mewek. Setelah liat filmnya saya jadi tertarik untuk baca bukunya, tapi karena cetakan lama (ya karena saya baru nggeh tentang film bagus ini >.<) jadi agak sulit buat cari bukunya. Bantu ya kalau ada yang masih jual...

Buat saya, hari ini minggu ini buat saya nggak nyesel meluangkan sore saya buat menonton film yang keren banget (meski saya telat 3 tahun ^^).  


Posting Komentar

Minggu, 27 April 2014

The Help


Lama sekali saya tidak melihat film drama bagus yang saya suka sekali. Siang ini tanpa sengaja saya menemukan film drama yang kece banget ^^ . Judulnya The Help, film lama (2011) yang baru saya tonton. Dan ternyata base on novel yang belum pernah saya baca dan telah memenangkan beberapa penghargaan film (informasi itu tentu saya ketahui setelah selesai menonton filmnya). Secara umum film ini bersetting di Jackson, Mississippi dengan pemeran antara lain Emma Stone, Viola Davis, Octavia Spencer, Bryce Dallas H, Jessica Chastain, Sissy Spacek, Mike Vogel, Mary Steenburgen dan Allison Janney.

Ceritanya menarik mengambil isu sosial tentang rasisme tentang perbedaan warna kulit di tahun1960-an di Amerika. Dan the help disini memang tentang si mbak, si mbok, bibik atau sebutan asisten rumah tangga di rumah yang ada kala itu selalu berkulit berwarna. Yang secara umum sebenarnya mereka juga manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. 


Jadi mengingatkan saya pada quote ini :


“When I'm born I'm black, when I grow up I'm black, when I'm in the sun I'm black, when I'm sick I'm black, when I die I'm black, and you... when you're born you're pink, when you grow up you're white, when you're cold you're blue, when you're sick you're blue, when you die you're green and you dare call me colored”
― 
Oglala Lakota



Saya jadi ingat si mbak atau baby sister yang sering saya jumpai sehari-hari, yang biasanya lebih jago masak dari nyonya-nya dan lebih dekat dengan anak majikannya di banding hubungan si anak dengan ibunya sendiri. Yang dalam film ini di ceritakan dengan sangat gamblang oleh Aibeleen dan Minny membuat saya masghul dengan realita ini.

Tidak hanya tentang rasis, kisah ini juga tentang perempuan, dan bagaimana menjadi seorang pemberani. Kisahnya yang membumi banget dan ceritanya tentang orang-orang mungkin ada di sekitar kita dengan latar belakang cerita awal tahun 1960-an, cerita ini indah untuk dilihat dan tentu saja sangat menyentuh dan bikin mewek. Setelah liat filmnya saya jadi tertarik untuk baca bukunya, tapi karena cetakan lama (ya karena saya baru nggeh tentang film bagus ini >.<) jadi agak sulit buat cari bukunya. Bantu ya kalau ada yang masih jual...

Buat saya, hari ini minggu ini buat saya nggak nyesel meluangkan sore saya buat menonton film yang keren banget (meski saya telat 3 tahun ^^).  


Posting Komentar